Bank BRI memiliki daya tarik investor
Minggu, 16 Maret 2014 - 13:48 WIB
Bank BRI memiliki daya tarik investor
A
A
A
Sindonews.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk ternyata merupakan bank paling bikin untung (profitable) sedunia. Hal ini yang membuat BRI menjadi daya tarik tersendiri bagi investor.
Sebagaimana diketahui, perbankan di Indonesia memiliki kinerja keuangan di atas rata-rata industri keuangan dunia. Hal itu terlihat dari return on assets (ROA) dan return on equity (ROE). Berdasarkan da ta Bloomberg, ROA perbankan di Indonesia jauh lebih baik dibandingkan ROA rata-rata perbankan di dunia.
Di Amerika Serikat, rata-rata ROA perbankan mencapai 1,60 persen, Eropa (1,00 persen), Asia Pasifik (1,33 persen). Namun di Indonesia ROA perbankan mencapai 2,50 persen. Sebagaimana diketahui ROA merupakan rasio keuntungan bersih setelah pajak yang dihasilkan dibandingkan dengan aset yang dimiliki perusahaan.
Tak hanya ROA, rata-rata ROE perbankan di Indonesia mencapai 19,90 persen. Prosentase tersebut berada jauh di atas posisi perbankan di Amerika Serikat yang hanya 13,60 persen, Eropa (11,80) dan Asia Pasifik (15,96 persen).
Sebagaimana diketahui, ROE merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih yang dikaitkan dengan modal perusahaan.
Nah, kalau dibandingkan dengan kinerja keuangan perbankan nasional, BRI merupakan bank paling menguntungkan. ROE BRI mencapai 34,11 persen, dan ROA 5,03 persen, jauh di atas rata-rata nasional.
Corporate Secretary Bank BRI, Muhamad Ali mengatakan, semakin hari, BRI juga semakin efisien, seiring dengan implementasi teknologi informasi dan komunikasi yang kian massif di seluruh jaringan kerja dan layanan BRI di tanah air.
"Hal itu terlihat dari rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) yang rendah yakni sebesar 60,58 persen juga menjadi kontributor bagi tingginya profitabilitas BRI. Terlebih lagi rasio kredit bermasalah di BRI juga relatif rendah, hanya 1,55 persen NPL gross (non performing loan) dan 0,31 persen NPL nett," papar Ali dalam siaran persnya, Minggu (16/3/2014).
Dia mengungkapkan, prestasi BRI tak lepas dari tingginya komitmen SDM serta kuatnya visi shareholders, manajemen BRI serta konsistensi perusahaan dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG).
“Visi BRI itu jelas dan sangat kuat membangun ekonomi berbasis kerakyatan sampai ke pelosok desa dan membantu program-program pembangunan,” ujar Aii.
Sebagaimana diketahui, perbankan di Indonesia memiliki kinerja keuangan di atas rata-rata industri keuangan dunia. Hal itu terlihat dari return on assets (ROA) dan return on equity (ROE). Berdasarkan da ta Bloomberg, ROA perbankan di Indonesia jauh lebih baik dibandingkan ROA rata-rata perbankan di dunia.
Di Amerika Serikat, rata-rata ROA perbankan mencapai 1,60 persen, Eropa (1,00 persen), Asia Pasifik (1,33 persen). Namun di Indonesia ROA perbankan mencapai 2,50 persen. Sebagaimana diketahui ROA merupakan rasio keuntungan bersih setelah pajak yang dihasilkan dibandingkan dengan aset yang dimiliki perusahaan.
Tak hanya ROA, rata-rata ROE perbankan di Indonesia mencapai 19,90 persen. Prosentase tersebut berada jauh di atas posisi perbankan di Amerika Serikat yang hanya 13,60 persen, Eropa (11,80) dan Asia Pasifik (15,96 persen).
Sebagaimana diketahui, ROE merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih yang dikaitkan dengan modal perusahaan.
Nah, kalau dibandingkan dengan kinerja keuangan perbankan nasional, BRI merupakan bank paling menguntungkan. ROE BRI mencapai 34,11 persen, dan ROA 5,03 persen, jauh di atas rata-rata nasional.
Corporate Secretary Bank BRI, Muhamad Ali mengatakan, semakin hari, BRI juga semakin efisien, seiring dengan implementasi teknologi informasi dan komunikasi yang kian massif di seluruh jaringan kerja dan layanan BRI di tanah air.
"Hal itu terlihat dari rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) yang rendah yakni sebesar 60,58 persen juga menjadi kontributor bagi tingginya profitabilitas BRI. Terlebih lagi rasio kredit bermasalah di BRI juga relatif rendah, hanya 1,55 persen NPL gross (non performing loan) dan 0,31 persen NPL nett," papar Ali dalam siaran persnya, Minggu (16/3/2014).
Dia mengungkapkan, prestasi BRI tak lepas dari tingginya komitmen SDM serta kuatnya visi shareholders, manajemen BRI serta konsistensi perusahaan dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG).
“Visi BRI itu jelas dan sangat kuat membangun ekonomi berbasis kerakyatan sampai ke pelosok desa dan membantu program-program pembangunan,” ujar Aii.
(gpr)
Lihat Juga :