Kadin: Kredit macet UKM perlu mekanisme khusus

Jum'at, 21 Februari 2014 - 12:15 WIB
Kadin: Kredit macet...
Kadin: Kredit macet UKM perlu mekanisme khusus
A A A
Sindonews.com - Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Erwin Aksa mengatakan, pelaku Usaha Kecil dan menengah (UKM) yang menderita kerugian akibat erupsi Gunung Kelud perlu mendapat rehabilitasi usaha dengan memberikan mekanisme khusus penyelesaian kredit macet.

"Saya kira ini situasi tidak normal. Kerugian pelaku UKM pun tidak sedikit. Jadi, harus ada mekanisme khusus untuk menyelesaikan pinjaman-pinjaman bermasalah pelaku UKM di sana melalui lembaga keuangan perbankan maupun pinjaman dari nonbank, seperti Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), PNPM Mandiri dan sebagainya," kata dia dalam rilisnya, Jumat (21/2/2014).

Dia menjelaskan, untuk merehabilitasi UKM pasca erupsi tidak cukup hanya memberikan keringanan cicilan, restrukturisasi atau memberikan diskon bunga pinjaman. Persoalannya, kata Erwin, pelaku UKM membutuhkan modal baru karena sebagian besar pelaku UKM akan memulai usahanya dari nol kembali, sehingga perlu dipertimbankan aspek penguatan modal.

“Dalam mekanisme khusus itu perlu juga dipertimbangkan pemutihan maupun pemberian pinjaman kembali. Tentunya, lembaga keuangan itu yang tahu dan selektif melakukannya. Bisa juga, kalau UKM ini tidak dapat modal, usahanya macet, dia kemudian tidak bisa punya uang untuk bayar pinjaman yang macet itu,” tutur Erwin.

Selain butuh penyelesaian pinjaman dan penguatan permodalan, pelaku UKM korban Gunung Kelud juga membutuhkan perbaikan infrastruktur usaha, seperti pasar, akses jalan, pemulihan jalur distribusi, supply chain dan sebagainya.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebelumnya melansir kerugian akibat erupsi Gunung Kelud yang terjadi sejak Kamis (13/2/2014) mencapai Rp 1,2 triliun. Kerugian terbesar dialami sektor komoditi pertanian, seperti padi, jagung, kedelai, cabai, tomat, kentang, nanas dan bunga mawar, yang nilainya mencapai Rp1,1 triliun.

Sementara kerugian sektor perkebunan, seperti kopi, kakao, cengkeh dan tebu yang ada di tiga daerah, yakni Kediri, Blitar dan Malang nilainya mencapai Rp84 miliar. Selain itu, kerugian sektor peternakan, meliputi sapi perah, sapi ternak dan peternakan lainnya sebesar Rp13 miliar.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Soekarno Putra Sang...
Soekarno Putra Sang Fajar, Kelahirannya Disambut Letusan Gunung Kelud
4 Legenda Gunung Berapi...
4 Legenda Gunung Berapi di Tanah Jawa, dari Merapi hingga Kelud
Djojodigdo, Kisah Patih...
Djojodigdo, Kisah Patih Blitar Penakluk Amukan Gunung Kelud
Kisah Tunggul Ametung...
Kisah Tunggul Ametung Nyaris Tewas saat Letusan Dahsyat Gunung Kelud
Kisah Tunggul Ametung...
Kisah Tunggul Ametung Mengejar Brahmana yang Memicu Letusan Dahsyat Gunung Kelud
Kadin dan Facebook Gelar...
Kadin dan Facebook Gelar Pelatihan Digitalisasi UKM
Berita Terkini
Lompatan Sang Anak Bawang,...
Lompatan Sang 'Anak Bawang', Rahasia Sukses Vietnam Naik Kelas Jadi Berpendapatan Menengah Atas
4 jam yang lalu
TBS Foundation Dukung...
TBS Foundation Dukung Penanganan Kesehatan Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin
6 jam yang lalu
Ruang Kenaikan IHSG...
Ruang Kenaikan IHSG Diprediksi Terbatas Pekan Depan ke Level 5.900, Ini Sebabnya
7 jam yang lalu
Kemenkeu Bidik Raup...
Kemenkeu Bidik Raup Rp32 Triliun lewat Lelang Surat Utang Negara
8 jam yang lalu
Lanjutkan Tren Swasembada...
Lanjutkan Tren Swasembada Pangan RI, Mentan: Sudah 8 Komoditas, Tinggal Tiga Belum
8 jam yang lalu
Sektor Industri Bermasalah,...
Sektor Industri Bermasalah, RI Rawan Disalip Vietnam Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
11 jam yang lalu
Infografis
10 Pasukan Khusus Terganas...
10 Pasukan Khusus Terganas di Dunia, Indonesia Masuk?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved