IHSG berpotensi bergerak di kisaran 4.623-4.666
Senin, 24 Februari 2014 - 09:02 WIB
IHSG berpotensi bergerak di kisaran 4.623-4.666
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi mengalami pelemahan, mengacu pada kondisi negatif bursa Amerika Serikat (AS) serta potensi tren negatif yang juga akan terjadi pada perdagangan bursa regional Asia hari ini.
"IHSG sendiri kami perkirakan berpeluang mengalami pelemahan terbatas pada perdagangan awal pekan ini dengan kisaran pergerakan pada level support 4.623-4.630 dan level resistance 4.659-4.666," ujar analis riset PT Danpac Sekuritas Teuku Hendry Andrean, Senin (24/2/2014).
Menilik lajunya secara historikal, IHSG pada perdagangan akhir pekan lalu (21/2/2014) kembali ditutup dalam kondisi positif dengan besaran penguatan yang cukup signifikan lebih dari 1 persen.
Penguatan IHSG di akhir pekan lalu tersebut terlihat sejalan dengan mayoritas bursa Asia lainnya yang juga turut ditutup menguat di hari tersebut kecuali bursa China dan Filipina.
Tren positif bursa Asia sendiri dipengaruhi oleh tren positif bursa AS malam sebelumnya yang dipicu oleh pertumbuhan aktivitas manufaktur AS di bulan Februari yang melebihi ekspektasi pasar.
Penguatan IHSG di akhir pekan lalu terlihat ditopang oleh penguatan mayoritas sektor industri di dalamnya kecuali sektor perkebunan dan pertambangan. Sementara investor asing kembali terlihat membukukan net buying mencapai Rp588 miliar akhir pekan lalu.
Dari luar negeri, bursa global pada perdagangan akhir pekan lalu terlihat berakhir mixed, di mana bursa eropa terlihat masih ditutup merata menguat sementara bursa AS terlihat ditutup merata melemah sangat tipis atau cenderung flat.
Penguatan yang merata pada bursa eropa di akhir pekan lalu dipengaruhi oleh sentimen positif dari pergerakan bursa AS yang sempat bergerak dalam teritori positif didorong oleh penguatan saham Hewlett Packard dipicu oleh keberhasilan perusahaan teknologi tersebut membukukan penjualan dan laba bersih kuartal IV/2013 yang lebih baik dari perkiraan pasar.
Namun bursa AS justru ditutup dalam kondisi merata negatif meski dengan pelemahan sangat tipis atau cenderung flat, di mana hal ini dipengaruhi oleh data penjualan rumah AS melalui existing home sales per Januari yang melambat melebihi ekspektasi pasar yaitu dari 4,87 juta di bulan Desember 2013 menjadi 4,62 juta di bulan Januari 2014 atau lebih rendah dari level konsensus yang berada pada level 4,68 juta.
"Penutupan negatif bursa AS ini kami perkirakan berpeluang membuat bursa Asia bergerak negatif pada perdagangan awal pekan ini," pungkas dia.
"IHSG sendiri kami perkirakan berpeluang mengalami pelemahan terbatas pada perdagangan awal pekan ini dengan kisaran pergerakan pada level support 4.623-4.630 dan level resistance 4.659-4.666," ujar analis riset PT Danpac Sekuritas Teuku Hendry Andrean, Senin (24/2/2014).
Menilik lajunya secara historikal, IHSG pada perdagangan akhir pekan lalu (21/2/2014) kembali ditutup dalam kondisi positif dengan besaran penguatan yang cukup signifikan lebih dari 1 persen.
Penguatan IHSG di akhir pekan lalu tersebut terlihat sejalan dengan mayoritas bursa Asia lainnya yang juga turut ditutup menguat di hari tersebut kecuali bursa China dan Filipina.
Tren positif bursa Asia sendiri dipengaruhi oleh tren positif bursa AS malam sebelumnya yang dipicu oleh pertumbuhan aktivitas manufaktur AS di bulan Februari yang melebihi ekspektasi pasar.
Penguatan IHSG di akhir pekan lalu terlihat ditopang oleh penguatan mayoritas sektor industri di dalamnya kecuali sektor perkebunan dan pertambangan. Sementara investor asing kembali terlihat membukukan net buying mencapai Rp588 miliar akhir pekan lalu.
Dari luar negeri, bursa global pada perdagangan akhir pekan lalu terlihat berakhir mixed, di mana bursa eropa terlihat masih ditutup merata menguat sementara bursa AS terlihat ditutup merata melemah sangat tipis atau cenderung flat.
Penguatan yang merata pada bursa eropa di akhir pekan lalu dipengaruhi oleh sentimen positif dari pergerakan bursa AS yang sempat bergerak dalam teritori positif didorong oleh penguatan saham Hewlett Packard dipicu oleh keberhasilan perusahaan teknologi tersebut membukukan penjualan dan laba bersih kuartal IV/2013 yang lebih baik dari perkiraan pasar.
Namun bursa AS justru ditutup dalam kondisi merata negatif meski dengan pelemahan sangat tipis atau cenderung flat, di mana hal ini dipengaruhi oleh data penjualan rumah AS melalui existing home sales per Januari yang melambat melebihi ekspektasi pasar yaitu dari 4,87 juta di bulan Desember 2013 menjadi 4,62 juta di bulan Januari 2014 atau lebih rendah dari level konsensus yang berada pada level 4,68 juta.
"Penutupan negatif bursa AS ini kami perkirakan berpeluang membuat bursa Asia bergerak negatif pada perdagangan awal pekan ini," pungkas dia.
(rna)
Lihat Juga :