Inflasi di Sulsel Februari 0,30%
Senin, 03 Maret 2014 - 15:48 WIB
Inflasi di Sulsel Februari 0,30%
A
A
A
Sindonews.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatat laju inflasi Februari 2014 tembus 0,43 persen. Hal tersebut dipicu naiknya harga komoditi, khusunya kelompok makanan jadi dan minuman.
Kepala BPS Sulsel, Nursam Salam Dalle mengatakan, inflasi pada Februari ini paling besar disumbang oleh indeks kelompok pengeluaran sandang sebesar 0,98 persen disusul kelompok kesehatan 0,70 persen dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,56 persen.
"Komoditas bahan makanan yang mengalami kenaikan dan memberikan andil inflasi cukup signifikan, antara lain nasi dengan lauk, teri basah, cumi-cumi, kacang panjang dan beberapa bahan makanan lainnya," kata dia, Senin (3/3/2014).
Menurutnya, kenaikan harga komoditas disebabkan oleh buruknya cuaca. Karena itu, diharapkan inflasi bisa tertekan seiring panen yang akan dilakukan pada Maret.
Meski demikian, laju inflasi Sulsel sedikit tertekan seiring dengan deflasi kelompok pengeluaran bahan makanan dan kelompok pendidikan.
Sementara, secara regional Sulawesi, kota IHK Sulsel yakni Watampone tercatat sebagai kota yang mengalami inflasi tertinggi di Pulau Sulawesi yang mencapai 0,99 persen pada Februari 2014.
Laju inflasi tertinggi berdasarkan tahun ke tahun terjadi di Bulukumba sebesar 14,51 persen diikuti Watampone 7,51 persen. Kota lainnya di Sulsel yakni Palopo 6,67 persen, Makassar 5,72 persen dan Parepare 5,61 persen.
Kepala BPS Sulsel, Nursam Salam Dalle mengatakan, inflasi pada Februari ini paling besar disumbang oleh indeks kelompok pengeluaran sandang sebesar 0,98 persen disusul kelompok kesehatan 0,70 persen dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,56 persen.
"Komoditas bahan makanan yang mengalami kenaikan dan memberikan andil inflasi cukup signifikan, antara lain nasi dengan lauk, teri basah, cumi-cumi, kacang panjang dan beberapa bahan makanan lainnya," kata dia, Senin (3/3/2014).
Menurutnya, kenaikan harga komoditas disebabkan oleh buruknya cuaca. Karena itu, diharapkan inflasi bisa tertekan seiring panen yang akan dilakukan pada Maret.
Meski demikian, laju inflasi Sulsel sedikit tertekan seiring dengan deflasi kelompok pengeluaran bahan makanan dan kelompok pendidikan.
Sementara, secara regional Sulawesi, kota IHK Sulsel yakni Watampone tercatat sebagai kota yang mengalami inflasi tertinggi di Pulau Sulawesi yang mencapai 0,99 persen pada Februari 2014.
Laju inflasi tertinggi berdasarkan tahun ke tahun terjadi di Bulukumba sebesar 14,51 persen diikuti Watampone 7,51 persen. Kota lainnya di Sulsel yakni Palopo 6,67 persen, Makassar 5,72 persen dan Parepare 5,61 persen.
(izz)
Lihat Juga :