Semarang gandeng BNI optimalkan penerimaan PBB

Kamis, 06 Maret 2014 - 19:12 WIB
Semarang gandeng BNI...
Semarang gandeng BNI optimalkan penerimaan PBB
A A A
Sindonews.com - Pemerintah Kota Semarang menggandeng Bank BNI Wilayah Semarang untuk penerimaan dan penyimpanan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) 2014. Diharapkan dengan adanya kerja sama tersebut, pendapatan pajak dari sektor PBB mengalami kenaikan.

Kerja sama penerimaan dan penyimpanan hasil PBB 2014, ditandatangani oleh Kepala BNI Cabang Karangayu Djoko Widodo dengan kepala Dinas Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kota Semarang Yudi Mardiana, di Kantor Wilayah BNI Semarang, Kamis (6/3/2014).

Kepala DPKAD Yudi Mardiana mengatakan, melalui kerja sama tersebut diharapkan pendapatan dari sektor PBB, mengalami kenaikan. Pemerintah Kota Semarang menargetkan, pendapatan sektor PBB tahun ini mampu mencapai Rp180 miliar, naik dari tahun sebelumnya yang ditargetkan Rp170 miliar.

Dia menyebutkan, PAD Kota Semarang yang mencapai Rp800 miliar setiap tahun, 25 persennya merupakan kontribusi dari pendapatan PBB. Sehingga bisa dikatakan kontribusi PBB pada PAD Kota Semarang cukup besar.

“Tahun lalu kita target pendapatan Rp170 miliar dan realisasi penerimaannya bisa mencapai Rp190 miliar. Tahun ini kita target Rp180 diharapkan mampu direalisasikan sampai Rp200 miliar,” jelasnya, usai penendatanganan kerja sama.

Dia yakin dengan berbagai fasilitan yang diberikan oleh BNI, akan semakin memudahkan warga Kota Semarang untuk melakukan pembayaran PBB. Terlebih, sudah semua outlet BNI di Kota Semarang sudah bisa melayani pembayaran PBB.

“Jumlah wajib pajak kita sekitar 500 ribu, dan ini akan terus kita maksimalkan supaya pendapatan dari sektor PBB terus meningkat,” imbuhnya.

Kepala Cabang BNI Karangayu Djoko Widodo menyatakan, dari kerja sama tersebut diharapan pembayaran PBB melalui Bank BNI, mampu tembus diangka Rp35 miliar.

Dia mengatakan, meskipun dalam kerja sama tersebut dengan BNI Cabang Karangayu, namun pembayaran tidak hanya bisa dilakukan di BNI Karangayu, melainkan di seluruh outlet BNI yang ada di Semarang.

”Target minimal kita Rp35 miliar diharapkan bisa lebih, karena 35 outlet BNI yang ada di Semarang bisa melayani pembayaran PBB,” ucapnya.

Untuk transaksinya sendiri, kata Djoko, cukup mudah. Masyarkat cukup datang ke outlet BNI, dengan menujukan lembar PBB. Selain itu, hari Sabtu dan Minggu BNI juga tetap memberikan pelayanan khusus di BNI DP Mal.

CEO BNI Wilayah Semarang, Iwan Abdi menambahkan, pihak BNI membuka pintu lebar-lebar kepada setiap Kabupaten/Kota yang ada di Jateng dan DIY yang ingin bekerja sama untuk penerimaan PBB.

“Selain PBB, kita saat ini juga sudah bisa melayani pembayaran PDAM. Dengan begini akan semakin memudahkan setiap nasabah dan melakukan pembayaran. Prinsipnya kami mensuport program dari pemerintah. Jadi kami juga akan mengembangkan di daerah lain selain Semarang,” tambahnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Cara Bayar Pajak Online...
Cara Bayar Pajak Online lewat Tokopedia Khusus Warga DKI Jakarta
Pemkab Jayapura Bebaskan...
Pemkab Jayapura Bebaskan Pajak Daerah dan Retribusi
Bayar Retribusi di Jakarta...
Bayar Retribusi di Jakarta Kini Lebih Praktis, Bisa Lewat Aplikasi, QRIS hingga Minimarket
Warga Jakarta Perlu...
Warga Jakarta Perlu Tahu: Ini Perbedaan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah
Pedagang Pasar Sentral...
Pedagang Pasar Sentral Sinjai Keluhkan Kenaikan Retribusi
Museum Wayang Jakarta...
Museum Wayang Jakarta Dorong Retribusi Daerah lewat Wisata Budaya
Berita Terkini
SYAFIF 2026 di Banjarmasin,...
SYAFIF 2026 di Banjarmasin, Prudential Syariah Gencarkan Literasi Keuangan
9 menit yang lalu
Pasar Mulai Cemas, Mata...
Pasar Mulai Cemas, Mata Uang Rupee India Kehabisan Napas justru Saat Dolar AS Lemah
28 menit yang lalu
Cadangan Devisa Indonesia...
Cadangan Devisa Indonesia per Juni 2026 Naik jadi USD145,6 Miliar
1 jam yang lalu
Istana Sebut Tarif Listrik...
Istana Sebut Tarif Listrik Harusnya Naik, tapi Daya Beli Jadi Prioritas
2 jam yang lalu
Harga Emas Lebih Murah,...
Harga Emas Lebih Murah, Hari Ini Turun Rp15 Ribu jadi Rp2.655.000 per Gram
3 jam yang lalu
IHSG Kokoh di Zona Hijau,...
IHSG Kokoh di Zona Hijau, Hari Ini Dibuka Menguat ke 5.933
3 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Diskon Bayar PBB-P2 Tahun 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved