OPEC akan kurangi ekspor minyak mentah bulan ini
Jum'at, 14 Maret 2014 - 13:04 WIB
OPEC akan kurangi ekspor minyak mentah bulan ini
A
A
A
Sindonews.com - Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) akan mengurangi ekspor minyak mentah bulan ini ke level terendah sejak November karena permintaan kilang di Eropa dan Amerika Utara melambat.
Seperti dikutip dari Bloomberg, Jumat (14/3/2014), OPEC yang bertanggung jawab atas 40 persen dari pasokan minyak dunia akan mengurangi pengiriman sebesar 1,1 juta barel per hari atau 4,6 persen menjadi 23,6 juta per hari dalam empat pekan hingga 29 Maret.
Angka-angka tersebut mengecualikan dua anggota OPEC, Angola dan Ekuador. Pelayaran yang terakhir ini rendah dalam empat pekan pada 16 November, ketika masa pemeliharaan diperpanjang yang menyebabkan penurunan dalam permintaan kilang.
"Ada musim semi titik rendah untuk permintaan kilang sekitar April. Permintaan akan turun dan pelayaran menanggapi hal itu," kata pendiri Oil Movements, Roy Mason.
Konsumsi minyak global biasanya surut pada akhir kuartal pertama karena permintaan untuk bahan bakar pemanas berangsur berkurang dan penyulingan mulai melakukan overhaul secara rutin. Minyak mentah Brent tergelincir 1,2 persen bulan ini, diperdagangkan pada USD107,70 per barel di bursa ICE Futures Europe pada 15:50 waktu London.
Ekspor Timur Tengah rata-rata mencapai 17.230.000 barel per hari dalam empat pekan hingga 29 Maret, dibandingkan dengan 18.230.000 per hari pada periode 1 Maret. Angka-angka ini termasuk negara-negara non OPEC, Oman dan Yaman.
Data dari Oil Movements menunjukkan minyak mentah pada tanker kapal akan turun sebesar 2,8 persen menjadi 482.210.000 barel dalam empat pekan hingga 29 Maret dari 496.340.000 pada periode sebelumnya. Peneliti menghitung volume dengan menghitungm pemesanan tanker dan tidak termasuk minyak mentah yang diadakan pada kapal untuk penyimpanan.
Anggota OPEC adalah Aljazair, Angola, Ekuador, Iran, Irak, Kuwait, Libya, Nigeria, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Venezuela. Kelompok ini selanjutnya akan bertemu pada 11 Juni di kantor pusatnya di Wina.
Seperti dikutip dari Bloomberg, Jumat (14/3/2014), OPEC yang bertanggung jawab atas 40 persen dari pasokan minyak dunia akan mengurangi pengiriman sebesar 1,1 juta barel per hari atau 4,6 persen menjadi 23,6 juta per hari dalam empat pekan hingga 29 Maret.
Angka-angka tersebut mengecualikan dua anggota OPEC, Angola dan Ekuador. Pelayaran yang terakhir ini rendah dalam empat pekan pada 16 November, ketika masa pemeliharaan diperpanjang yang menyebabkan penurunan dalam permintaan kilang.
"Ada musim semi titik rendah untuk permintaan kilang sekitar April. Permintaan akan turun dan pelayaran menanggapi hal itu," kata pendiri Oil Movements, Roy Mason.
Konsumsi minyak global biasanya surut pada akhir kuartal pertama karena permintaan untuk bahan bakar pemanas berangsur berkurang dan penyulingan mulai melakukan overhaul secara rutin. Minyak mentah Brent tergelincir 1,2 persen bulan ini, diperdagangkan pada USD107,70 per barel di bursa ICE Futures Europe pada 15:50 waktu London.
Ekspor Timur Tengah rata-rata mencapai 17.230.000 barel per hari dalam empat pekan hingga 29 Maret, dibandingkan dengan 18.230.000 per hari pada periode 1 Maret. Angka-angka ini termasuk negara-negara non OPEC, Oman dan Yaman.
Data dari Oil Movements menunjukkan minyak mentah pada tanker kapal akan turun sebesar 2,8 persen menjadi 482.210.000 barel dalam empat pekan hingga 29 Maret dari 496.340.000 pada periode sebelumnya. Peneliti menghitung volume dengan menghitungm pemesanan tanker dan tidak termasuk minyak mentah yang diadakan pada kapal untuk penyimpanan.
Anggota OPEC adalah Aljazair, Angola, Ekuador, Iran, Irak, Kuwait, Libya, Nigeria, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Venezuela. Kelompok ini selanjutnya akan bertemu pada 11 Juni di kantor pusatnya di Wina.
(izz)
Lihat Juga :