Harga minyak di perdagangan Asia turun
Senin, 10 Maret 2014 - 10:39 WIB
Harga minyak di perdagangan Asia turun
A
A
A
Sindonews.com - Harga minyak di perdagangan Asia hari ini turun, karena data perdagangan China yang melemah telah memicu kekhawatiran permintaan energi terbesar dunia.
Seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (10/3/2014), kontrak utama New York, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April turun 9 sen menjadi USD102,49 dalam perdagangan pertengahan pagi ini. Sementara, harga minyak mentah Brent North Sea untuk April turun 41 sen menjadi USD108,59.
Pasar Asia mencerna angka resmi China yang dirilis pada Sabtu yang menunjukkan ekonomi terbesar kedua di dunia ini mencatat defisit perdagangan yang tak terduga pada Februari sebesar USD22,98 miliar.
Angka tersebut berbeda pada bulan yang sama tahun lalu yang mengalami surplus hingga sebesar 14,8 miliar, dan perkiraan median dari surplus USD11,9 miliar dalam jajak pendapat dari 13 ekonom oleh Dow Jones Newswires.
"Setiap kali ada kekhawatiran tentang pertumbuhan China dan angka menunjukkan itu (defisit), akan membuat harga minyak tertekan, terutama terutama harga Brent," kata David Lennox, analis sumber daya di Fat Prophets di Sydney.
Pemerintah China mengatakan, angka perdagangan yang lemah merupakan hasil dari fluktuasi tajam dalam tingkat pertumbuhan bulanan serta defisit bulanan selama musim liburan di negara itu.
Investor terus menjaga mencermati krisis geopolitik di Ukraina, sebagai aktivis pro-Rusia yang bentrok dengan pendukung pro-Kiev dalam aksi massa di seluruh negara ex-Soviet.
Seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (10/3/2014), kontrak utama New York, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April turun 9 sen menjadi USD102,49 dalam perdagangan pertengahan pagi ini. Sementara, harga minyak mentah Brent North Sea untuk April turun 41 sen menjadi USD108,59.
Pasar Asia mencerna angka resmi China yang dirilis pada Sabtu yang menunjukkan ekonomi terbesar kedua di dunia ini mencatat defisit perdagangan yang tak terduga pada Februari sebesar USD22,98 miliar.
Angka tersebut berbeda pada bulan yang sama tahun lalu yang mengalami surplus hingga sebesar 14,8 miliar, dan perkiraan median dari surplus USD11,9 miliar dalam jajak pendapat dari 13 ekonom oleh Dow Jones Newswires.
"Setiap kali ada kekhawatiran tentang pertumbuhan China dan angka menunjukkan itu (defisit), akan membuat harga minyak tertekan, terutama terutama harga Brent," kata David Lennox, analis sumber daya di Fat Prophets di Sydney.
Pemerintah China mengatakan, angka perdagangan yang lemah merupakan hasil dari fluktuasi tajam dalam tingkat pertumbuhan bulanan serta defisit bulanan selama musim liburan di negara itu.
Investor terus menjaga mencermati krisis geopolitik di Ukraina, sebagai aktivis pro-Rusia yang bentrok dengan pendukung pro-Kiev dalam aksi massa di seluruh negara ex-Soviet.
(izz)
Lihat Juga :