Pertamina setor dividen dan pajak ke negara Rp78,22 T
Kamis, 27 Februari 2014 - 16:55 WIB
Pertamina setor dividen dan pajak ke negara Rp78,22 T
A
A
A
Sindonews.com - PT Pertamina (Persero) menyetor dividen dan pajak sebesar Rp78,22 triliun pada 2013, naik 18,21 persen dibandingkan dengan realisasi 2012 sebesar Rp66,17 triliun menyusul kinerja perusahaan yang terus tumbuh positif.
Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan mengatakan kinerja keuangan yang terus meningkat telah mendongkrak kontribusi Pertamina bagi penerimaan negara, baik dalam bentuk dividen maupun setoran pajak
"Perseroan telah mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan untuk persetujuan Laporan Tahunan dan pengesahan Laporan Keuangan Perseroan Tahun 2013," kata Karen dalam rilisnya di Jakarta, Kamis (27/2/2014).
Dalam RUPS Tahunan tersebut telah dipaparkan evaluasi kinerja perusahaan pada 2013 yang meliputi aspek kinerja operasional dan keuangan, kesehatan perusahaan, Good Corporate Governance dan beberapa kinerja lainnya.
Kinerja keuangan yang terus meningkat telah mendongkrak kontribusi Pertamina bagi penerimaan Negara, baik dalam bentuk dividen maupun setoran pajak.
Kontribusi Pertamina bagi penerimaan Negara pada 2013 mencapai Rp78,22 triliun yang terdiri dari Rp9,5 triliun berupa dividen dan Rp68,72 triliun untuk setoran pajak. Kontribusi tersebut meningkat 18,21 persen dibandingkan tahun 2012 sebesar Rp66,17 triliun.
"Realisasi kinerja keuangan terus meningkat yang tercermin dari raihan laba bersih perusahaan sebesar USD3,07 miliar atau setara Rp32,05 triliun di tahun 2013," jelasnya.
Laba ini meningkat 11 persen dari tahun 2012 yang sebesar USD2,77 miliar atau Rp25,94 triliun. Adapun, pendapatan perusahaan juga tercatat mencapai tingkat tertinggi sebesar USD71,1 miliar atau Rp743,11 triliun, meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2012 yang sebesar USD70,9 miliar atau Rp665,30 triliun.
Pertamina berhasil mencetak laba bersih tahun 2013 senilai USD3,07 miliar atau setara dengan Rp32,05 triliun, naik sekitar 11 persen dibandingkan dengan realisasi tahun 2012 senilai USD2,77 miliar yang setara Rp25,94 triliun.
Kenaikan ini selain disokong oleh peningkatan produksi migas juga oleh pertumbuhan positif bisnis niaga migas, walaupun masih mengalami kerugian sebesar Rp5,7 triliun pada bisnis LPG non-subsidi 12 Kg.
Dengan pencapaian ini maka Pertamina berhasil mempertahankan kinerja keuangan yang positif dalam 5 tahun terakhir dimana laba bersih perusahaan meningkat hampir 97 persen dibandingkan laba tahun 2009 yang tercatat sebesar USD1,55 miliar dan terus meningkat pada tahun-tahun berikutnya.
Adapun,realisasi investasi Pertamina sepanjang 2013 mencapai rekor tertinggi sebesar USD6,87 miliar atau Rp71,8 triliun yang disokong oleh realisasi investasi hulu dan akuisisi blok-blok migas di dalam dan luar negeri. Realisasi tersebut naik 118 persen dibandingkan nilai investasi 2012 yang mencapai USD3,15 miliar.
Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan mengatakan kinerja keuangan yang terus meningkat telah mendongkrak kontribusi Pertamina bagi penerimaan negara, baik dalam bentuk dividen maupun setoran pajak
"Perseroan telah mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan untuk persetujuan Laporan Tahunan dan pengesahan Laporan Keuangan Perseroan Tahun 2013," kata Karen dalam rilisnya di Jakarta, Kamis (27/2/2014).
Dalam RUPS Tahunan tersebut telah dipaparkan evaluasi kinerja perusahaan pada 2013 yang meliputi aspek kinerja operasional dan keuangan, kesehatan perusahaan, Good Corporate Governance dan beberapa kinerja lainnya.
Kinerja keuangan yang terus meningkat telah mendongkrak kontribusi Pertamina bagi penerimaan Negara, baik dalam bentuk dividen maupun setoran pajak.
Kontribusi Pertamina bagi penerimaan Negara pada 2013 mencapai Rp78,22 triliun yang terdiri dari Rp9,5 triliun berupa dividen dan Rp68,72 triliun untuk setoran pajak. Kontribusi tersebut meningkat 18,21 persen dibandingkan tahun 2012 sebesar Rp66,17 triliun.
"Realisasi kinerja keuangan terus meningkat yang tercermin dari raihan laba bersih perusahaan sebesar USD3,07 miliar atau setara Rp32,05 triliun di tahun 2013," jelasnya.
Laba ini meningkat 11 persen dari tahun 2012 yang sebesar USD2,77 miliar atau Rp25,94 triliun. Adapun, pendapatan perusahaan juga tercatat mencapai tingkat tertinggi sebesar USD71,1 miliar atau Rp743,11 triliun, meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2012 yang sebesar USD70,9 miliar atau Rp665,30 triliun.
Pertamina berhasil mencetak laba bersih tahun 2013 senilai USD3,07 miliar atau setara dengan Rp32,05 triliun, naik sekitar 11 persen dibandingkan dengan realisasi tahun 2012 senilai USD2,77 miliar yang setara Rp25,94 triliun.
Kenaikan ini selain disokong oleh peningkatan produksi migas juga oleh pertumbuhan positif bisnis niaga migas, walaupun masih mengalami kerugian sebesar Rp5,7 triliun pada bisnis LPG non-subsidi 12 Kg.
Dengan pencapaian ini maka Pertamina berhasil mempertahankan kinerja keuangan yang positif dalam 5 tahun terakhir dimana laba bersih perusahaan meningkat hampir 97 persen dibandingkan laba tahun 2009 yang tercatat sebesar USD1,55 miliar dan terus meningkat pada tahun-tahun berikutnya.
Adapun,realisasi investasi Pertamina sepanjang 2013 mencapai rekor tertinggi sebesar USD6,87 miliar atau Rp71,8 triliun yang disokong oleh realisasi investasi hulu dan akuisisi blok-blok migas di dalam dan luar negeri. Realisasi tersebut naik 118 persen dibandingkan nilai investasi 2012 yang mencapai USD3,15 miliar.
(gpr)
Lihat Juga :