ACC Semarang gelontorkan Rp45 miliar/bulan
Senin, 17 Maret 2014 - 17:55 WIB
ACC Semarang gelontorkan Rp45 miliar/bulan
A
A
A
Sindonews.com - Munculnya mobil-mobil baru dengan harga murah, membuat pembiayaan kredit mobil mengalami kenaikan. Salah satunya yang dialami lembaga pembiayaan atau leasing Astra Credit Companies (ACC) Semarang.
ACC mencatat pada dua bulan awal tahun ini, kredit pembiayaan naik 10 persen dibandingkan periode sama 2013. Dengan pertumbuhan tersebut, aset berjalan ACC juga meningkat mencapai Rp1 triliun. Dan potensi kredit macet hanya kurang dari 2 persen.
"Pembiayaan mobil pada awal tahun ini menunjukkan kinerja yang cukup bagus," kata Branch Manager ACC Semarang, Felix Wijaya, Senin (17/3/2014).
Dia mengaku, ACC Semarang yang memiliki cakupan wilayah sampai Kendal, Ungaran, Kota Semarang, Salatiga, Demak, dan Grobogan, berhasil membukukan penyaluran kredit pembiyaan mobil hingga Rp40 miliar sampai Rp45 miliar per bulan.
Menurutnya, dengan munculnya sejumlah mobil baru dengan harga murah, pembiayaan mobil baru juga mengalami peningkatan. Jika sebelum munculnya mobil murah, pembiayaan mobil baru di bawah 50 persen, sekarang mencapai lebih dari 50 persen, atau sekitar 55 persen dan 45 persennya adalah pembiayaan mobil bekas. "ACC memang fokus pada pembiayaan mobil, baik mobil baru maupun mobil bekas," katanya.
Untuk pembiayaan mobil bekas, Felix mengaku pihaknya melakukan pembatasan untuk tahun pembuatannya maksimal 20 tahun ke belakang. Setiap bulan rata-rata memberikan kredit untuk 400-450 unit mobil. Masing-masing mobil rata-rata mendapatkan pembiayaan sekitar Rp100 juta sampai Rp190 juta per unit.
"Untuk pembiayaan ini, kami juga mengikuti aturan Bank Indonesia (BI), dengan minimal uang muka 25 persen, terkecuali untuk kredit mobil produktif bisa lebih rendah lagi 20 persen," ujarnya.
Dia mengatakan, suku bunga yang ditawarkan ACC pun sangat kompetitif, dengan proses yang mudah dan cepat. Sedangkan tenggang waktu kredit bisa mencapai 5 tahun.
Disinggung terkait masa pemilu legistif, Felix mengaku tidak memiliki dampak secara langsung terhadap kredit kendaraan. Pemilu besar kemungkinan hanya berdampak pada tingkat konsumsi masyarkat.
ACC mencatat pada dua bulan awal tahun ini, kredit pembiayaan naik 10 persen dibandingkan periode sama 2013. Dengan pertumbuhan tersebut, aset berjalan ACC juga meningkat mencapai Rp1 triliun. Dan potensi kredit macet hanya kurang dari 2 persen.
"Pembiayaan mobil pada awal tahun ini menunjukkan kinerja yang cukup bagus," kata Branch Manager ACC Semarang, Felix Wijaya, Senin (17/3/2014).
Dia mengaku, ACC Semarang yang memiliki cakupan wilayah sampai Kendal, Ungaran, Kota Semarang, Salatiga, Demak, dan Grobogan, berhasil membukukan penyaluran kredit pembiyaan mobil hingga Rp40 miliar sampai Rp45 miliar per bulan.
Menurutnya, dengan munculnya sejumlah mobil baru dengan harga murah, pembiayaan mobil baru juga mengalami peningkatan. Jika sebelum munculnya mobil murah, pembiayaan mobil baru di bawah 50 persen, sekarang mencapai lebih dari 50 persen, atau sekitar 55 persen dan 45 persennya adalah pembiayaan mobil bekas. "ACC memang fokus pada pembiayaan mobil, baik mobil baru maupun mobil bekas," katanya.
Untuk pembiayaan mobil bekas, Felix mengaku pihaknya melakukan pembatasan untuk tahun pembuatannya maksimal 20 tahun ke belakang. Setiap bulan rata-rata memberikan kredit untuk 400-450 unit mobil. Masing-masing mobil rata-rata mendapatkan pembiayaan sekitar Rp100 juta sampai Rp190 juta per unit.
"Untuk pembiayaan ini, kami juga mengikuti aturan Bank Indonesia (BI), dengan minimal uang muka 25 persen, terkecuali untuk kredit mobil produktif bisa lebih rendah lagi 20 persen," ujarnya.
Dia mengatakan, suku bunga yang ditawarkan ACC pun sangat kompetitif, dengan proses yang mudah dan cepat. Sedangkan tenggang waktu kredit bisa mencapai 5 tahun.
Disinggung terkait masa pemilu legistif, Felix mengaku tidak memiliki dampak secara langsung terhadap kredit kendaraan. Pemilu besar kemungkinan hanya berdampak pada tingkat konsumsi masyarkat.
(izz)
Lihat Juga :