Peluang kembangkan industri migas terbuka lebar

Jum'at, 21 Februari 2014 - 14:48 WIB
Peluang kembangkan industri...
Peluang kembangkan industri migas terbuka lebar
A A A
Sindonews.com - Hingga saat ini, minyak dan gas bumi (migas) masih menjadi salah satu sumber penerimaan negara. Untuk itu, pemerintah berupaya meningkatkan produksi migas nasional.

"Peluang untuk mengembangkan industri migas nasional terbuka lebar. Namun di sisi lain, cukup banyak pula tantangan yang harus dihadapi," ujar Plt. Kepala SKK Migas J Widjonarko, baru-baru ini.

Peluang untuk meningkatkan produksi migas, antara lain masih banyaknya cekungan hidrokarbon yang belum dieksplorasi, potensi penerapan EOR pada lapangan eksisting dan pengembangan migas non konvensional seperti gas metana batubara (CBM) dan shale gas.

"Selain itu, penemuan potensi migas yang cukup signifikan di wilayah laut dalam dan struktur idle yang belum dikembangkan," ujarnya.

Sementara untuk meningkatkan produksi migas tersebut, pemerintah juga mengalami banyak tantangan, antara lain penurunan secara alamiah (natural decline), pengenaan pajak bumi dan bangunan pada KKKS eksplorasi, peningkatan kapasitas nasional dan kendala sosial, permasalahan di daerah seperti izin lokasi, regulasi dan ganti rugi lahan. Selain itu, masalah lingkungan dan tumpang tindih lahan.

Untuk 2014, produksi dan lifting minyak ditargetkan sekitar 870.000 barel per hari. Angka ini rencananya akan dilakukan perubahan pada APBN-P 2014. Sedangkan produksi dan lifting gas diperkirakan sekitar 6.854 MMSCFD.

Agar target dapat tercapai, pemerintah melakukan pelbagai upaya seperti mendorong optimasi produksi lapangan eksisting dengan penerapan EOR, mempercepat pengembangan lapangan baru termasuk pengembangan struktur idle, peningkatan kehandalan peralatan untuk mengurangi gangguan produksi, meningkatkan penawaran wilayah kerja dan kegiatan eksplorasi dalam rangka menemukan dan menambah cadangan migas baru.

Upaya lainnya, meningkatkan pengembangan sumber daya hidrokarbon non konvensional serta meningkatkan koordinasi dengan instasi terkait untuk penyelesaian permasalahan yang berhubungan dengan regulasi, perizinan, keamanan dan tumpang tindih lahan.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
10 Produsen Migas Terbesar...
10 Produsen Migas Terbesar yang Berada di Indonesia
Urgensi Revisi UU Migas...
Urgensi Revisi UU Migas No. 22/2001: Langkah Strategis Menuju Ketahanan Energi Nasional
Realisasi Produksi Migas...
Realisasi Produksi Migas PHE ONWJ
SKK Migas Gelar Supply...
SKK Migas Gelar Supply Chain & National Capacity Summit 2024
ENRG Tegaskan Komitmen...
ENRG Tegaskan Komitmen Transparansi, Kinerja Investasi, dan Prospek Bisnis Berkelanjutan
28 Kesepakatan Migas...
28 Kesepakatan Migas Berpotensi Datangkan Penerimaan Rp35 Triliun
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
37 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
1 jam yang lalu
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
1 jam yang lalu
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
2 jam yang lalu
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
2 jam yang lalu
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
3 jam yang lalu
Infografis
3 Alasan Ukraina Kini...
3 Alasan Ukraina Kini Layak Disebut Sebagai Penjara Terbuka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved