Citilink ekspansi penerbangan internasional ke Johor Bahru
Minggu, 16 Maret 2014 - 16:15 WIB
Citilink ekspansi penerbangan internasional ke Johor Bahru
A
A
A
Sindonews.com - PT Citilink Indonesia melakukan ekspansi penerbangan internasional perdana ke Johor Bahru, Malaysia pada Sabtu (15/3/2014) kemarin. Kota Surabaya menjadi tempat pertama yang dipilih maskapai penerbangan biaya murah (LCC) ini sebagai tempat untuk mengawali ekspansi bisnis penerbangan ke beberapa negara di Asia.
CEO Citilink Arif Wibowo mengatakan, Surabaya dipilih lantaran pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional.
"Sehingga ini menjadi momentum yang baik untuk dapat memenuhi target-target Citilink pada tahun ini," kata Arif saat membuka rute penerbangan dari Surabaya ke Johor Bahru di Terminal 2 Bandara Udara Juanda, Surabaya.
Menurutnya, dengan pertumbuhan ekonomi yang mencapai 6,5 persen menjadikan wilayah Jawa Timur terbuka bagi peluang bisnis yang besar termasuk dalam sektor penerbangan. Dia melanjutkan, penumpang yang terangkut pada penerbangan internasional perdana kali ini mencapai 90 persen dari total kapasitas 180 kursi.
Arif mengungkap, pertumbuhan kawasan Asia terutama di Asia Timur dan Asia Tenggara membuat anak usaha Garuda Indonesia ini mengembangkan kegiatannya yang sebelumnya berfokus hanya ke penerbangan domestik.
Untuk itu, lanjut dia, dengan dibukanya penerbangan regional ini maka Citilink menargetkan dapat mencapai sekitar 8,2 juta penumpang sampai akhir 2014. "Tahun lalu kami sekitar 5,4 juta penumpang. Untuk itu tahun ini kami targetkan dapat tumbuh sekitar 57 persen menjadi 8,2 juta penumpang," ujar dia.
Dia mengungkap, pihaknya juga ingin fokus untuk menambah beberapa rute pada tahun ini dari 28 menjadi 37. Sementara untuk frekuensi penerbangannya sendiri ditargetkan menjadi 180 penerbangan per hari sampai akhir tahun. "Saat ini 137 penerbangan per hari. Tahun ini kami juga ingin tambah delapan pesawat di bulan Juni sampai Desember," paparnya.
Sepanjang tahun ini, kata dia, pihaknya berencana akan membuka enam penerbangan internasional berturut-turut dari Surabaya. Berawal dari Johor Bahru, kemudian Kuala Lumpur pada tanggal 3 April nanti, lalu Singapura pada bulan Mei nanti, selanjutnya Hong Kong, Taiwan, dan Perth.
"Kami menargetkan dapat mengangkut sekitar 800 ribu TKI dalam setahun dari enam kota kota tersebut. Selain itu tentunya penumpang umum atau wisatawan," ungkap Arif.
Di samping itu, pada 2013 lalu Citilink mencatat pendapatan sebesar USD273,4 juta. Namun karena tingginya biaya produksi menyebabkan Citilink mengalami kerugian hingga USD48,4 juta. Untuk mendongkrak kinerja perusahaan baik dari operasi maupun keuangan, serta mitra startegis diharapkan bisa mendukung kinerja Citilink menjadi lebih baik.
Sekretaris Daerah Pemprov Jawa Timur Akhmad Sukardi mengungkap, pihaknya mendukung kerja sama dengan Citilink dalam mendatangkan wisatawan mancanegara seperti dari Malaysia untuk berwisata ke propinsi Jawa timur yang memiliki tempat wisata menarik, karena bisa dapat mendukung 'Visit East Java' dan sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.
"Kami mengapresiasi Citilink yang ikut membantu menjamin penempatan tenaga kerja asal Jawa timur melalui program pengantaran tenaga kerja sampai ke majikan," katanya.
Diungkapnya, sebagai maskapai penerbangan milik negara, Citilink akan sangat membantu perekonomian bangsa termasuk Jawa Timur.
Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah III Moh Alwi berharap, dengan adanya penerbangan baru ke Johor Bahru dapat menaikan jumlah penumpang ke Johor sekitar 80-90 persen.
"Kami berharap dapat tumbuh hampir 90 persen, itu bukan hanya TKI saja yang ke Johar tetapi ada penumpang lain seperti wisatawan, pengusaha dan lainnya," ujarnya.
