OJK akui minimnya masyarakat investasi pasar modal
Jum'at, 28 Februari 2014 - 11:26 WIB
OJK akui minimnya masyarakat investasi pasar modal
A
A
A
Sindonews.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengakui masih memiliki tugas berat untuk mengajak masyarakat Indonesia agar melek investasi. Pasalnya, dari total penduduk Indonesia 240 juta, baru 0,2 persen yang berinvestasi di pasar modal.
"Memang sekarang belum sesuai harapan kita dari jumlah penduduk Indonesia, hanya 0,2 persen yang masuk dalam pasar modal," kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Nurhaida di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (28/2/2014).
Menurutnya, penyebab utama yang menjadi biang keladi masih sedikitnya masyarakat yang masuk pasar modal ini adalah masih kurangnya pemahaman masyarakat tentang pasar modal.
"Berdasarkan survei OJK, hanya 4 persen yang paham pasar modal dari responden yang ada. Dari 4 persen itu yang manfaatkan faslitas pasar modal hanya 0,1 persen. Ini PR kita semua, kita harus edukasi masyarakat," ujarnya.
Kendala lainnya, lanjut dia, masih terbatasnya akses masyarakat untuk masuk pasar modal. "Bagaimana masuk ke pasar modal kalau aksesnya sulit. Ini lebih kurangnya terkait akses yang lebih mudah dan pelayanan yang lebih baik," pungkas Nurhaida.
"Memang sekarang belum sesuai harapan kita dari jumlah penduduk Indonesia, hanya 0,2 persen yang masuk dalam pasar modal," kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Nurhaida di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (28/2/2014).
Menurutnya, penyebab utama yang menjadi biang keladi masih sedikitnya masyarakat yang masuk pasar modal ini adalah masih kurangnya pemahaman masyarakat tentang pasar modal.
"Berdasarkan survei OJK, hanya 4 persen yang paham pasar modal dari responden yang ada. Dari 4 persen itu yang manfaatkan faslitas pasar modal hanya 0,1 persen. Ini PR kita semua, kita harus edukasi masyarakat," ujarnya.
Kendala lainnya, lanjut dia, masih terbatasnya akses masyarakat untuk masuk pasar modal. "Bagaimana masuk ke pasar modal kalau aksesnya sulit. Ini lebih kurangnya terkait akses yang lebih mudah dan pelayanan yang lebih baik," pungkas Nurhaida.
(izz)
Lihat Juga :