Harga minyak di Asia mixed jelang keputusan The Fed
Selasa, 18 Maret 2014 - 12:32 WIB
Harga minyak di Asia mixed jelang keputusan The Fed
A
A
A
Sindonews.com - Harga minyak di perdagangan Asia hari ini bervariasi, karena investor terus menutup mata atas memanasnya ketegangan internasional di Krimea dan menunggu hasil dari pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).
Seperti dikutip dari AFP, Selasa (18/3/2014), Kontrak utama New York, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April turun 24 sen menjadi USD97,84 dalam perdagangan pertengahan pagi ini. Sementara minyak mentah Brent North Sea naik 11 sen menjadi USD106,35 untuk kontrak Mei.
"Pelaku pasar tampaknya menunggu gambaran yang jelas tentang ruang lingkup mungkin bagi diplomasi dalam krisis berdaulat semenanjung Laut Hitam," kata CMC Markets Singapura dalam sebuah komentar pasar.
Presiden Rusia Vladimir Putin pada Senin menandatangani sebuah dekrit mengakui Krimea sebagai negara merdeka, menyusul suara untuk memisahkan diri dari Ukraina dan bergabung dengan Rusia dalam sebuah referendum yang telah mengipasi terburuk krisis Timur-Barat sejak perang dingin.
Lebih dari 70 persen dari gas dan minyak ekspor Rusia ke Eropa melalui Ukraina dan investor khawatir bahwa sanksi terhadap Rusia dapat mengganggu pasokan dari negara itu.
Pedagang juga fokus pada pertemuan kebijakan yang dipimpin oleh Ketua Federal Reserve AS, Janet Yellen pada Selasa dan Rabu. Bank Sentral AS diperkirakan untuk lebih memotong program stimulus yang besar karena ekonomi Amerika perlahan-lahan mulai pulih.
Seperti dikutip dari AFP, Selasa (18/3/2014), Kontrak utama New York, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April turun 24 sen menjadi USD97,84 dalam perdagangan pertengahan pagi ini. Sementara minyak mentah Brent North Sea naik 11 sen menjadi USD106,35 untuk kontrak Mei.
"Pelaku pasar tampaknya menunggu gambaran yang jelas tentang ruang lingkup mungkin bagi diplomasi dalam krisis berdaulat semenanjung Laut Hitam," kata CMC Markets Singapura dalam sebuah komentar pasar.
Presiden Rusia Vladimir Putin pada Senin menandatangani sebuah dekrit mengakui Krimea sebagai negara merdeka, menyusul suara untuk memisahkan diri dari Ukraina dan bergabung dengan Rusia dalam sebuah referendum yang telah mengipasi terburuk krisis Timur-Barat sejak perang dingin.
Lebih dari 70 persen dari gas dan minyak ekspor Rusia ke Eropa melalui Ukraina dan investor khawatir bahwa sanksi terhadap Rusia dapat mengganggu pasokan dari negara itu.
Pedagang juga fokus pada pertemuan kebijakan yang dipimpin oleh Ketua Federal Reserve AS, Janet Yellen pada Selasa dan Rabu. Bank Sentral AS diperkirakan untuk lebih memotong program stimulus yang besar karena ekonomi Amerika perlahan-lahan mulai pulih.
(izz)
Lihat Juga :