Rupiah diprediksi masih dalam tren menguat
Selasa, 18 Februari 2014 - 08:16 WIB
Rupiah diprediksi masih dalam tren menguat
A
A
A
Sindonews.com - Laju nilai tukar rupiah masih menunjukkan apresiasinya ditopang oleh positifnya sentimen yang ada ditambah masih negatifnya tren penggerak dolar Amerika Serikat (USD) hingga perdagangan kemarin.
"Laju rupiah berhasil melewati resisten Rp12.800. Rentang rupiah di kisaran Rp11.738-11695 berdasarkan kurs tengah BI (Bank Indonesia)," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Selasa (18/2/2014).
Reza mengatakan, penguatan ini terutama ditopang oleh imbas dari dirilisnya Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) kuartal IV/2013 saat jelang penutupan akhir pekan sebelumnya, di mana kembali tercatat surplus sebesar USD4,4 miliar setelah selama tiga kuartal terakhir mengalami defisit.
Perbaikan NPI kuartal IV/2013, dia mengatakan, ditopang defisit transaksi berjalan yang menurun cukup tajam menjadi USD4,0 miliar atau 1,98 persen dari PDB.
"Sementara itu, laju USD masih menunjukkan pelemahan, terutama setelah pelaku pasar merespon penurunan manufacturing production dan industrial production Amerika Serikat," pungkas dia.
Kemarin, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI berada di level Rp11.716 per USD atau menguat tajam 170 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp11.886 per USD.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg berakhir pada level Rp11.748 per USD. Posisi ini terapresiasi 46 poin dibanding akhir pekan lalu di level Rp11.831 per USD.
"Laju rupiah berhasil melewati resisten Rp12.800. Rentang rupiah di kisaran Rp11.738-11695 berdasarkan kurs tengah BI (Bank Indonesia)," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Selasa (18/2/2014).
Reza mengatakan, penguatan ini terutama ditopang oleh imbas dari dirilisnya Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) kuartal IV/2013 saat jelang penutupan akhir pekan sebelumnya, di mana kembali tercatat surplus sebesar USD4,4 miliar setelah selama tiga kuartal terakhir mengalami defisit.
Perbaikan NPI kuartal IV/2013, dia mengatakan, ditopang defisit transaksi berjalan yang menurun cukup tajam menjadi USD4,0 miliar atau 1,98 persen dari PDB.
"Sementara itu, laju USD masih menunjukkan pelemahan, terutama setelah pelaku pasar merespon penurunan manufacturing production dan industrial production Amerika Serikat," pungkas dia.
Kemarin, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI berada di level Rp11.716 per USD atau menguat tajam 170 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp11.886 per USD.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg berakhir pada level Rp11.748 per USD. Posisi ini terapresiasi 46 poin dibanding akhir pekan lalu di level Rp11.831 per USD.
(rna)