Harga minyak di perdagangan Asia mixed
Jum'at, 14 Maret 2014 - 11:33 WIB
Harga minyak di perdagangan Asia mixed
A
A
A
Sindonews.com - Harga minyak di perdagangan Asia hari ini bervariasi (mixed), karena investor sedang mencerna implikasi atas data ekonomi China yang lebih lemah dan mengawasi referendum kontroversial di Krimea.
Seperti dikutip dari AFP, Jumat (14/3/2014), kontrak utama New York, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April, turun dua sen menjadi USD98,18 dalam perdagangan pertengahan pagi ini. Sementara minyak mentah Brent North Sea naik 11 sen menjadi USD107,50 untuk kontrak April.
"Data China dan pembicaraan tentang referendum Ukraina akan menjadi peristiwa utama yang memengaruhi minyak saat ini," kata Desmond Chua, strategi pasar di CMC pasar di Singapura kepada AFP.
Output industri China kemi menunjukkan naik 8,6 persen dari tahun ke tahun pada periode Januari-Februari, tingkat terendah sejak April 2009. Penjualan eceran, indikator kunci dari pengeluaran konsumen naik 11,8 persen dalam dua bulan dari tahun sebelumnya. Namun, ini juga yang paling lambat sejak Februari 2011.
Harga minyak mentah juga didukung ketegangan di semenanjung Krimea Ukraina. Di mana para pemimpin menyatakan akan mengadakan referendum yang diharapkan untuk melihat pemilih untuk memilih memisahkan diri dari Ukraina.
Seperti dikutip dari AFP, Jumat (14/3/2014), kontrak utama New York, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April, turun dua sen menjadi USD98,18 dalam perdagangan pertengahan pagi ini. Sementara minyak mentah Brent North Sea naik 11 sen menjadi USD107,50 untuk kontrak April.
"Data China dan pembicaraan tentang referendum Ukraina akan menjadi peristiwa utama yang memengaruhi minyak saat ini," kata Desmond Chua, strategi pasar di CMC pasar di Singapura kepada AFP.
Output industri China kemi menunjukkan naik 8,6 persen dari tahun ke tahun pada periode Januari-Februari, tingkat terendah sejak April 2009. Penjualan eceran, indikator kunci dari pengeluaran konsumen naik 11,8 persen dalam dua bulan dari tahun sebelumnya. Namun, ini juga yang paling lambat sejak Februari 2011.
Harga minyak mentah juga didukung ketegangan di semenanjung Krimea Ukraina. Di mana para pemimpin menyatakan akan mengadakan referendum yang diharapkan untuk melihat pemilih untuk memilih memisahkan diri dari Ukraina.
(izz)
Lihat Juga :