Potensi penguatan IHSG terancam aksi profit taking
Selasa, 18 Februari 2014 - 08:23 WIB
Potensi penguatan IHSG terancam aksi profit taking
A
A
A
Sindonews.com - Meskipun masih membuka peluang penguatan yang cukup besar, nyatanya laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru terancam oleh peluang terjadinya aksi ambil untung (profit taking) oleh investor.
Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG kembali ditutup menguat dan menyentuh level tertinggi 4.560,10 di pertengahan sesi 2 dan menyentuh level terendah 4.524,53 di awal sesi 1 dan berakhir di level 4.555,37.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, IHSG mampu bertahan di kisaran resisten 4.520-4.527 dan bahkan mampu melewatinya, sehingga memberikan efek positif bila ingin melanjutkan kenaikannya yang juga didukung laju bursa saham global.
"Akan tetapi, bila sebagian besar pelaku pasar memanfaatkan kenaikan ini untuk ambil untung masif, maka potensi kenaikan lanjutan itu bisa sangat berkurang," kata Reza, Selasa (18/2/2014).
Untuk hari ini, Reza menuturkan, sama seperti perdagangan sebelumnya meski membuka peluang menguat, namun tetap perlu diwaspadai potensi pembalikan arah akibat aksi ambil untung tersebut.
"Pada perdagangan hari ini diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.500-4.540 dan resistance 4.580-4.588," prediksi Reza.
Reza menjelaskan, laju IHSG ternyata masih mampu mengalami kenaikan di awal pekan ini meskipun sempat membuat khawatir dengan posisinya yang hampir menyentuh batas overbought.
Apalagi penguatan pada akhir pekan sebelumnya terlihat terbatas dan seperti mengindikasikan adanya peluang pelemahan. Itulah dalam ulasan sebelumnya kami tuliskan bahwa pertarungan kekuatan beli dan jual masih akan mewarnai IHSG di awal pekan. Meski peluang kenaikan tipis, namun tetap waspadai pelemahan lanjutan IHSG.
"Kami pun tetap memberikan peringatan untuk selalu waspada akan pelemahan," imbuh dia.
Akan tetapi, rilis surplusnya neraca pembayaran dan berkurangnya defisit transaksi berjalan kuartal IV/2013 BI yang disertai kenaikan rupiah karena kebijakan BI serta dibarengi dengan berita kenaikan kredit di China membuat IHSG melesat pada perdagangan kemarin.
Dari luar negeri, laju bursa saham Asia masih menghijau seiring rilis berita mengenai kenaikan angka penyaluran kredit di China. Sepanjang Januari, lending credit perbankan mencapai 1,32 triliun yuan yang merupakan rekor tertinggi dalam empat tahun terakhir.
Begitupun dengan rilis kenaikan outstanding loan growth China. Rilis tersebut menggenapkan sentimen positif dari China yang sebelumnya ditopang stabilnya angka inflasi China, sehingga meredam spekulasi pemerintah China akan kembali mengetatkan kebijakan moneternya. Kenaikan GDP dan industrial production Jepang turut berimbas positif pada laju bursa saham Asia.
Laju bursa saham Eropa masih mendapat angin positif setelah terimbas menghijaunya laju bursa saham Asia. Meski hanya dirilis current account Italia yang mengalami penurunan namun, masih lebih tinggi dari konsensus sehingga tidak terlalu memberikan efek negatif.
Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG kembali ditutup menguat dan menyentuh level tertinggi 4.560,10 di pertengahan sesi 2 dan menyentuh level terendah 4.524,53 di awal sesi 1 dan berakhir di level 4.555,37.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, IHSG mampu bertahan di kisaran resisten 4.520-4.527 dan bahkan mampu melewatinya, sehingga memberikan efek positif bila ingin melanjutkan kenaikannya yang juga didukung laju bursa saham global.
"Akan tetapi, bila sebagian besar pelaku pasar memanfaatkan kenaikan ini untuk ambil untung masif, maka potensi kenaikan lanjutan itu bisa sangat berkurang," kata Reza, Selasa (18/2/2014).
Untuk hari ini, Reza menuturkan, sama seperti perdagangan sebelumnya meski membuka peluang menguat, namun tetap perlu diwaspadai potensi pembalikan arah akibat aksi ambil untung tersebut.
"Pada perdagangan hari ini diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.500-4.540 dan resistance 4.580-4.588," prediksi Reza.
Reza menjelaskan, laju IHSG ternyata masih mampu mengalami kenaikan di awal pekan ini meskipun sempat membuat khawatir dengan posisinya yang hampir menyentuh batas overbought.
Apalagi penguatan pada akhir pekan sebelumnya terlihat terbatas dan seperti mengindikasikan adanya peluang pelemahan. Itulah dalam ulasan sebelumnya kami tuliskan bahwa pertarungan kekuatan beli dan jual masih akan mewarnai IHSG di awal pekan. Meski peluang kenaikan tipis, namun tetap waspadai pelemahan lanjutan IHSG.
"Kami pun tetap memberikan peringatan untuk selalu waspada akan pelemahan," imbuh dia.
Akan tetapi, rilis surplusnya neraca pembayaran dan berkurangnya defisit transaksi berjalan kuartal IV/2013 BI yang disertai kenaikan rupiah karena kebijakan BI serta dibarengi dengan berita kenaikan kredit di China membuat IHSG melesat pada perdagangan kemarin.
Dari luar negeri, laju bursa saham Asia masih menghijau seiring rilis berita mengenai kenaikan angka penyaluran kredit di China. Sepanjang Januari, lending credit perbankan mencapai 1,32 triliun yuan yang merupakan rekor tertinggi dalam empat tahun terakhir.
Begitupun dengan rilis kenaikan outstanding loan growth China. Rilis tersebut menggenapkan sentimen positif dari China yang sebelumnya ditopang stabilnya angka inflasi China, sehingga meredam spekulasi pemerintah China akan kembali mengetatkan kebijakan moneternya. Kenaikan GDP dan industrial production Jepang turut berimbas positif pada laju bursa saham Asia.
Laju bursa saham Eropa masih mendapat angin positif setelah terimbas menghijaunya laju bursa saham Asia. Meski hanya dirilis current account Italia yang mengalami penurunan namun, masih lebih tinggi dari konsensus sehingga tidak terlalu memberikan efek negatif.
(rna)
Lihat Juga :