Harga minyak di Asia anjlok jelang laporan stok AS
Rabu, 12 Maret 2014 - 10:40 WIB
Harga minyak di Asia anjlok jelang laporan stok AS
A
A
A
Sindonews.com - Harga minyak di perdagangan Asia hari ini turun, menjelang laporan mingguan stok AS yang akan memberikan indikasi permintaan di ekonomi terbesar dunia.
Seperti dikutip dari AFP, Rabu (12/3/2014), kontrak utama New York, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April turun 47 sen menjadi USD99,56 dalam perdagangan pertengahan pagi ini. Sementara, minyak mentah Brent North Sea untuk April turun 20 sen menjadi USD108,35.
Department Energy AS akan merilis laporannya dalam waktu dekat dan analis memperkirakan persediaan telah meningkat dua juta barel dalam pekan yang berakhir 7 Maret akibat dari cuaca musim dingin yang parah, menyebabkan melemahnya permintaan untuk minyak.
Managing Director di IR Resources, Kelly Teoh mengatakan, dengan krisis Ukraina dan cuaca musim dingin di AS, investor akan fokus pada data ekonomi dari Amerika Serikat dan China.
"Dalam jangka pendek, ada banyak hubungannya dengan (ketidakpastian) ekonomi AS dan China yang menunjukkan perlambatan," kata Teoh kepada AFP.
Seperti diketahui, China telah mengalami defiti perdagangan yang tak terduga sebesar USD22,98 miliar pada Februari, karena ekspor menurun, dan ini memicu kekhawatiran tentang pertumbuhan di raksasa ekonomi Asia.
Selain itu, investor juga mengawasi perkembangan politik di Libya, setelah parlemen negara itu menggulingkan Perdana Menteri Ali Zeidan.
Seperti dikutip dari AFP, Rabu (12/3/2014), kontrak utama New York, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April turun 47 sen menjadi USD99,56 dalam perdagangan pertengahan pagi ini. Sementara, minyak mentah Brent North Sea untuk April turun 20 sen menjadi USD108,35.
Department Energy AS akan merilis laporannya dalam waktu dekat dan analis memperkirakan persediaan telah meningkat dua juta barel dalam pekan yang berakhir 7 Maret akibat dari cuaca musim dingin yang parah, menyebabkan melemahnya permintaan untuk minyak.
Managing Director di IR Resources, Kelly Teoh mengatakan, dengan krisis Ukraina dan cuaca musim dingin di AS, investor akan fokus pada data ekonomi dari Amerika Serikat dan China.
"Dalam jangka pendek, ada banyak hubungannya dengan (ketidakpastian) ekonomi AS dan China yang menunjukkan perlambatan," kata Teoh kepada AFP.
Seperti diketahui, China telah mengalami defiti perdagangan yang tak terduga sebesar USD22,98 miliar pada Februari, karena ekspor menurun, dan ini memicu kekhawatiran tentang pertumbuhan di raksasa ekonomi Asia.
Selain itu, investor juga mengawasi perkembangan politik di Libya, setelah parlemen negara itu menggulingkan Perdana Menteri Ali Zeidan.
(izz)
Lihat Juga :