Harga minyak di perdagangan Asia rebound
Kamis, 13 Maret 2014 - 10:35 WIB
Harga minyak di perdagangan Asia rebound
A
A
A
Sindonews.com - Harga minyak di perdagangan Asia hari ini rebound, karena investor mengambil bargain hunting (aksi beli) setelah terjadi penurunan cukup tajam yang disebabkan oleh kenaikan yang lebih besar dari perkiraan dalam stok minyak mentah AS.
Seperti dikutip dari AFP, Kamis (13/3/2014), kontrak utama New York, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April naik 13 sen menjadi USD98,12 dalam perdagangan pertengahan pagi ini dan minyak mentah Brent North Sea untuk April naik 29 sen menjadi USD108,31.
"Perdagangan relatif diredam terutama karena adanya bargain hunting," kata Tan Chee Tat, analis investasi untuk Phillip Futures di Singapura kepada AFP.
Harga minyak kemarin jatuh, setelah Departemen Energi AS mengatakan, persediaan minyak mentah naik untuk pekan kedelapan secara berturut-turut.
Namun, sementara diantisipasi kenaikan 6,2 juta barel menjadi 370 juta pada pekan yang berakhir 7 Maret lebih dari tiga kali lipat dua juta diperkirakan oleh para analis. Lonjakan persediaan sebagai tanda permintaan lebih lembut di negara konsumen minyak terbesar di dunia dan merupakan dampener pada harga.
Pengumuman Departemen Energi AS ini tentang sebuah "test penjualan" hingga lima juta barel minyak mentah dari negara Strategic Petroleum Reserve yang juga memukul harga. Penjualan tes, yang diperlukan oleh hukum, dilakukan secara periodik untuk mengevaluasi bagaimana sistem cadangan bekerja.
Terakhir kali AS merilis cadangan pada 2011, dalam upaya terkoordinasi dengan Badan Energi Internasional dalam menanggapi pasokan global terganggu selama krisis Libya.
Seperti dikutip dari AFP, Kamis (13/3/2014), kontrak utama New York, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April naik 13 sen menjadi USD98,12 dalam perdagangan pertengahan pagi ini dan minyak mentah Brent North Sea untuk April naik 29 sen menjadi USD108,31.
"Perdagangan relatif diredam terutama karena adanya bargain hunting," kata Tan Chee Tat, analis investasi untuk Phillip Futures di Singapura kepada AFP.
Harga minyak kemarin jatuh, setelah Departemen Energi AS mengatakan, persediaan minyak mentah naik untuk pekan kedelapan secara berturut-turut.
Namun, sementara diantisipasi kenaikan 6,2 juta barel menjadi 370 juta pada pekan yang berakhir 7 Maret lebih dari tiga kali lipat dua juta diperkirakan oleh para analis. Lonjakan persediaan sebagai tanda permintaan lebih lembut di negara konsumen minyak terbesar di dunia dan merupakan dampener pada harga.
Pengumuman Departemen Energi AS ini tentang sebuah "test penjualan" hingga lima juta barel minyak mentah dari negara Strategic Petroleum Reserve yang juga memukul harga. Penjualan tes, yang diperlukan oleh hukum, dilakukan secara periodik untuk mengevaluasi bagaimana sistem cadangan bekerja.
Terakhir kali AS merilis cadangan pada 2011, dalam upaya terkoordinasi dengan Badan Energi Internasional dalam menanggapi pasokan global terganggu selama krisis Libya.
(izz)
Lihat Juga :