Neraca perdagangan RI defisit USD430,6 juta

Senin, 03 Maret 2014 - 14:20 WIB
Neraca perdagangan RI...
Neraca perdagangan RI defisit USD430,6 juta
A A A
Sindonews.com - Tingginya permintaan perangkat telepon selular (ponsel) dan perangkat komunikasi elektronik lainnya telah meningkatkan volume impor perangkat tersebut, yang pada akhirnya berimbas pada defisitnya neraca perdagangan di Tanah Air.

Deputi Bidang Statistik dan Produksi Badan Pusat Statistik (BPS) Adi Lumaksono menerangkan, bila dilihat dari segi volume, jumlah ekspor menujukkan besaran yang lebih tinggi dibanding volume impor.

Sayangnya, Indonesia tetap harus merasakan pahitnya catatan neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2014 yang defisit USD430,6 juta lantaran nilai ekspor nasional pada Januari tercatat hanya mencapai USD14,48 miliar, sementara impor lebih besar hingga USD14,92 miliar.

"Dari sisi volume terbalik. Volume ekspor 47,79 juta ton dan impor 11,62 juta ton. Ekspor kita banyak di batu bara, tapi kita impor juga ponsel. Dari sisi berat, ya beratan batu bara, tapi dari harganya mahalan ponsel, makanya berbanding terbalik," kata Adi di Gedung BPS, Jakarta, Senin (3/3/2014).

BPS, Adi menjelaskan, mencatatkan ekspor nonmigas pada Januari turun 5,79 persen dibandingkan bulan yang sama tahun lalu sebesar USD15,38 miliar. Nilai ekspor mencapai puncaknya pada November-Desember 2013.

Adi menambahkan, penurunan ekspor tersebut terjadi akibat pemberlakuan Undang-Undang Mineral dan Batu Bara (UU Minerba) sejak 12 Januari 2014.

"Hal itu menyebabkan komoditas sudah tidak tercatat dalam ekspor," imbuh dia.

Di sisi lain, ekspor nonmigas untuk bijih besi dan logam tercatat turun 70,13 persen usai pelarangan ekspor bahan mineral mentah. Sementara untuk impor nonmigas pada Januari tercatat USD14,92 miliar, turun 3,46 persen dibandingkan Januari 2013 sebesar USD15,45 miliar.

Namun demikian, impor nonmigas pada Januari tahun ini naik menjadi USD11,36 miliar dibandingkan Desember 2013. "Impor migas turun 15,81 persen pada Januari 2014 terhadap Desember 2013 menjadi USD3,55 miliar," pungkas dia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Neraca Perdagangan Indonesia...
Neraca Perdagangan Indonesia pada Januari 2025 Catat Surplus USD 3,45 Miliar
Neraca Perdagangan Agustus...
Neraca Perdagangan Agustus 2024 Surplus
Top! Surplus Neraca...
Top! Surplus Neraca Dagang Tertinggi Sejak 9 Tahun Terakhir
Januari - November 2020,...
Januari - November 2020, Neraca Perdagangan Jatim Defisit
Juara Lawan AS, Neraca...
Juara Lawan AS, Neraca Dagang RI Keok dengan Thailand
Ekspor Terus Turun,...
Ekspor Terus Turun, Ekonom Khawatir Akan Ada PHK Massal
Berita Terkini
TBS Foundation Dukung...
TBS Foundation Dukung Penanganan Kesehatan Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin
2 jam yang lalu
Ruang Kenaikan IHSG...
Ruang Kenaikan IHSG Diprediksi Terbatas Pekan Depan ke Level 5.900, Ini Sebabnya
3 jam yang lalu
Kemenkeu Bidik Raup...
Kemenkeu Bidik Raup Rp32 Triliun lewat Lelang Surat Utang Negara
4 jam yang lalu
Lanjutkan Tren Swasembada...
Lanjutkan Tren Swasembada Pangan RI, Mentan: Sudah 8 Komoditas, Tinggal Tiga Belum
4 jam yang lalu
Sektor Industri Bermasalah,...
Sektor Industri Bermasalah, RI Rawan Disalip Vietnam Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
6 jam yang lalu
Pakar Ungkap Kalkulasi...
Pakar Ungkap Kalkulasi Soal Alasan Harga Pertamax Belum Turun
8 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved