Pemerintah akan luncurkan paket kebijakan ekonomi jilid III

Selasa, 18 Maret 2014 - 20:49 WIB
Pemerintah akan luncurkan...
Pemerintah akan luncurkan paket kebijakan ekonomi jilid III
A A A
Sindonews.com - Meski sepanjang triwulan akhir 2013 hingga awal 2014, beberapa kekuatan ekonomi Asia mengalami pelemahan, seperti Jepang, India dan Tiongkok, ekonomi Indonesia justru cenderung bergerak positif.

Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi dan Pembangunan, Firmanzah mengatakan, bertahan dan berkembangnya perekonomian Indonesia pada periode tersebut karena fundamental ekonomi nasional semakin menguat berkat paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan pemerintah pada Agustus dan Desember 2013.

Menurutnya, pada 2013, ekonomi nasional tertekan oleh melebarnya defisit transaksi berjalan, defisit neraca perdagangan dan ancaman risiko inflasi. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah mengeluarkan paket kebijakan ekonomi secara bertahap masing-masing paket pertama di Agustus 2013 dan paket kedua pada Desember 2013.

"Paket kebijakan ekonomi ini diarahkan untuk memperkokoh fundamental ekonomi dan upaya mitigasi risiko ketidakpastian global yang semakin kompleks," terang Firmanzah seperti dikutip dari situs Setkab, Selasa (18/3/2014).

Paket pertama dilakukan melalui upaya perbaikan neraca transaksi berjalan, penguatan nilai tukar, menjaga pertumbuhan ekonomi, penguatan daya beli masyarakat dan tingkat inflasi, serta menstimuli investasi.

Sementara, paket kedua, ditempuh dengan mengedepankan perbaikan neraca perdagangan melalui pengurangan impor barang konsumsi dan mendorong nilai ekspor melalui peraturan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor. Paket ini diharapkan dapat memperbaiki neraca perdagangan sekaligus mempersempit defisit neraca transaksi berjalan.

"Hasil kedua paket ekonomi itu terbukti efektif. Inflasi sepanjang 2013 dapat dikendalikan dan ditekan ke level 8,3 persen, nilai tukar rupiah terus menguat, dan iklim investasi terus membaik," jelasnya.

Dia mengakui, beberapa target dari paket kebijakan masih menyisakan sejumlah tantangan. Misalnya perbaikan neraca transaksi berjalan yang belum optimal dari kedua paket tersebut.

Untuk itu, lanjut Firmanzah, saat ini pemerintah sedang mempersiapkan paket kebijakan ekonomi ketiga yang fokus pada penyeimbangan neraca pembayaran dan perbaikan neraca transaksi berjalan.

"Paket kebijakan ekonomi ketiga ini akan diarahkan untuk memperbesar dan menahan aliran modal tetap berada di pasar domestik," ujarnya.

Menurutnya, paket kebijakan ekonomi ketiga yang sedang dipersiapkan pemerintah ini akan mengatur lebih lanjut, terkait repatriasi keuntungan investor asing. Sehingga dapat diinvestasikan kembali di Indonesia.

"Relaksasi investasi ini diharapkan dapat memperkecil defisit neraca transaksi berjalan sekaligus menstimuli investasi lainnya yang distribusinya akan diarahkan pada pembangunan sektor riil," papar dia.

Adapun terkait revisi Daftar Negatif Investasi (DNI), menurut Firmanzah, akan dilakukan dengan tetap mengedepankan kepentingan nasional, serta terus mendorong pengusaha lokal untuk lebih berperan dalam sistem perekonomian nasional.

"Paket kebijakan ekonomi ini tentunya sangat diharapkan dapat semakin memperkokoh struktur fundamental ekonomi nasional yang kini terus menguat, seiring bekerjanya paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan di 2013," pungkas Firmanzah.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
3 jam yang lalu
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
4 jam yang lalu
Harga Tiket Whoosh Pakai...
Harga Tiket Whoosh Pakai Skema Dinamis Sambut Libur Sekolah Plus Long Weekend, Termurah Rp250 Ribu
5 jam yang lalu
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
6 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Jaring Talenta Pelaut Muda Perkuat Distribusi Energi Nasional
6 jam yang lalu
Bahlil Jamin Harga BBM...
Bahlil Jamin Harga BBM Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik
7 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved