Ini persiapan pemerintah hadapi AEC 2015
Rabu, 12 Maret 2014 - 17:54 WIB
Ini persiapan pemerintah hadapi AEC 2015
A
A
A
Sindonews.com - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) membentuk komite nasional sebagai upaya persiapan dalam menghadapi ASEAN Economic Community (AEC) 2015. Komiten ini bertugas meningkatkan daya saing Indonesia di ASEAN.
Hal tersebut dikatakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Radasa usai menghadiri rapat koordinasi persiapan AEC di kantornya, Rabu (12/3/2014).
"Kita menyadari bahwa hal itu semacam tonggak, sekarang sudah terjadi apa yang disebut keterbukaan. Sehingga dirasa perlu melibatkan seluruh stakeholder kita, dan kit akan membentuk semacam komite untuk mengamati perkembangan sosialisasi peningkatan daya saing," ujarnya.
Komite nasional persiapan AEC ini difungsikan sebagai media yang mengamati perkembangan terkait AEC, dan proses sosialisasi AEC. Selain itu, guna membuat strategi dalam rangka peningkatan daya saing Indonesia di ASEAN.
"Karena ekonomi melibatkan seluruh stakeholder, maka komitenya berasal dari seluruh stakeholder. Ada dari Kadin, Hipmi, Apindo, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi," imbuhnya.
Sementara, terkait perguruan tinggi yang terlibat, Deputi Perekonomian Kerjasama Ekonomi Internasional Kemenko Perekonomian, Rizal Affandi Lukman mengungkapkan terdapat enam belas universitas yang akan membentuk Pusat Studi ASEAN.
"Stakeholdernya dari kementerian, dunia usaha, gubernur, akademisi. Ada enam belas universitas yang akan membangun pusat studi ASEAN di kampusnya," pungkasnya.
Karena itu, pemerintah berharap, dengan terbentuknya komite nasional ini akan meningkatkan daya saing Indonesia di dunia internasional, khususnya ASEAN.
Hal tersebut dikatakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Radasa usai menghadiri rapat koordinasi persiapan AEC di kantornya, Rabu (12/3/2014).
"Kita menyadari bahwa hal itu semacam tonggak, sekarang sudah terjadi apa yang disebut keterbukaan. Sehingga dirasa perlu melibatkan seluruh stakeholder kita, dan kit akan membentuk semacam komite untuk mengamati perkembangan sosialisasi peningkatan daya saing," ujarnya.
Komite nasional persiapan AEC ini difungsikan sebagai media yang mengamati perkembangan terkait AEC, dan proses sosialisasi AEC. Selain itu, guna membuat strategi dalam rangka peningkatan daya saing Indonesia di ASEAN.
"Karena ekonomi melibatkan seluruh stakeholder, maka komitenya berasal dari seluruh stakeholder. Ada dari Kadin, Hipmi, Apindo, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi," imbuhnya.
Sementara, terkait perguruan tinggi yang terlibat, Deputi Perekonomian Kerjasama Ekonomi Internasional Kemenko Perekonomian, Rizal Affandi Lukman mengungkapkan terdapat enam belas universitas yang akan membentuk Pusat Studi ASEAN.
"Stakeholdernya dari kementerian, dunia usaha, gubernur, akademisi. Ada enam belas universitas yang akan membangun pusat studi ASEAN di kampusnya," pungkasnya.
Karena itu, pemerintah berharap, dengan terbentuknya komite nasional ini akan meningkatkan daya saing Indonesia di dunia internasional, khususnya ASEAN.
(izz)
Lihat Juga :