Budidaya udang-padi perkuat pendapatan daerah

Sabtu, 08 Maret 2014 - 18:30 WIB
Budidaya udang-padi...
Budidaya udang-padi perkuat pendapatan daerah
A A A
Sindonews.com - Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif Cicip Sutardjo mengatakan, kementeriannya terus meningkatkan kesejahteraan nelayan dan melakukan pembudidaya.

Menurutnya, untuk peningkatan produksi udang, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengembangkan program Ugadi, yakni program minapadi yang dipadu dengan budidaya udang galah.

Program ini mengoptimalkan fungsi lahan sawah irigasi. Potensi usaha Ugadi lebih besar dibandingkan dengan usaha minapadi dengan komoditas lainnya. "Omzet kegiatan usaha ini mencapai puluhan juta rupiah, sehingga berkontribusi memperkuat pendapatan daerah," kata dia seperti dikutip dari situs KKP, Sabtu (8/3/2014).

Dia menjelaskan, salah satu fokus pembangunan kelautan dan perikanan adalah pengembangan perikanan budidaya, yang semakin penting peranannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan mendukung ketahanan pangan.

Perikanan budidaya semakin diandalkan dalam pemenuhan kebutuhan ikan, baik di dalam negeri maupun kebutuhan dunia. Mengingat produksi perikanan tangkap harus dikendalikan pada batasan tertentu, untuk menjaga kelestarian ikan di laut.

Untuk itu, program peningkatan produksi melalui industrialisasi perikanan budidaya akan menjadi prioritas untuk peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Diantaranya, komoditi udang sebagai salah satu komoditas unggulan dalam industrialisasi perikanan budidaya.

"Udang memiliki nilai ekonomis tinggi high economic value dan permintaan pasar yang juga tinggi high demand product. Tentunya baik untuk pemenuhan permintaan dalam negeri juga kebutuhan ekspor dalam menghasilkan devisa," terangnya.

Program Ugadi, kata Sharif, merupakan salah satu langkah guna memininalisasi alih fungsi lahan padi. Dengan metode ini diharapkan alih fungsi lahan sawah dapat berkurang dan dapat meningkatkan produktivitas pembudidaya dan meningkatkan ketahanan pangan nasional.

Untuk pasar udang galah hingga saat ini tidak ada masalah. Bahkan permintaan udang galah dalam negeri masih cukup tinggi. Total pasar udang galah dalam negeri bisa mencapai 20 ton per hari.

"Diprediksikan, setiap tahun permintaan komoditas udang terus meningkat, seiring berkembangnya pariwisata di Indonesia. Apalagi dengan meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara, banyak restoran yang menyediakan menu udang galah," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KKP Segel Lahan Proyek...
KKP Segel Lahan Proyek Reklamasi di Batam
KKP Workshop Penyuluh...
KKP Workshop Penyuluh Perikanan untuk Kembangkan Informasi
Disrupsi Data Perikanan
Disrupsi Data Perikanan
Menteri KKP Kasih Bocoran...
Menteri KKP Kasih Bocoran 3 Potensi Investasi ke Pelaku Usaha
Kadin Gelar Halalbihalal...
Kadin Gelar Halalbihalal dengan KKP, Bahas Tantangan Sektor Kelautan dan Perikanan
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
Berita Terkini
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
42 menit yang lalu
Harga Tiket Whoosh Pakai...
Harga Tiket Whoosh Pakai Skema Dinamis Sambut Libur Sekolah Plus Long Weekend, Termurah Rp250 Ribu
1 jam yang lalu
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
2 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Jaring Talenta Pelaut Muda Perkuat Distribusi Energi Nasional
2 jam yang lalu
Bahlil Jamin Harga BBM...
Bahlil Jamin Harga BBM Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik
3 jam yang lalu
MNC Sekuritas Perluas...
MNC Sekuritas Perluas Jangkauan Literasi ke Kendari melalui Edukasi Cerdas Investasi Digital
3 jam yang lalu
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved