PNM latih 200 calon wirausahawan madani
Jum'at, 14 Maret 2014 - 19:26 WIB
PNM latih 200 calon wirausahawan madani
A
A
A
Sindonews.com - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM memberikan pelatihan dan motivasi kepada sekitar 200 pelaku UMK di Kota Garut, Jawa Barat (Jabar) dalam rangka penciptaan wirausahawan madani.
Direktur Bisnis Mikro I PNM, M Lukman Rizal menilai, kalangan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memerlukan dorongan motivasi untuk meningkatkan kompetensi agar mereka menjadi wirausahawan yang unggul dan berdaya saing.
Karena itu, PNM sebagai lembaga keuangan nonbank milik negara merasa terpanggil untuk memberikan pelatihan dan pendampingan usaha untuk mewujudkannya.
"Motivasi UMK terkadang pasang surut dalam menjalankan usahanya. Kami berusaha membangkitkan motivasi UMK Garut agar lebih positive thinking dalam mengembangkan usaha," ujarnya disela acara diskusi bertajuk Membangun Jaringan dan Sinergisitas UMKM untuk Tumbuh dan Berkembang Bersama, Jumat (7/3/2014).
Menurutnya, pelatihan ini merupakan implementasi dari program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) yang rutin dilaksanakan oleh PNM sejak 2010, dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 1,46 juta pelaku UMKM.
Khusus untuk 2013, PNM telah melaksanakan 208 kali pelatihan yang diikuti oleh 9.662 pelaku UMKM atau jumlah peserta meningkat 258 persen dibandingkan pencapaian 2012.
"Dengan adanya pelatihan ini diharapkan para nasabah bisa lebih optimal dalam memanfaatkan jasa pembiayaan dari PNM dan sekaligus mampu meningkatkan kapasitas usahanya. Juga membantu program pemerintah dalam pengembangan perekonomian masyarakat," jelas Lukman.
Kepala Divisi Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) PNM, Ibrahim Salim mengatakan, program pendampingan usaha atau capacity building ini menjadi keunggulan PNM di industri pembiayaan mikro.
Sebagai BUMN yang fokus pada pemberdayaan UMKM, PNM tidak hanya memberikan pembiayaan, melainkan juga pendampingan usaha. Program capacity building melalui PKU tersebut terbagi menjadi dua, yaitu program regular dan klasterisasi kepada para nasabah di seluruh cabang PNM di Indonesia.
Program PKU di Garut ini merupakan program regular melanjutkan program sebelumnya. "Pada akhirnya diharapkan akan semakin banyak jumlah pelaku UMKM dan makin tersebar. Sehingga, bisa mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja baru," pungkas Ibrahim.
Direktur Bisnis Mikro I PNM, M Lukman Rizal menilai, kalangan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memerlukan dorongan motivasi untuk meningkatkan kompetensi agar mereka menjadi wirausahawan yang unggul dan berdaya saing.
Karena itu, PNM sebagai lembaga keuangan nonbank milik negara merasa terpanggil untuk memberikan pelatihan dan pendampingan usaha untuk mewujudkannya.
"Motivasi UMK terkadang pasang surut dalam menjalankan usahanya. Kami berusaha membangkitkan motivasi UMK Garut agar lebih positive thinking dalam mengembangkan usaha," ujarnya disela acara diskusi bertajuk Membangun Jaringan dan Sinergisitas UMKM untuk Tumbuh dan Berkembang Bersama, Jumat (7/3/2014).
Menurutnya, pelatihan ini merupakan implementasi dari program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) yang rutin dilaksanakan oleh PNM sejak 2010, dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 1,46 juta pelaku UMKM.
Khusus untuk 2013, PNM telah melaksanakan 208 kali pelatihan yang diikuti oleh 9.662 pelaku UMKM atau jumlah peserta meningkat 258 persen dibandingkan pencapaian 2012.
"Dengan adanya pelatihan ini diharapkan para nasabah bisa lebih optimal dalam memanfaatkan jasa pembiayaan dari PNM dan sekaligus mampu meningkatkan kapasitas usahanya. Juga membantu program pemerintah dalam pengembangan perekonomian masyarakat," jelas Lukman.
Kepala Divisi Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) PNM, Ibrahim Salim mengatakan, program pendampingan usaha atau capacity building ini menjadi keunggulan PNM di industri pembiayaan mikro.
Sebagai BUMN yang fokus pada pemberdayaan UMKM, PNM tidak hanya memberikan pembiayaan, melainkan juga pendampingan usaha. Program capacity building melalui PKU tersebut terbagi menjadi dua, yaitu program regular dan klasterisasi kepada para nasabah di seluruh cabang PNM di Indonesia.
Program PKU di Garut ini merupakan program regular melanjutkan program sebelumnya. "Pada akhirnya diharapkan akan semakin banyak jumlah pelaku UMKM dan makin tersebar. Sehingga, bisa mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja baru," pungkas Ibrahim.
(izz)
Lihat Juga :