AP I berkomitmen bangun Bandara Ahmad Yani Semarang
Rabu, 19 Maret 2014 - 19:03 WIB
AP I berkomitmen bangun Bandara Ahmad Yani Semarang
A
A
A
Sindonews.com - PT Angkasa Pura I (Persero) tetap berkomitmen membangun Bandara Ahmad Yani Semarang. Proses pengajuan pengembangan bandara tersebut sudah diusulkan tahun lalu kepada Kementerian BUMN dengan surat nomor API.2304/KB.03/2013/PD-B tanggal 5 Maret 2013 dan nomor API.2689/KB.03/2013/PD-B tanggal 25 Maret 2013.
Kedua surat tersebut sudah dijawab oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan dengan nomor surat S-211/MBU/2013 tanggal 4 April 2013 tentang Persetujuan Prinsip Kerjasama Pemanfaatan (KSP) Lahan TNI AD untuk Pengembangan Bandara Ahmad Yani Semarang Jawa Tengah.
Sebagai tindak lanjut proses perizinan, dimana PT Angkasa Pura I akan memakai lahan TNI AD maka telah dikeluarkan surat Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan nomor S-47/MK.6/2014 tentang Persetujuan Kerjasama Pemanfaatan Sebagian Barang Milik Negara (BMN) berupa Tanah pada Kementerian Pertahanan, dimana pada pokoknya Angkasa Pura I sebagai pihak pemakai diwajibkan untuk memberikan kontribusi tetap kepada negara denganjangka waktu selama 30 tahun.
Sebagai perusahaan jasa BUMN yang juga diwajibkan untuk memperoleh laba, Angkasa Pura I dalam hal kegiatan ini telah berkoordinasi kembali kepada Kementerian BUMN terkait besaran nilai pembagian keuntungan atas pemanfaatan aset negara di Bandara Ahmad Yani Semarang.
Surat nomor AP.I.954/LB.05/2014/PD-B tanggal 3 Maret 2014 sudah dijawab oleh Kementerian BUMN dengan surat nomor S-131/MBU/2014 tanggal 11 Maret 2014 dimana substansinya kementerian belum sependapat untuk dilakukan pengembangan karena besaran nilai pembagian keuntungan yang tidak feasible.
Saat ini, Angkasa Pura I sedang melakukan pembahasan kembali untuk meninjau besaran nilai pembagian keuntungan kepada pihak terkait. Dengan prospek pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah bagian Utara yang cukup stabil,perkiraan pertumbuhan penumpang akan mencapai 3,7 juta orang di tahun 2014.
"Bandara Ahmad Yani merupakan tulang punggung perekonomian regional Jawa Tengah bagian Utara. Pertumbuhan yang pesat harus ditopang dengan pengembangan infrastruktur bandara yang siap menampung penumpang bisnis dan wisata yang lebih banyak. Angkasa Pura I berkomitmen untuk membangun dan mengembangkan bandara tersebut," kata Corporate Secretary Farid Indra Nugraha dalam rilisnya di Jakarta, Rabu (19/3/2014).
Penundaan ini diharapkan tidak mengganggu pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah bagian Utara. Angkasa Pura I bersama pihak-pihak terkait tengah melakukan perhitungan kembali atas besaran nilai pembagian keuntungan untuk menjaga profitabilitas perusahaan. Ke depan, Bandara Ahmad Yani Semarang tentu harus mampu bersaing di tingkat regional.
Kedua surat tersebut sudah dijawab oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan dengan nomor surat S-211/MBU/2013 tanggal 4 April 2013 tentang Persetujuan Prinsip Kerjasama Pemanfaatan (KSP) Lahan TNI AD untuk Pengembangan Bandara Ahmad Yani Semarang Jawa Tengah.
Sebagai tindak lanjut proses perizinan, dimana PT Angkasa Pura I akan memakai lahan TNI AD maka telah dikeluarkan surat Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan nomor S-47/MK.6/2014 tentang Persetujuan Kerjasama Pemanfaatan Sebagian Barang Milik Negara (BMN) berupa Tanah pada Kementerian Pertahanan, dimana pada pokoknya Angkasa Pura I sebagai pihak pemakai diwajibkan untuk memberikan kontribusi tetap kepada negara denganjangka waktu selama 30 tahun.
Sebagai perusahaan jasa BUMN yang juga diwajibkan untuk memperoleh laba, Angkasa Pura I dalam hal kegiatan ini telah berkoordinasi kembali kepada Kementerian BUMN terkait besaran nilai pembagian keuntungan atas pemanfaatan aset negara di Bandara Ahmad Yani Semarang.
Surat nomor AP.I.954/LB.05/2014/PD-B tanggal 3 Maret 2014 sudah dijawab oleh Kementerian BUMN dengan surat nomor S-131/MBU/2014 tanggal 11 Maret 2014 dimana substansinya kementerian belum sependapat untuk dilakukan pengembangan karena besaran nilai pembagian keuntungan yang tidak feasible.
Saat ini, Angkasa Pura I sedang melakukan pembahasan kembali untuk meninjau besaran nilai pembagian keuntungan kepada pihak terkait. Dengan prospek pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah bagian Utara yang cukup stabil,perkiraan pertumbuhan penumpang akan mencapai 3,7 juta orang di tahun 2014.
"Bandara Ahmad Yani merupakan tulang punggung perekonomian regional Jawa Tengah bagian Utara. Pertumbuhan yang pesat harus ditopang dengan pengembangan infrastruktur bandara yang siap menampung penumpang bisnis dan wisata yang lebih banyak. Angkasa Pura I berkomitmen untuk membangun dan mengembangkan bandara tersebut," kata Corporate Secretary Farid Indra Nugraha dalam rilisnya di Jakarta, Rabu (19/3/2014).
Penundaan ini diharapkan tidak mengganggu pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah bagian Utara. Angkasa Pura I bersama pihak-pihak terkait tengah melakukan perhitungan kembali atas besaran nilai pembagian keuntungan untuk menjaga profitabilitas perusahaan. Ke depan, Bandara Ahmad Yani Semarang tentu harus mampu bersaing di tingkat regional.
(gpr)
Lihat Juga :