Dia melanjutkan, Citilink merupakan maskapai penerbangan kedua yang membuka penerbangan ke Johor Bahru. Sehingga, Alwi berharap Citilink dapat memenuhi kontribusi untuk angkutan udara di sini.
CEO Citilink Arif Wibowo mengatakan, Surabaya dipilih lantaran pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional.
"Sehingga ini menjadi momentum yang baik untuk dapat memenuhi target-target Citilink pada tahun ini," kata Arif saat membuka rute penerbangan dari Surabaya ke Johor Bahru di Terminal 2 Bandara Udara Juanda, Surabaya.
Menurutnya, dengan pertumbuhan ekonomi yang mencapai 6,5 persen menjadikan wilayah Jawa Timur terbuka bagi peluang bisnis yang besar termasuk dalam sektor penerbangan. Dia melanjutkan, penumpang yang terangkut pada penerbangan internasional perdana kali ini mencapai 90 persen dari total kapasitas 180 kursi.
Arif mengungkap, pertumbuhan kawasan Asia terutama di Asia Timur dan Asia Tenggara membuat anak usaha Garuda Indonesia ini mengembangkan kegiatannya yang sebelumnya berfokus hanya ke penerbangan domestik.
Untuk itu, lanjut dia, dengan dibukanya penerbangan regional ini maka Citilink menargetkan dapat mencapai sekitar 8,2 juta penumpang sampai akhir 2014. "Tahun lalu kami sekitar 5,4 juta penumpang. Untuk itu tahun ini kami targetkan dapat tumbuh sekitar 57 persen menjadi 8,2 juta penumpang," ujar dia.
Dia mengungkap, pihaknya juga ingin fokus untuk menambah beberapa rute pada tahun ini dari 28 menjadi 37. Sementara untuk frekuensi penerbangannya sendiri ditargetkan menjadi 180 penerbangan per hari sampai akhir tahun. "Saat ini 137 penerbangan per hari. Tahun ini kami juga ingin tambah delapan pesawat di bulan Juni sampai Desember," paparnya.
Sepanjang tahun ini, kata dia, pihaknya berencana akan membuka enam penerbangan internasional berturut-turut dari Surabaya. Berawal dari Johor Bahru, kemudian Kuala Lumpur pada tanggal 3 April nanti, lalu Singapura pada bulan Mei nanti, selanjutnya Hong Kong, Taiwan, dan Perth.
"Kami menargetkan dapat mengangkut sekitar 800 ribu TKI dalam setahun dari enam kota kota tersebut. Selain itu tentunya penumpang umum atau wisatawan," ungkap Arif.
Di samping itu, pada 2013 lalu Citilink mencatat pendapatan sebesar USD273,4 juta. Namun karena tingginya biaya produksi menyebabkan Citilink mengalami kerugian hingga USD48,4 juta. Untuk mendongkrak kinerja perusahaan baik dari operasi maupun keuangan, serta mitra startegis diharapkan bisa mendukung kinerja Citilink menjadi lebih baik.
Sekretaris Daerah Pemprov Jawa Timur Akhmad Sukardi mengungkap, pihaknya mendukung kerja sama dengan Citilink dalam mendatangkan wisatawan mancanegara seperti dari Malaysia untuk berwisata ke propinsi Jawa timur yang memiliki tempat wisata menarik, karena bisa dapat mendukung 'Visit East Java' dan sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.
"Kami mengapresiasi Citilink yang ikut membantu menjamin penempatan tenaga kerja asal Jawa timur melalui program pengantaran tenaga kerja sampai ke majikan," katanya.
Diungkapnya, sebagai maskapai penerbangan milik negara, Citilink akan sangat membantu perekonomian bangsa termasuk Jawa Timur.
Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah III Moh Alwi berharap, dengan adanya penerbangan baru ke Johor Bahru dapat menaikan jumlah penumpang ke Johor sekitar 80-90 persen.
"Kami berharap dapat tumbuh hampir 90 persen, itu bukan hanya TKI saja yang ke Johar tetapi ada penumpang lain seperti wisatawan, pengusaha dan lainnya," ujarnya.
Dia melanjutkan, Citilink merupakan maskapai penerbangan kedua yang membuka penerbangan ke Johor Bahru. Sehingga, Alwi berharap Citilink dapat memenuhi kontribusi untuk angkutan udara di sini.
(gpr)
Lihat Juga :