Laba bersih Adaro tahun lalu tergerus 40%
Selasa, 11 Maret 2014 - 10:33 WIB
Laba bersih Adaro tahun lalu tergerus 40%
A
A
A
Sindonews.com - PT Adaro Energy Tbk (ADRO) sepanjang tahun lalu mencatat penurunan laba bersih sebesar 40 persen dari USD385,35 juta menjadi USD231,23 juta.
Presiden Direktur dan CEO Adaro Energy Garibaldi Thohir menyatakan bahwa turunnnya laba bersih akibat tertekannnya harga batu bara, terutama karena kelebihan pasokan di pasar batu bara dan harga domestik yang lebih rendah di China pada tahun lalu.
"Laba bersih Adaro turun 40 persen terutama disebabkan oleh penurunan harga jual rata-rata," kata dia dalam keterangannya di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (11/3/2014).
Sementara pendapatan usaha perseroan pada tahun lalu tercatat sebesar USD3,29 miliar atau turun 11,56 persen dibanding tahun sebelumnya USD3,72 miliar. Pendapatan usaha berasal dari penambangan dan perdagangan batu bara senilai USD3,07 miliar, jasa penambangan sebesar USD148 juta dan lainnya USD68 juta.
Akibat menurunnya pendapatan usaha, beban pokok pendapatan perusahaan sedikit turun menajdi USD2,55 miliar dari USD2,68 miliar. Ini menyebabkan laba bruto perseroan tercatat turun menjadi USD739,19 juta dari USD1,04 miliar. Sedangkan beban usaha tidak jauh berbeda masih di kisaran USD173 juta, dengan beban lain-lain sedikit meningkat menjadi USD31,81 juta dari USD33,17 juta.
Laba usaha Adaro tercatat turun menjadi USD534,29 juta dari USD836,38 juta. Adapun selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan meningkat tajam menjadi USD7,01 juta dari tahun sebelumnya USD2,14 juta.
Sementara laba tahun berjalan menyusut menjadi USD229,26 juta dari USD383,31 juta. Sedangkan laba bersih per saham dilusian turun menjadi USD0,0067 dari tahun sebelumnya USD0,0115.
Kendati mengalami penurunan kinerja keuangan, namun perseroan pada tahun lalu mencatat rekor tertinggi untuk produksi sebesar 52,3 metrik ton (MT) atau meningkat 111 persen dibanding 2012 sebanyak 47,2 MT. Volume penjualan juga tercatat naik 10 persen menjadi 53,5 MT dibanding sebelumnya 48,6 MT.
Presiden Direktur dan CEO Adaro Energy Garibaldi Thohir menyatakan bahwa turunnnya laba bersih akibat tertekannnya harga batu bara, terutama karena kelebihan pasokan di pasar batu bara dan harga domestik yang lebih rendah di China pada tahun lalu.
"Laba bersih Adaro turun 40 persen terutama disebabkan oleh penurunan harga jual rata-rata," kata dia dalam keterangannya di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (11/3/2014).
Sementara pendapatan usaha perseroan pada tahun lalu tercatat sebesar USD3,29 miliar atau turun 11,56 persen dibanding tahun sebelumnya USD3,72 miliar. Pendapatan usaha berasal dari penambangan dan perdagangan batu bara senilai USD3,07 miliar, jasa penambangan sebesar USD148 juta dan lainnya USD68 juta.
Akibat menurunnya pendapatan usaha, beban pokok pendapatan perusahaan sedikit turun menajdi USD2,55 miliar dari USD2,68 miliar. Ini menyebabkan laba bruto perseroan tercatat turun menjadi USD739,19 juta dari USD1,04 miliar. Sedangkan beban usaha tidak jauh berbeda masih di kisaran USD173 juta, dengan beban lain-lain sedikit meningkat menjadi USD31,81 juta dari USD33,17 juta.
Laba usaha Adaro tercatat turun menjadi USD534,29 juta dari USD836,38 juta. Adapun selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan meningkat tajam menjadi USD7,01 juta dari tahun sebelumnya USD2,14 juta.
Sementara laba tahun berjalan menyusut menjadi USD229,26 juta dari USD383,31 juta. Sedangkan laba bersih per saham dilusian turun menjadi USD0,0067 dari tahun sebelumnya USD0,0115.
Kendati mengalami penurunan kinerja keuangan, namun perseroan pada tahun lalu mencatat rekor tertinggi untuk produksi sebesar 52,3 metrik ton (MT) atau meningkat 111 persen dibanding 2012 sebanyak 47,2 MT. Volume penjualan juga tercatat naik 10 persen menjadi 53,5 MT dibanding sebelumnya 48,6 MT.
(rna)
Lihat Juga :