BPJS Ketenagakerjaan janji layanan tetap prima

Jum'at, 28 Februari 2014 - 10:15 WIB
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan janji layanan tetap prima
A A A
Sindonews.com - Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan melakukan sejumlah pertemuan dengan perusahaan peserta jaminan sosial bahwa tidak akan ada penurunan layanan setelah transformasi badan hukum dari BUMN menjadi lembaga publik.

Direktur Perencanaan Strategis dan Teknologi Informasi, Agus Supriadi pada temu pelanggan di Sanur, Bali mengatakan, setelah status badan hukum berubah pada 1 Januari 2014 maka tidak ada perubahan yang memberi implikasi negatif pada peserta.

"Kartu peserta tetap valid, layanan kami tetap prima, pekerja dan pengusaha tidak perlu khawatir," kata Agus, Jumat (28/2/2014).

Perubahan yang terjadi secara mekanisme kerja, kata Agus adalah sistem pelaporan. Di mana, selama ini diserahkan kepada Kementerian BUMN maka mulai 1 Januari 2014 diserahkan pada Presiden RI, karena BPJS Ketenagakerjaan berada di bawah lembaga kepresidenan.

Dia juga menjelaskan bahwa program yang ada selama ini, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian dan Jaminan Hari Tua tetap berjalan seperti biasa. Sementara, Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) sudah diserahkan ke BPJS Kesehatan sebagaimana amanat UU BPJS.

Pada temu pelanggan se-Bali, Nusatenggara dan Papua (Banuspa) hadir juga Direktur Keuangan BPJS Ketenagakerjaan Herdi Trisanto, Direktur Kepesertaan dan Hubungan Kelembagaan BPJS Ketenagakerjaan Junaedi, Gubernur Bali yang diwakili Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Bali Gusti Agung Ngurah dan pengusaha dari Bali, Nusatenggara dan Papua.

Agus juga menjelaskan bahwa pada saat ini pihaknya masuk pada fase ketiga dalam proses transformasi. Di mana fokus pada kelanjutan dan peningkatan manfaat bagi peserta program. "Transformasi sudah lama disiapkan dan kini sekitar 95 persen sudah berjalan sesuai dengan rencana," katanya.

Dia mengakui, jumlah peserta program saat ini sekitar 12,2 juta peserta aktif dan ditargetkan pada 2019 seluruh pekerja formal atau sekitar 110 juta pekerja menjadi peserta jaminan sosial.

Mulai tahun ini, BPJS Ketenagakerjaan akan fokus pada pekerja informal yang memiliki karakteristik khusus. Yakni sangat beragam, mudah berpindah-pindah, rentan pada kelangsungan kerja dan relatif mandiri.

Sementara, Kadinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi yang mewakili Gubernur Bali, Made Mangku Pastika mengatakan, pihaknya mendiriikan pos-pos pelayanan di dinas-dinas ketenagakerjaan se Bali agar bisa memberikan arahan dan layanan pada peserta jaminan sosial ketenagakerjaan dan kesehatan yang memerlukan informasi.

Menurutnya, di lapangan masih ditemukan masalah pada pengalihan layanan JPK dari BPJS Ketenagakerjaan ke BPJS Kesehatan. Kondisi tersebut juga ditemukan di sejumlah daerah lainnya.

Sebelumnya, Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Ahmad Riyadi mengatakan bahwa koordinasi dan tawaran magang bagi karyawan PT Askes (kini BPJS Kesehatan) sudah dilakukan.

"Dia berharap pada masa transisi ini kualitas layanan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan akan semakin baik," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BPJS Kesehatan Jadi...
BPJS Kesehatan Jadi Syarat Berbagai Pelayanan Publik, Berikut Penjelasannya
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Berikan Kado Kemudahan Klaim Manfaat bagi PMI di Hari Migran Internasional
Target Cakupan BPJS...
Target Cakupan BPJS Ketenagakerjaan
Kerugian BPJS Ketenagakerjaan...
Kerugian BPJS Ketenagakerjaan Capai Rp20 Triliun, Kejagung Dalami Upaya Kesengajaan
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Dukung Grab dan Kementerian UMKM Hadirkan Bantalan Sosial Digital
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Komitmen Perkuat Relasi Media dan Masyarakat
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
1 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
1 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
2 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
3 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
3 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
4 jam yang lalu
Infografis
Ini Alasan Harvey Moeis...
Ini Alasan Harvey Moeis dan Sandra Dewi Masuk Daftar Penerima Bantuan BPJS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved