Harga bawang dan cabai merah tekan inflasi

Senin, 03 Maret 2014 - 13:30 WIB
Harga bawang dan cabai...
Harga bawang dan cabai merah tekan inflasi
A A A
Sindonews.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, mulai adanya kestabilan harga sejumlah bahan pokok, seperti bawang merah, cabai merah dan daging ayam. Hal ini membuat angka inflasi Februari lebih rendah dibanding Januari 2014.

"Bawang merah memberi andil deflasi 0,10 persen, harga bawang merah turun 17,42 persen, karena pasokan mencukupi. Kemudian Cabai merah memberi andil deflasi 0,10 persen, harga cabai merah turun 12,56 persen," kata Deputi Statistik produksi BPS, Adi Lumaksono di gedung BPS, Jakarta, Senin (3/3/2014).

Sementara, daging ayam memberi andil deflasi 0,02 persen, karena ada penurunan harga sebesar 1,56 persen. Adi juga mencatatkan adanya penurunan harga pada bahan bakar rumah tangga yang berimbas memberi andil deflasi 0,64 persen.

"Ini karena harga elpiji yang sempat naik tinggi pada Januari kemudian turun lagi," ujarnya.

Meski demikian, lanjut dia, masih tingginya harga produk makanan jadi dan rokok serta tembakau menyebabkan RI masih harus menelan pil inflasi di Februari meski nilainya tak setinggi Januari.

BPS sendiri mencatat, setidaknya ada delapan faktor penyebab utama Indonesia masih mencatatkan inflasi di bulan ke dua tahun ini.

Menurutnya, beras memberi andil inflasi 0,05 persen. Di mana, harga beras naik 1,47 persen selama Februari 2014. "Ini karena pasokan yang terhambat, kenaikan harga beras tertinggi di Tanjung dan Bekasi, ikan segar memberi andil inflasi 0,05 persen," terangnya.

Selain itu, harga ikan yang tercatat naik 3,07 persen, akibat pasokan ikan berkurang karena cuaca. Sementara, untuk cabai rawit memberi andil inflasi 0,03 persen.

Harga cabai rawit naik 17,43 persen yang dikarenakan pasokan berkurang akibat musim hujan dan dampak dari letusan Gunung Kelud. "Harga cabai rawit tertinggi di Merauke dan Singkawang," tambah dia.

Di sisi lain, emas perhiasan memberi andil inflasi 0,02 persen. Harga emas perhiasan naik 8,05 persen lantaran terdampak dari pasar internasionl. Harga emas tertinggi terjadi di Manado.

"Tarif kontrak rumah memberi andil inflasi 0,02 persen. Harga kontrak rumah naik 0,81 persen, ini karena meningkatnya sewa rumah. Tertinggi di Tanjung Pandan. Bayam memberi andil inflasi 0,02. Harga bayam naik 0,43 persen, ini karena curah hujan yang tinggi yang membuat produksinya berkurang," tutur Adi.

Angkutan udara, kata dia, juga memberi andil inflasi 0,02 persen. Di mana, harga tiket angkutan udara naik 1,43 persen, ini karena permintaan meningkat. Harga tiket pesawat tertinggi naik di Pontianak.

Terakhir adalah kenaikan harga rokok filter memberi andil inflasi 0,02 persen. "Harga rokok filter naik 1,59 persen, ini dampak dari kenaikan pajak daerah. Harga rokok filter tertinggi di Denpasar dan Bandung," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Terima Data Inflasi...
Terima Data Inflasi 2,84% dan Pertumbuhan Ekonomi 5,11%, Jokowi: Segar kalau Seperti Ini
Inflasi Bulan Maret...
Inflasi Bulan Maret 2025 Mencapai 1,65 Persen
Badan Pusat Statistik...
Badan Pusat Statistik : Inflasi 2021 Capai 1,87 Persen
Inflasi Mei Diperkirakan...
Inflasi Mei Diperkirakan Mencapai 0,31 Persen
Prediksi Inflasi September...
Prediksi Inflasi September 2022 Efek Kenaikan Harga BBM
Angka Inflasi Jawa Barat...
Angka Inflasi Jawa Barat Tertinggi
Berita Terkini
TBS Foundation Dukung...
TBS Foundation Dukung Penanganan Kesehatan Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin
1 jam yang lalu
Ruang Kenaikan IHSG...
Ruang Kenaikan IHSG Diprediksi Terbatas Pekan Depan ke Level 5.900, Ini Sebabnya
2 jam yang lalu
Kemenkeu Bidik Raup...
Kemenkeu Bidik Raup Rp32 Triliun lewat Lelang Surat Utang Negara
3 jam yang lalu
Lanjutkan Tren Swasembada...
Lanjutkan Tren Swasembada Pangan RI, Mentan: Sudah 8 Komoditas, Tinggal Tiga Belum
3 jam yang lalu
Sektor Industri Bermasalah,...
Sektor Industri Bermasalah, RI Rawan Disalip Vietnam Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
5 jam yang lalu
Pakar Ungkap Kalkulasi...
Pakar Ungkap Kalkulasi Soal Alasan Harga Pertamax Belum Turun
7 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved