APBN habis cuma untuk belanja pegawai dan operasional

Rabu, 19 Februari 2014 - 16:44 WIB
APBN habis cuma untuk...
APBN habis cuma untuk belanja pegawai dan operasional
A A A
Sindonews.com - Mahasiswa Ilmu Administrasi menghadiri peluncuran buku oleh dosen Ilmu Administrasi, Henry Faizal Noor yang berjudul “Ekonomi Publik untuk Kesejahteraan Rakyat”.

Hadir sebagai narasumber lainnya yakni Dosen Magister Perencanaan dan Kebijakan Publik [MPKP] Pasca Sarjana Fakultas Ekonomi UI Oscar Vitriano.

Para mahasiswa diajak berbicara seputar ekonomi kerakyatan dan tata kelola pemerintahan. Oscar mencontohkan pemerintah didorong untuk melaksanakan komitmen aturan larangan ekspor bahan baku.

"Misalnya soal larangan ekspor bahan baku. Yang menjadikan efektivitas meragukan, kemampuan kita mengelola bahan-bahan tersebut. Meskipun saya yakin ahli-ahlinya banyak memang dari lulusan perguruan tinggi mampu olah sumber daya itu, tapi tetap perlu ada investasi apakah gabungan pemerintah, apakah publik atau private partnership. Mari analisis bersama, apakah memang mendapat suatu benefit bagi negara kita atau tidak," tegasnya di Auditorium Juwono Sudarsono Kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI, Rabu (19/2/2014).

Oscar menambahkan, di dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP), ada beberapa prioritas pembangunan di Indonesia. Salah satunya terkait tata kelola pemerintahan Indonesia.

"Lalu soal pertahanan negara dan ketahanan pangan, kembali dana yang digunakan belum efektif, anggaran pemerintah dalam APBN enggak efektif, benar untuk utang sebagian 20 persen atau lebih. Katanya utang sudah menurun, tetapi banyak juga pengeluaran anggaran yang kedua untuk subsidi. Ketiga untuk bayar gaji PNS dan bayar operasional, pos besar sudah habis. Sisanya sudah habis semuanya dulu," ungkapnya.

Apalagi di pemerintahan daerah, Oscar menyebutkan 40-70 persen anggaran APBD hanya untuk belanja 51 dan 52 atau belanja pegawai dan operasional. Sementara di bidang ekonomi, Oscar mencontohkan perekonomian di benua Eropa yang dapat menyatukan visi misi secara ekonomi.

"Kenapa Eropa bisa bersatu secara ekonomi, bahkan sampai labour-nya sudah bebas, sudah single currency, karena tujuannya satu yakni untuk mensejahterakan masyarakat Eropa, sehingga jadi zona Euro. Kalau negara kita tak bisa kerja sendiri lagi, jadi kita pikirkan kerja sama Masyarakat Ekonomi ASEAN. Fokus pula pada indikator otonomi daerah," tutupnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
APBN per November 2024...
APBN per November 2024 Tekor Rp401,8 triliun
APBN Februari 2025 Defisit...
APBN Februari 2025 Defisit 0,13 Persen atau Rp31,2 Triliun
APBN Defisit Rp104,2...
APBN Defisit Rp104,2 Triliun per Maret 2025
APBN Kuartal I 2025...
APBN Kuartal I 2025 Tetap Terjaga
Simak! Kinerja APBN...
Simak! Kinerja APBN Mei 2022
Kinerja APBN 2021 Dinilai...
Kinerja APBN 2021 Dinilai Cukup Positif, Ini Penjelasannya
Berita Terkini
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
1 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
2 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
12 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
12 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
13 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
13 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved