IHSG masih dihantui aksi profit taking

Rabu, 26 Februari 2014 - 08:28 WIB
IHSG masih dihantui...
IHSG masih dihantui aksi profit taking
A A A
Sindonews.com - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berpeluang tergerus akibat derasnya aksi jual seperti yang terjadi pada mayoritas bursa saham Asia dan Eropa.

Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada memperkirakan IHSG akan berada pada support 4.556-4.561 dan resistance 4.613-4.656.

IHSG sempat dan berakhir berada di bawah kisaran support 4.610-4.615 dan juga sempat di kisaran resisten 4.642-4.670, yang menunjukkan laju IHSG cenderung melemah sekaligus telah melunasi utang gap 4.598-4.613.

"Berlanjutnya candle merah bisa saja memicu aksi angkat jemuran lanjutan. Waspada berlanjutnya potensi downreversal," kata Reza, Rabu (26/2/2014).

Menilik lajunya pada perdagangan kemarin, tampak IHSG mengalami koreksi lanjutan meski selama intraday perdagangan sempat diiringi dengan positifnya laju bursa saham Asia sebelum akhirnya kembali melemah.

Di sisi lain, sentimen dari penguatan rupiah belum dapat mengimbangi derasnya aksi angkat jemuran tersebut. Apalagi jemuran yang diangkat ialah lebih banyak dari saham-saham big cap, sehingga laju IHSG akhirnya melanjutkan posisinya di zona merah berbarengan dengan pembukaan pasar saham Eropa yang melemah dan mulai berkurangnya nett buy asing.

Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level tertinggi 4.643,11 di awal sesi 1 dan menyentuh level tertendah 4.567,87 jelang preclosing dan berakhir di level 4.577,29.

Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.

"Tampaknya laju IHSG sesuai dengan perkiraan kami, di mana sebelumnya kami tuliskan mulai munculnya candle merah bisa saja memberikan pengaruh negatif, sehingga akan dimanfaatkan kembali untuk profit taking dan waspadai akan berlanjutnya potensi downreversal," kata Reza.

Dari luar negeri, pelemahan pada yuan China dan lira Turki telah menyeret laju bursa saham Asia dalam zona merah melanjutkan pelemahan sebelumnya, termasuk juga berlanjutnya pelemahan pada saham-saham properti seiring rilis penurunan pertumbuhan indeks harga rumah China sebelumnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Skenario IHSG untuk...
Skenario IHSG untuk Bertahan di Level 6.300
Rilis Neraca Dagang...
Rilis Neraca Dagang Pengaruhi Pergerakan IHSG Hari Ini
IHSG Akhir Pekan Dibuka...
IHSG Akhir Pekan Dibuka Merayap, Naik Tipis 5,30 Poin
Investor Asing Tak Lagi...
Investor Asing Tak Lagi Borong Saham, IHSG jadi Loyo
Ada Peluang IHSG Terkoreksi...
Ada Peluang IHSG Terkoreksi Hari Ini, Bergerak Terbatas 6.123-6.288
Seharian Bergeming di...
Seharian Bergeming di Zona Hijau, IHSG Ditutup Naik ke 6.289
Berita Terkini
Lompatan Sang Anak Bawang,...
Lompatan Sang 'Anak Bawang', Rahasia Sukses Vietnam Naik Kelas Jadi Berpendapatan Menengah Atas
57 menit yang lalu
TBS Foundation Dukung...
TBS Foundation Dukung Penanganan Kesehatan Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin
3 jam yang lalu
Ruang Kenaikan IHSG...
Ruang Kenaikan IHSG Diprediksi Terbatas Pekan Depan ke Level 5.900, Ini Sebabnya
4 jam yang lalu
Kemenkeu Bidik Raup...
Kemenkeu Bidik Raup Rp32 Triliun lewat Lelang Surat Utang Negara
5 jam yang lalu
Lanjutkan Tren Swasembada...
Lanjutkan Tren Swasembada Pangan RI, Mentan: Sudah 8 Komoditas, Tinggal Tiga Belum
5 jam yang lalu
Sektor Industri Bermasalah,...
Sektor Industri Bermasalah, RI Rawan Disalip Vietnam Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
8 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved