Pengembangan migas mulai digencarkan di Indonesia Timur

Rabu, 19 Februari 2014 - 11:10 WIB
Pengembangan migas mulai...
Pengembangan migas mulai digencarkan di Indonesia Timur
A A A
Sindonews.com - Pengembangan minyak dan gas bumi di Indonesia, sejak 1998 mengarah ke Indonesia bagian Timur. Seperti umumnya lapangan migas yang baru dikembangkan, banyak tantangan atau persoalan yang harus dihadapi.

Antara lain, hasil pengeboran di laut dalam yang masih kurang menggembirakan. Padahal, biaya pengeboran di laut dalam membutuhkan biaya sekitar USD80 juta hingga USD100 juta atau empat kali lipat dibandingkan pengeboran onshore.

Direktur Pembinaan Program Migas Kementerian ESDM, Naryanto Wagimin mengatakan, hasil pengeboran di laut dalam yang kurang menggembirakan tersebut, perlu ditindaklanjuti dengan evaluasi lebih lanjut oleh pemerintah. Demikian pula terhadap insentif yang perlu diberikan. Ini penting agar pengembangan migas di Indonesia bagian timur dapat terus meningkat.

Naryanto menambahkan, tantangan lain yang perlu mendapat perhatian adalah belum ditemukannya migas di wilayah Indonesia yang berbatasan dengan Papua Nugini.

“Kalau kita lihat, di perbatasan Papua Nugini sudah menghasilkan migas. Kenapa di sisi Indonesia kok tidak ada (migas),” katanya dikutip dari situs Ditjen Migas, Rabu (19/2/2014).

Hingga saat ini, sejumlah lapangan telah dikembangkan di Indonesia Timur seperti Lapangan Tangguh, Masela dan Donggi Senoro.

Berdasarkan data Ditjen Migas, total cekungan yang berlokasi di Indonesia bagian timur berjumlah 39 cekungan. Cekungan yang telah beroperasi adalah Seram, Salawati, Bintuni dan Bone. Sedangkan cekungan yang telah dibor namun belum berproduksi adalah Banggai, Sula, Biak dan Timur.

Sementara cekungan yang belum dieksplorasi adalah Lombok Bali, Flores, Gorontalo, Salabangka, Halmahera Selatan, Weber Barat, Weber, Waropen, Tiukang Besi, Tanimbar, Sula Selatan, Buru, Buru Barat, Halmahera Utara, Halmahera Timur, Halmahera Selatan, Obi Utara, Obi Selatan, Seram Selatan dan Jayapura.

Ada juga 9 cekungan yang telah dibor namun tidak ada penemuan yaitu Akimegah, Buton, Manui, Makassar Selatan, Missol, Palung Aru, Sahul, Sawu, Waipoga dan Lairing.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
10 Produsen Migas Terbesar...
10 Produsen Migas Terbesar yang Berada di Indonesia
Urgensi Revisi UU Migas...
Urgensi Revisi UU Migas No. 22/2001: Langkah Strategis Menuju Ketahanan Energi Nasional
Realisasi Produksi Migas...
Realisasi Produksi Migas PHE ONWJ
SKK Migas Gelar Supply...
SKK Migas Gelar Supply Chain & National Capacity Summit 2024
ENRG Tegaskan Komitmen...
ENRG Tegaskan Komitmen Transparansi, Kinerja Investasi, dan Prospek Bisnis Berkelanjutan
28 Kesepakatan Migas...
28 Kesepakatan Migas Berpotensi Datangkan Penerimaan Rp35 Triliun
Berita Terkini
Kinerja Tumbuh 21,17%,...
Kinerja Tumbuh 21,17%, Patra Logistik Catat Pendapatan Rp3,25 Triliun di 2025
16 menit yang lalu
Setelah Chatib Basri,...
Setelah Chatib Basri, Menkes Merapat ke Istana Temui Prabowo
34 menit yang lalu
Menko Yusril Beberkan...
Menko Yusril Beberkan Delapan Arahan Pelayanan Publik yang Bersih
1 jam yang lalu
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
1 jam yang lalu
Jakpro Gandeng Feel...
Jakpro Gandeng Feel Good Network Garap Naming Rights JIS
1 jam yang lalu
Bareng Luhut Temui Prabowo,...
Bareng Luhut Temui Prabowo, Chatib Basri Buka Suara soal Isu Gantikan Purbaya
2 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved