BI imbau bank kecil tidak genjot kredit

Minggu, 23 Februari 2014 - 18:51 WIB
BI imbau bank kecil...
BI imbau bank kecil tidak genjot kredit
A A A
Sindonews.com - Langkah Bank Indonesia (BI) pada 13 Februari 2014 yang tetap menahan suku bunga acuan atau BI Rate di kisaran 7,50 persen memiliki pengaruh yang berbeda terhadap bank-bank yang telah masuk kategori Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) I dan II.

Dalam catatan yang dipaparkan pihak BI, pertumbuhan kredit BUKU I dan BUKU II yang memiliki modal inti minimum Rp1 triliun hingga Rp5 triliun, relatif flat bahkan cenderung menurun sehingga berpengaruh pada margin bank tersebut.

"Respon bank-bank dengan kategori BUKU I dan II terhadap BI Rate berbeda. BUKU I dan II relatif flat di kreditnya yang berdampak pada turunnya margin yang cukup signifikan. Sementara BUKU III dan IV stabil," ujar Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Juda Agung kepada wartawan di Bandung, Sabtu (22/2/2014).

Untuk itu, BI memperingatkan kepada bank dengan kategori BUKU I dan II untuk tidak terlalu menggenjot kredit, peringatan tersebut disampaikan BI agar margin bank BUKU I dan II tetap terjaga.

"Untuk bank-bank kecil atau bank yang memiliki likuiditas terbatas disarankan untuk tidak terlalu menggenjot kredit," kata Juda.

Meski BI memperkirakan perekonomian global di 2014 membaik dengan pertumbuhan kredit diperkirakan berada di kisaran 15-17 persen, namun BI tetap memperingatkan bank BUKU I dan II untuk jangan terburu-buru untuk menggenjot kredit.

"Diperkirakan perekonomian global 2014 membaik. Pertumbuhan kredit di 2014 diperkirakan berada di kisaran 15-17 persen. Meski ekonomi membaik, untuk Bank BUKU I dan Bank BUKU II jangan terlalu terburu-buru menggenjot kredit," tuturnya.

Adapun alasan BI memperingatkan bank BUKU I dan II untuk tidak terburu-buru menggenjot kredit di 2014, karena BI masih mencermati perlambatan ekonomi China yang akan berdampak pada kondisi ekonomi global.

"Perlu dicermati juga perlambatan ekonomi China, China dihadapkan pada dilema antara menjaga pertumbuhan 7-7,5 persen dengan upaya menekan pertumbuhan kredit di negaranya. Kemungkinan besar akan berpengaruh ke ekonomi dunia. Itulah yang menyebabkan BI memilih untuk mempertahankan BI Rate di 7,50 persen," paparnya.

Juda memastikan, BI akan terus memantau pergerakan kredit bank-bank BUKU I sampai BUKU IV apakah arahnya masih sesuai dengan peraturan BI atau tidak dan apakah pertumbuhannya sesuai dengan ekspektasi pasar.

Sekadar informasi, bank kategori BUKU I yakni bank dengan modal inti di bawah Rp1 triliun, bank BUKU II memiliki modal inti minimum Rp1 triliun hingga di bawah Rp5 triliun, bank BUKU III yakni yang memiliki modal inti minimum Rp5 triliun hingga Rp30 triliun, dan bank kategori BUKU IV memiliki modal inti minimum Rp30 triliun.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KPK: Ruangan Gubernur...
KPK: Ruangan Gubernur BI Turut Digeledah, Ada 2 Tersangka Dugaan Korupsi Dana CSR
Layanan BI-Fast Error,...
Layanan BI-Fast Error, Nasabah CIMB Niaga, BSI, BCA, hingga BNI Mengeluh di Media Sosial
Dugaan Korupsi Dana...
Dugaan Korupsi Dana CSR Bank Indonesia, BI Kooperatif dengan KPK
Bank Indonesia Sebut...
Bank Indonesia Sebut Pemilihan Deputi Gubernur BI Melalui Sistem Meritokrasi
Perry Warjiyo Kembali...
Perry Warjiyo Kembali Terpilih jadi Gubernur BI Periode 2023-2028
Tiga Kandidat Bersaing...
Tiga Kandidat Bersaing Uji Kelayakan Deputi Gubernur BI Hari Ini
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
9 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
9 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
10 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
10 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
11 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
11 jam yang lalu
Infografis
5 Bank BUMN Diguyur...
5 Bank BUMN Diguyur Rp200 Triliun, Segini Rincian Porsinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved