PMDN di Sulsel alami perlambatan pertumbuhan

Senin, 03 Maret 2014 - 10:35 WIB
PMDN di Sulsel alami...
PMDN di Sulsel alami perlambatan pertumbuhan
A A A
Sindonews.com - Realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Sulawesi Selatan (Sulsel) juga menunjukkan perlambatan pertumbuhan. Realisasi PMDN sepanjang 2013 tercatat bernilai Rp921,02 miliar, jauh lebih kecil dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp2,32 triliun atau terkoreksi Rp1,39 triliun.

"Melemahnya investasi memberikan dampak pada perlambatan ekonomi Sulsel pada 2013, di mana investasi yang memberikan sumbangan pertumbuhan 4,8 persen pada 2012 menurun menjadi 2,32 persen," jelas Kepala Kantor Perwakilan BI Sulampua Suhaedi, akhir pekan lalu.

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan, untuk menarik investor agar mau menanam modal di daerah ini, Sulsel harus berebut dengan provinsi lain di Indonesia terutama di Pulau Jawa. Apalagi investor asing memberi kontribusi cukup tinggi dalam raihan PDRB.

Karena itu, pemerintah daerah memang dituntut harus bisa mempresentasikan kebutuhan investasi dengan baik untuk mendapatkan win-win solution yang nantinya menguntungkan pemerintah, masyarakat, dan investor.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Sulsel, Arifin Daud mengatakan, pada 2014, Sulsel menargetkan investasi sebesar Rp10 triliun atau lebih tinggi dari target yang diberikan oleh pemerintah pusat yang hanya Rp6,74 triliun.

Pihaknya optimis mampu meraih target karena pemerintah provinsi sudah menyiapkan beberapa skema kebijakan untuk menarik investor baik dalam maupun luar negeri.

"Kebijakan tersebut berupa fasilitasi perusahaan dengan menghilangkan pungutan saat pendaftaran perusahaan," jelasnya.

Sementara, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulsel, Zulkarnain Arief meminta dalam setiap kebijakan harus bersinergi terhadap pemberdayaan pengusaha lokal.

Sehingga, jika ada keterlibatan investor dari luar sulsel dalam proyek pembangunan di Sulsel, Pemrov Sulsel juga harus mensyaratkan investor bersangkutan menggandeng investor lokal dengan kontribusi minimal 30 persen.

"Ini untuk menghadapi kesenjangan antara pengusaha lokal dan asing. Apalagi kita punya banyak teman pengusaha. Jadi silakan datang tapi gandenglah pengusaha lokal," katanya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
CPI Rilis Dasbor Pembiayaan...
CPI Rilis Dasbor Pembiayaan Listrik, Soroti Lonjakan Investasi EBT
Bijak Memilih, Berikut...
Bijak Memilih, Berikut Tips Aman Berinvestasi di Aset Digital
Daftar 14 Investasi...
Daftar 14 Investasi Ilegal yang Distop Satgas Waspada Investasi
Korban Dugaan Investasi...
Korban Dugaan Investasi Bodong Tanyakan Kelanjutan Kasusnya ke OJK
Penipuan Investasi Bodong...
Penipuan Investasi Bodong Dengan Kedok Investasi Beras
Thong Guan Industries...
Thong Guan Industries Bhd Investasi di KIT Batang Jawa Tengah
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
5 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
6 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
6 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
7 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
7 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
8 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved