Laba Express tahun lalu naik 67%
Kamis, 13 Maret 2014 - 15:37 WIB
Laba Express tahun lalu naik 67%
A
A
A
Sindonews.com - PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) sepanjang tahun lalu membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp132,42 miliar. Angka ini naik 67,28 persen dibanding 2012 senilai Rp79,16 miliar.
Dalam laporan keuangan perseroan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (13/3/2014) terungkap bahwa naiknya laba tersebut didukung bertambahnya pendapatan dan keuntungan penjualan aset tetap maupun selisih kurs.
Pendapatan perseroan pada tahun lalu tercatat sebesar Rp686,92 miliar, naik 31,88 persen dibanding tahun sebelumnya Rp520,86 miliar. Naiknya pendapatan diikuti meningkatnya beban langsung menjadi Rp466,44 miliar dari Rp355,77 miliar.
Laba kotor perseroan naik menjadi Rp220,48 miliar dari tahun sebelumnya senilai Rp165,09 miliar. Adapun, pendapatan bunga perseroan juga melonjak menjadi Rp4,02 miliar dari Rp2,35 miliar.
Sementara perseroan pada tahun lalu mencatat keuntungan penjualan aset tetap sebesar Rp2,61 miliar dibanding tahun sebelumnya yang mengalami rugi Rp494,78 juta dan keuntungan dari selisih kurs melesat menjadi Rp21,84 miliar dari sebelumnya Rp748,8 juta.
Meski begitu, perseroan mencatat kenaikan beban umum dan administrasi dari Rp64,3 miliar menjadi Rp84,07 miliar. Sementara pendapatan lain-lain tergerus menjadi Rp1,49 miliar dari Rp3,55 miliar, namun TAXI mencatat keuntungan atas selisih nilai wajar aset keuangan lancar tersedia untuk dijual sebesar Rp7,58 miliar.
Adapun, laba bersih tahun berjalan tercatat sebesar Rp132,61 miliar, naik dari 2012 senilai Rp79,36 miliar. Laba per saham dasar dan dilusian meningkat menjadi Rp61,72 dari Rp53,46 per saham. Aset perseroan pada akhir tahun lalu mencapai Rp2,14 triliun, naik 20,22 persen dari posisi akhir 2012 senilai Rp1,78 triliun. Jumlah utang perseroan bertambah menjadi Rp1,34 triliun dari Rp1,1 triliun.
Sementara harga saham TAXI pada pukul 15.30 WIB, berada di level Rp1.605 per saham. Posisi ini naik 50 poin dibanding penutupan perdagangan kemarin di level Rp1.555 per saham.
Dalam laporan keuangan perseroan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (13/3/2014) terungkap bahwa naiknya laba tersebut didukung bertambahnya pendapatan dan keuntungan penjualan aset tetap maupun selisih kurs.
Pendapatan perseroan pada tahun lalu tercatat sebesar Rp686,92 miliar, naik 31,88 persen dibanding tahun sebelumnya Rp520,86 miliar. Naiknya pendapatan diikuti meningkatnya beban langsung menjadi Rp466,44 miliar dari Rp355,77 miliar.
Laba kotor perseroan naik menjadi Rp220,48 miliar dari tahun sebelumnya senilai Rp165,09 miliar. Adapun, pendapatan bunga perseroan juga melonjak menjadi Rp4,02 miliar dari Rp2,35 miliar.
Sementara perseroan pada tahun lalu mencatat keuntungan penjualan aset tetap sebesar Rp2,61 miliar dibanding tahun sebelumnya yang mengalami rugi Rp494,78 juta dan keuntungan dari selisih kurs melesat menjadi Rp21,84 miliar dari sebelumnya Rp748,8 juta.
Meski begitu, perseroan mencatat kenaikan beban umum dan administrasi dari Rp64,3 miliar menjadi Rp84,07 miliar. Sementara pendapatan lain-lain tergerus menjadi Rp1,49 miliar dari Rp3,55 miliar, namun TAXI mencatat keuntungan atas selisih nilai wajar aset keuangan lancar tersedia untuk dijual sebesar Rp7,58 miliar.
Adapun, laba bersih tahun berjalan tercatat sebesar Rp132,61 miliar, naik dari 2012 senilai Rp79,36 miliar. Laba per saham dasar dan dilusian meningkat menjadi Rp61,72 dari Rp53,46 per saham. Aset perseroan pada akhir tahun lalu mencapai Rp2,14 triliun, naik 20,22 persen dari posisi akhir 2012 senilai Rp1,78 triliun. Jumlah utang perseroan bertambah menjadi Rp1,34 triliun dari Rp1,1 triliun.
Sementara harga saham TAXI pada pukul 15.30 WIB, berada di level Rp1.605 per saham. Posisi ini naik 50 poin dibanding penutupan perdagangan kemarin di level Rp1.555 per saham.
(rna)
Lihat Juga :