Neraca perdagangan RI terancam pasar bebas

Minggu, 02 Maret 2014 - 12:23 WIB
Neraca perdagangan RI...
Neraca perdagangan RI terancam pasar bebas
A A A
Sindonews.com - Adanya pasar bebas di ASEAN memungkinkan setiap negara memperoleh pasar yang jauh lebih luas dari pasar Indonesia. Dengan demikian, memungkinkan masyarakat dari berbagai negara mengimpor barang.

Asisten SKP Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Eddy Cahyono mengatakan, pasar bebas juga berarti membuka peluang membanjirnya produk-produk impor ke dalam pasar domestik, yang apabila tidak disikapi dengan tepat, akan dapat mengganggu stabilitas perekonomian.

"Manfaat nyata sangat tergantung dari kepiawaian menggunakan pisau tersebut, oleh karena itu diperlukan kesungguhan dan kerja keras kita semua dalam mentransformasi globalisasi ekonomi menjadi faktor pengungkit akselerasi pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan," kata dia seperti dilansir dari Setkab, Minggu (1/3/2014).

Menurutnya, dengan tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak negatif dari globalisasi bidang ekonomi, terutama di sektor perdagangan yang mengakibatkan arus masuk perdagangan luar negeri semakin deras, membanjirnya produk impor yang bila tidak dikendalikan dapat menyebabkan defisit perdagangan nasional.

"Salah satu efek dari globalisasi adalah terjadinya perkembangan sistem perdagangan luar negeri yang lebih bebas. Perkembangan ini menyebabkan negara-negara berkembang tidak dapat lagi menggunakan tarif yang tinggi untuk memberikan proteksi kepada industri baru yang berkembang (infant industry)," katanya.

"Akibatnya, perdagangan luar negeri yang lebih bebas menimbulkan hambatan kepada negara berkembang untuk memajukan sektor industri domestik yang lebih cepat," lanjut dia.

Dia menjelaskan, apabila suatu negara tidak mampu bersaing, maka ekspornya tidak akan berkembang pula. "Keadaan ini dapat memperburuk kondisi neraca pembayaran negara yang bersangkutan karena akan cenderung terjadi penurunan nilai surplus ekspor, sehingga perolehan devisa akan menurun," tukas dia.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Neraca Perdagangan Indonesia...
Neraca Perdagangan Indonesia pada Januari 2025 Catat Surplus USD 3,45 Miliar
Polda Jateng Ungkap...
Polda Jateng Ungkap 28 Kasus TPPO dalam 20 Hari, 29 Pelaku Ditangkap
Gagalkan Perdagangan...
Gagalkan Perdagangan Orang ke Malaysia, Ditpolair Amankan Satu Nahkoda Speed Boat
Penangkapan Kawanan...
Penangkapan Kawanan Pelaku TPPO di Banten
Top! Surplus Neraca...
Top! Surplus Neraca Dagang Tertinggi Sejak 9 Tahun Terakhir
Perdagangan Dunia Tahun...
Perdagangan Dunia Tahun Ini Mengalami Perlambatan 10,4%
Berita Terkini
Rupiah Belum Menjauh...
Rupiah Belum Menjauh dari Level Rp18.068 per USD, Intip 2 Sentimen Penyebabnya
56 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pastikan SPBU di Medan Beroperasi Normal
1 jam yang lalu
Kopdes Merah Putih di...
Kopdes Merah Putih di Melawai Baru Cuan Rp78 Ribu dalam 6 Bulan, Menkop Ferry Buka Suara
1 jam yang lalu
Jasa Marga Perkuat Penciptaan...
Jasa Marga Perkuat Penciptaan Nilai Berkelanjutan, Selaras Arah Transformasi Danantara
1 jam yang lalu
IHSG Berakhir Menghijau...
IHSG Berakhir Menghijau di 6.041, Transaksi Tembus Rp11,3 Triliun
2 jam yang lalu
Tips MotionTrade: Strategi...
Tips MotionTrade: Strategi Buy on Weakness & Buy on Breakout Sesuai Kondisi Pasar
3 jam yang lalu
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved