SBY resmikan infrastruktur gas terintegrasi di Jateng

Jum'at, 14 Maret 2014 - 12:26 WIB
SBY resmikan infrastruktur...
SBY resmikan infrastruktur gas terintegrasi di Jateng
A A A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan proyek infrastruktur gas bumi terintegrasi di Jawa Tengah (Jateng) senilai USD200 juta.

Proyek tersebut, meliputi pipa transmisi Kalimantan-Jawa (Kalija) yang akan diselesaikan dalam dua tahap dan proyek distribusi gas bumi Jawa Tengah yang terbagi dalam tiga koridor.

Adapun dua tahap pembangunan pipa transmisi Kalija itu, yakni pipa Kalija I sepanjang 207 kilometer (km) yang menghubungkan sumber gas Lapangan Gas Kepodang ke PLTGU Tambak Lorok (PLN) dan Pipa Kalija II sepanjang 1.200 km yang menghubungkan sumber gas di Kalimantan Timur ke Jawa.

Tiga koridor jaringan distribusi gas bumi Jawa Tengah, yakni Koridor I, yang meliputi Kendal - Semarang - Demak (48 km). Sedangkan untuk Koridor II, antara lain Ungaran (34 km) dan Koridor III di wilayah Pekalongan - Solo Raya - Pati (235 km).

“Ini adalah tahun terakhir saya menjalankan pemerintahan, ada baiknya dari hati saya bagaimana pembangunan yang kita lakukan terus berlanjut di masa depan dan bermanfaat bagi rakyat,” kata Presiden SBY saat memberikan sambutan di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (14/3/2014).

Di tempat yang sama, Menteri ESDM Jero Wacik mengatakan bahwa pembangunan proyek infrastruktur gas bumi terintegrasi di Jateng ini merupakan momentum penting untuk mempercepat program konversi energi dari bahan bakar minyak (BBM) ke gas bumi.

Pemerintah berharap, pembangunan pipa dari Lapangan Gas Kepodang ke PLTGU Tambak Lorok dapat selesai tepat waktu, sehingga dapat menghemat biaya energi PLN.

Pembangunan pipa transmisi Kalija I akan dilaksanakan oleh PT Kalimantan Jawa Gas (PT KJG), di mana 80 persen sahamnya dimiliki oleh Perusahaan Gas Negara (PGN). Proyek ini ditargetkan selesai pada kuartal III/2015, menyusul proyek pipa transmisi Kalija II.

Jero menambahkan, pembangunan proyek Kalija I ini menjadi bukti keberhasilan pemerintah dalam mendorong percepatan infrastruktur gas bumi setelah sekian lama proyek ini terhenti. Percepatan infrastruktur gas bumi ini juga sejalan dengan upaya pemerintah yang terus meningkatkan alokasi gas bumi untuk domestik.

Pada 2014, Jero menuturkan, rencana alokasi gas domestik mencapai 4.560 miliar british thermal unit per hari (BBTUD) atau 57,3 persen dari total produksi. Sementara pada 2013, alokasi gas bumi domestik sebanyak 3.774 BBTUD atau 52,6 persen.

“Pemerintah akan terus meningkatkan alokasi gas domestik sejalan dengan pembangunan infrastruktur dan meningkatnya penggunaan gas bumi di berbagai wilayah di Indonesia. Kementerian ESDM akan mendorong BUMN gas untuk terlibat secara aktif membangun infrastruktur gas bumi seperti yang telah dilakukan hari ini dengan membangun Pipa Kepodang - Tambak Lorok,” tutur dia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Proyek Gas Mako Masuk...
Proyek Gas Mako Masuk Tahap FID, Target Produksi Perdana di 2027
Proyek Pipa Gas Senipah-Balikpapan...
Proyek Pipa Gas Senipah-Balikpapan 78 Km Dimulai
Proyek Pipa Gas Cirebon-Semarang...
Proyek Pipa Gas Cirebon-Semarang Akan Didanai APBN
Tiga Opsi untuk Lanjutkan...
Tiga Opsi untuk Lanjutkan Proyek Pipa Gas yang Mangkrak 14 Tahun
Rekind Mundur dari Proyek...
Rekind Mundur dari Proyek Cisem, BPH Migas Malah Apresiasi
Optimalisasi Gas Suar
Optimalisasi Gas Suar
Berita Terkini
PLN EPI Perluas Kemitraan...
PLN EPI Perluas Kemitraan Global Bangun Rantai Pasok Hidrogen Hijau
1 jam yang lalu
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
1 jam yang lalu
PT Astra International...
PT Astra International Tbk: Dari Rumah Koran di Desa Sejahtera Astra Kanreapia Menjadi Sentra Sayuran di Sulawesi Selatan
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Majalengka dan Subang
1 jam yang lalu
Lepas dari Pertamina,...
Lepas dari Pertamina, Pelita Air Bakal Gabung di Bawah Garuda Indonesia
2 jam yang lalu
Ekonomi Restoratif Digagas...
Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan
3 jam yang lalu
Infografis
Pau Cubarsi, Pemain...
Pau Cubarsi, Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026 yang Pernah Main di Solo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved