Apindo: Penyadapan bisa picu persaingan tak sehat

Kamis, 20 Februari 2014 - 11:37 WIB
Apindo: Penyadapan bisa...
Apindo: Penyadapan bisa picu persaingan tak sehat
A A A
Sindonews.com - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi meminta agar pemerintah segera menindaklanjuti skandal penyadapan yang dilakukan oleh Australia dan Amerika Serikat (AS) terhadap PT Telkomsel dan PT Indosat Tbk (ISAT).

Pasalnya, kata Sofjan, bila terlalu lama permasalahan ini dibiarkan berlarut, maka akan mengganggu hubungan dua negara terutama perihal kerahasiaan kedua perusahaan telekomunikasi yang disadap tersebut.

"Australia ini yang harus kita selesaikan dengan baik. Rules of the games ini bagaimana? Pemerintah dalam arti itu harus bicara negosiasi antar mereka G to G (government to government). Tidak boleh dibiarkan hal-hal yang tidak baik," tegas Sofjan di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Kamis (20/2/2014).

Penyadapan ini, dia memandang sebagai hal yang dapat memicu persaingan usaha tidak sehat. "Itu rahasia-rahasia perusahaan tidak bisa disadap dengan teknologi, secara etik seperti itu, tidak bisa menyadap rahasia perusahaan, persaingan tidak fair," pungkas dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, laporan New York Times dan Canberra Times edisi akhir pekan lalu mengulas soal jutaan pelanggan PT Telkomsel yang disadap Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA) dan Direktorat Intelijen Australia.

Canberra Times dan New York Times memuat soal bocoran dokumen rahasia dari Edward Snowden, mantan kontraktor NSA, yang kini menjadi buronan AS. Dokumen Snowden menunjukkan, dinas spionase elektronik Australia melakukan penyadapan secara massal terhadap jaringan komunikasi dan pengumpulan data yang dilakukan oleh Telkomsel. Nama Indosat juga disebut-sebut dalam laporan itu.

Sepanjang tahun 2013, Australian Signals Directorate mendapatkan hampir 1,8 juta kunci enskripsi induk yang digunakan operator selular Telkomsel untuk melindungi percakapan pribadi dari pelanggannya. Intelijen Australia juga membongkar semua enskripsi yang dilakukan Telkomsel. Data pengguna telepon seluler pada 2012 menunjukkan, Telkomsel memiliki 121 juta pelanggan atau menguasai sekitar 62 persen pasar.

Terkait hal ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melakukan penyelidikan terhadap Telkomsel dan Indosat. Jika terbukti kedua operator tersebut membantu penyadapan, maka Kementerian Kominfo bakal menutup dua operator itu.

"Kalau perusahaan itu membantu penyadapan, mereka bisa ditutup. Apalagi, kalau terbukti aktif membantu penyadapan ilegal," kata Menteri Kominfo Tifatul Sembiring belum lama ini.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PERPRINDO dan APINDO...
PERPRINDO dan APINDO Berdiskusi Terkait Wacana Pemindahan Pelabuhan Impor ke Wilayah Timur
Jangkau Semua Wilayah...
Jangkau Semua Wilayah di Indonesia, SPL dan Protelindo Siapkan Teknologi HAPS
Edgepoint Bangun 15.000...
Edgepoint Bangun 15.000 Menara Telekomunikasi di Malaysia, Indonesia, Filipina
Gelar Musprov, APINDO...
Gelar Musprov, APINDO Sulsel Pasang Standar Tinggi untuk Calon Ketua Umum
Musprov Apindo Sulsel...
Musprov Apindo Sulsel Diundur, Penjaringan Kandidat Diperpanjang
Apindo Sulsel Bakal...
Apindo Sulsel Bakal Gelar Pasar Ramadhan di Lapangan Hasanuddin
Berita Terkini
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
1 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
2 jam yang lalu
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
2 jam yang lalu
DSI Dinilai Bisa Perkuat...
DSI Dinilai Bisa Perkuat Ekspor dan Transparansi Tata Kelola SDA
3 jam yang lalu
IHSG Kebakaran, Rontok...
IHSG 'Kebakaran', Rontok 3,58% ke 5.734 Siang Ini
3 jam yang lalu
Mendorong Standar Baru...
Mendorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan Tengah Tuntutan Global
3 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved