IHSG diprediksi masih akan reli di zona hijau
Jum'at, 21 Februari 2014 - 08:56 WIB
IHSG diprediksi masih akan reli di zona hijau
A
A
A
Sindonews.com - Positifnya sentimen yang ada dipercaya bakan mendorong laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke area yang lebih positif setelah pada perdagangan sebelumnya hanya bisa menguat sangat tipis.
Menilik lajunya, IHSG pada perdagangan kemarin (20/2/2014) ditutup dalam kondisi flat atau menguat sangat tipis setelah sempat menjalani perdagangan dalam teritori negatif hingga akhir perdagangan sejalan dengan tren negatif yang menaungi sebagian besar bursa regional Asia.
"Tren negatif yang menimpa bursa regional Asia tersebut dipengaruhi oleh adanya wacana kenaikan suku bunga acuan The Fed lebih cepat tanpa menunggu level pengangguran AS melewati level di bawah 6,5 persen dalam FOMC Minutes Meeting malam sebelumnya (19/2/2014)," kata analis riset PT Danpac Sekuritas Teuku Hendry Andrean, Jumat (21/2/2014).
Sektor industri dalam IHSG terlihat ditutup mixed, di mana sektor keuangan, infrastruktur, perdagangan, konsumer dan industri dasar menguat, sedangkan lainnya melemah.
"Keberhasilan IHSG ditutup positif dipicu oleh net buying investor asing mencapai Rp998,12 miliar kemarin," kata dia.
Untuk hari ini, kata dia, sentimen datang dari bursa global, di mana pada perdagangan semalam terlihat ditutup mixed cenderung menguat. Bursa eropa terlihat ditutup mixed cenderung menguat, sementara bursa AS terlihat ditutup merata menguat.
Penutupan mixed cenderung menguat dari bursa Eropa semalam dipicu oleh sentimen negatif dari China setelah data aktivitas manufaktur negara tersebut berdasarkan HSBC Manufacturing PMI China mengalami kontraksi untuk kedua kalinya di tahun ini pada bulan Februari, yaitu dari 49,5 di bulan Januari menjadi 48,3 di bulan Februari atau lebih rendah dari level konsensus di level 49,4.
Namun pertumbuhan aktivitas manufaktur AS berdasarkan Markit Manufacturing PMI per Februari di atas level konsensus, yaitu dari 53,7 di bulan Januari menjadi 56,7 di bulan Februari atau di atas level konsensus di level 53 berhasil mengkompensasi sentimen negatif dari China tersebut yang membuat sebagian besar bursa eropa berhasil ditutup positif.
Kondisi ini juga berhasil membuat bursa AS ditutup positif semalam. Investor di AS tampaknya memaklumi data ekonomi AS yang mixed dalam dua minggu terakhir ini karena melihat faktor cuaca yang buruk.
Sementara bursa Asia pada perdagangan akhir pekan ini diperkirakan akan memusatkan perhatiannya pada pertemuan BoJ pagi ini yang diharapkan dapat menjadi sentimen positif bagi bursa Asia tersebut.
"IHSG sendiri kami perkirakan berpeluang kembali bergerak positif hari ini dipicu oleh penutupan yang relatif positif pada bursa global semalam serta kuatnya net buying investor asing dalam beberapa hari terakhir. IHSG kami perkirakan akan bergerak pada kisaran support 4.582-4.586 dan resistance 4.609-4.613," pungkas dia.
Menilik lajunya, IHSG pada perdagangan kemarin (20/2/2014) ditutup dalam kondisi flat atau menguat sangat tipis setelah sempat menjalani perdagangan dalam teritori negatif hingga akhir perdagangan sejalan dengan tren negatif yang menaungi sebagian besar bursa regional Asia.
"Tren negatif yang menimpa bursa regional Asia tersebut dipengaruhi oleh adanya wacana kenaikan suku bunga acuan The Fed lebih cepat tanpa menunggu level pengangguran AS melewati level di bawah 6,5 persen dalam FOMC Minutes Meeting malam sebelumnya (19/2/2014)," kata analis riset PT Danpac Sekuritas Teuku Hendry Andrean, Jumat (21/2/2014).
Sektor industri dalam IHSG terlihat ditutup mixed, di mana sektor keuangan, infrastruktur, perdagangan, konsumer dan industri dasar menguat, sedangkan lainnya melemah.
"Keberhasilan IHSG ditutup positif dipicu oleh net buying investor asing mencapai Rp998,12 miliar kemarin," kata dia.
Untuk hari ini, kata dia, sentimen datang dari bursa global, di mana pada perdagangan semalam terlihat ditutup mixed cenderung menguat. Bursa eropa terlihat ditutup mixed cenderung menguat, sementara bursa AS terlihat ditutup merata menguat.
Penutupan mixed cenderung menguat dari bursa Eropa semalam dipicu oleh sentimen negatif dari China setelah data aktivitas manufaktur negara tersebut berdasarkan HSBC Manufacturing PMI China mengalami kontraksi untuk kedua kalinya di tahun ini pada bulan Februari, yaitu dari 49,5 di bulan Januari menjadi 48,3 di bulan Februari atau lebih rendah dari level konsensus di level 49,4.
Namun pertumbuhan aktivitas manufaktur AS berdasarkan Markit Manufacturing PMI per Februari di atas level konsensus, yaitu dari 53,7 di bulan Januari menjadi 56,7 di bulan Februari atau di atas level konsensus di level 53 berhasil mengkompensasi sentimen negatif dari China tersebut yang membuat sebagian besar bursa eropa berhasil ditutup positif.
Kondisi ini juga berhasil membuat bursa AS ditutup positif semalam. Investor di AS tampaknya memaklumi data ekonomi AS yang mixed dalam dua minggu terakhir ini karena melihat faktor cuaca yang buruk.
Sementara bursa Asia pada perdagangan akhir pekan ini diperkirakan akan memusatkan perhatiannya pada pertemuan BoJ pagi ini yang diharapkan dapat menjadi sentimen positif bagi bursa Asia tersebut.
"IHSG sendiri kami perkirakan berpeluang kembali bergerak positif hari ini dipicu oleh penutupan yang relatif positif pada bursa global semalam serta kuatnya net buying investor asing dalam beberapa hari terakhir. IHSG kami perkirakan akan bergerak pada kisaran support 4.582-4.586 dan resistance 4.609-4.613," pungkas dia.
(rna)
Lihat Juga :