Ini ide BPJS Ketenagakerjaan mengelola jaminan sosial

Minggu, 23 Februari 2014 - 21:00 WIB
Ini ide BPJS Ketenagakerjaan...
Ini ide BPJS Ketenagakerjaan mengelola jaminan sosial
A A A
Sindonews.com - Kepala Biro Sumber Daya Manusia Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Abdul Latif Algaff mengatakan, keberhasilan penyelenggaraan sebuah negara bisa dilihat salah satunya dari cara pemerintahnya mengelola dana jaminan sosial.

Menurutnya, sebuah negara yang gagal mengelola jaminan sosial, dipastikan akan sulit berkembang. Sebagai contoh, lanjut dia, Argentina termasuk salah satu negara yang gagal mengelola dana jaminan sosial.

"Argentina pada 1990 sampai sekarang tidak juga maju karena bolak balik mengevaluasi jaminan sosialnya," papar Latif di Bandung, Jawa Barat, belum lama ini.

Ditambahkannya, permasalahan tersebut tak melulu hanya dihadapi negara-negara berkembang seperti Indonesia. Negara-negara di Eropa nyatanya kini juga tengah menghadapi persoalan serius terkait jaminan sosial.

Banyak penduduk di Eropa yang menuntut dana jaminan sosial sejalan dengan jumlah masyarakat berusia lanjut yang bertambah banyak, lebih banyak ketimbang jumlah penduduk produktifnya.

"Karena yang berusia tua semakin lebih banyak, APBN mereka jebol. Jumlah penduduk usia tua sangat tinggi, jadi yang menikmati dana ini lebih banyak dari yang membayar iuran, ini yang disebut aging population," kata dia.

Untuk itu, lanjut Latif, salah satu cara yang harus dilakukan pemerintah mengatasi kemungkinan munculnya persoalan serupa adalah dengan menaikan batasan usia pensiun dengan harapan penduduk non-produktif yang menikmati dana jaminan sosial bisa ditekan.

Jaminan sosial sosial sendiri sedianya didesain dengan tujuan untuk mencegah kemiskinan karena adanya risiko hilangnya pendapatan seseorang akibat sakit, meninggal, hamil, pensiun dan lain-lain. Dengan adanya dana jaminan sosial, pemerintah sebuah negara berharap bisa mengatasi persoalan tersebut.

Dengan demikian, bila sebuah negara gagal menyelenggarakan jaminan sosial, hampir dapat dipastikan bahwa negara tersebut dapat mengalami kebangkrutan. "Di negara maju, kontribusi jaminan sosial ini sangat besar," pungkasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BPJS Kesehatan Jadi...
BPJS Kesehatan Jadi Syarat Berbagai Pelayanan Publik, Berikut Penjelasannya
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Berikan Kado Kemudahan Klaim Manfaat bagi PMI di Hari Migran Internasional
Target Cakupan BPJS...
Target Cakupan BPJS Ketenagakerjaan
Kerugian BPJS Ketenagakerjaan...
Kerugian BPJS Ketenagakerjaan Capai Rp20 Triliun, Kejagung Dalami Upaya Kesengajaan
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Dukung Grab dan Kementerian UMKM Hadirkan Bantalan Sosial Digital
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Komitmen Perkuat Relasi Media dan Masyarakat
Berita Terkini
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
1 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
1 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
1 jam yang lalu
Pjs Dirut BEI Sebut...
Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Bagus, Ini Buktinya
1 jam yang lalu
Pupuk Kaltim Dorong...
Pupuk Kaltim Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Beragam Program TJSL
2 jam yang lalu
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
3 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved