Harga pangan terkendali, inflasi Februari 0,26%
Senin, 03 Maret 2014 - 11:30 WIB
Harga pangan terkendali, inflasi Februari 0,26%
A
A
A
Sindonews.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan adanya penurunan angka inflasi pada bulan Februari menjadi sebesar 0,26 persen dibanding bulan Januari yang mencapai 1,07 persen
Deputi Statistik Produksi BPS Adi Lumaksono mengatakan, turunnya angka inflasi bulanan ini lantaran mulai terkendalinya sejumlah harga barang kebutuhan pokok serta mulai stabilnya nilai tukar rupiah.
Jika dilihat secara year on year (Yoy), dia menjelaskan, inflasi mencapai 7,75 persen. Adapun inflasi inti tercatat 0,37 persen dengan yoy sebesar 4,57 persen.
"Inflasi Februari itu 0,26 persen, jadi inflasi tahun kalender 1,33 persen. Ini inflasi komponen inti yang cukup tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya," kata dia di Gedung BPS, Jakarta, Senin (3/3/2014).
Dia menuturkan, dari 82 kota Indeks Harga Konsumen (IHK), 55 kota mengalami inflasi dan 27 kota deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Pontianak sebesar 2,73 persen dan terendah berada di Probolinggo sebesar 0,02 persen. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Sibolga sebesar 2,43 persen.
Adi mengungkapkan, masih tercatatnya inflasi di tengah membaikanya data makro ekonomi Tanah Air, terutama disumbang kenaikan harga makanan jadi dan rokok.
"Sumbangan terbesar datang dari makanan jadi dan rokok juga beberapa yang lain," tutur dia.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo sebelumnya memprediksi, inflasi Februari 2014 di bawah 1 persen. Sedangkan Menteri Keuangan M Chatib Basri memperkirakan, inflasi bulan lalu di bawah 0,5 persen.
Sementara BPS sebelumnya memprediksi bahwa inflasi bulan kedua tahun ini di bawah inflasi bulan sebelumnya sebesar 1,07 persen. Itu karena didukung banjir yang mulai mereda, sehingga jalur distribusi tak lagi mengalami hambatan.
Sementara pada Januari 2014, inflasi terjadi karena gangguan distribusi makanan akibat banjir di sejumlah wilayah. Inflasi pada Januari 2014 relatif tinggi dari rata-rata inflasi pada bulan yang sama selama lima tahun terakhir ini.
BPS mencatat, inflasi Januari 2013 sebesar 1,03 persen, inflasi Januari 2012 mencapai 0,76 persen, inflasi Januari 2011 sekitar 0,89 persen, inflasi Januari 2010 hanya 0,84 persen dan pada Januari 2009 mencatat deflasi 0,07 persen.
Inflasi Februari tahun ini lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Inflasi Februari 2013 merupakan yang tertinggi dalam satu dekade. Inflasi pada Februari tahun lalu mencapai 0,75 persen karena fluktuasinya harga pangan pada saat itu.
Deputi Statistik Produksi BPS Adi Lumaksono mengatakan, turunnya angka inflasi bulanan ini lantaran mulai terkendalinya sejumlah harga barang kebutuhan pokok serta mulai stabilnya nilai tukar rupiah.
Jika dilihat secara year on year (Yoy), dia menjelaskan, inflasi mencapai 7,75 persen. Adapun inflasi inti tercatat 0,37 persen dengan yoy sebesar 4,57 persen.
"Inflasi Februari itu 0,26 persen, jadi inflasi tahun kalender 1,33 persen. Ini inflasi komponen inti yang cukup tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya," kata dia di Gedung BPS, Jakarta, Senin (3/3/2014).
Dia menuturkan, dari 82 kota Indeks Harga Konsumen (IHK), 55 kota mengalami inflasi dan 27 kota deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Pontianak sebesar 2,73 persen dan terendah berada di Probolinggo sebesar 0,02 persen. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Sibolga sebesar 2,43 persen.
Adi mengungkapkan, masih tercatatnya inflasi di tengah membaikanya data makro ekonomi Tanah Air, terutama disumbang kenaikan harga makanan jadi dan rokok.
"Sumbangan terbesar datang dari makanan jadi dan rokok juga beberapa yang lain," tutur dia.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo sebelumnya memprediksi, inflasi Februari 2014 di bawah 1 persen. Sedangkan Menteri Keuangan M Chatib Basri memperkirakan, inflasi bulan lalu di bawah 0,5 persen.
Sementara BPS sebelumnya memprediksi bahwa inflasi bulan kedua tahun ini di bawah inflasi bulan sebelumnya sebesar 1,07 persen. Itu karena didukung banjir yang mulai mereda, sehingga jalur distribusi tak lagi mengalami hambatan.
Sementara pada Januari 2014, inflasi terjadi karena gangguan distribusi makanan akibat banjir di sejumlah wilayah. Inflasi pada Januari 2014 relatif tinggi dari rata-rata inflasi pada bulan yang sama selama lima tahun terakhir ini.
BPS mencatat, inflasi Januari 2013 sebesar 1,03 persen, inflasi Januari 2012 mencapai 0,76 persen, inflasi Januari 2011 sekitar 0,89 persen, inflasi Januari 2010 hanya 0,84 persen dan pada Januari 2009 mencatat deflasi 0,07 persen.
Inflasi Februari tahun ini lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Inflasi Februari 2013 merupakan yang tertinggi dalam satu dekade. Inflasi pada Februari tahun lalu mencapai 0,75 persen karena fluktuasinya harga pangan pada saat itu.
(rna)
Lihat Juga :