XL Axiata rampungkan akuisisi Axis
Kamis, 20 Maret 2014 - 09:35 WIB
XL Axiata rampungkan akuisisi Axis
A
A
A
Sindonews.com - PT XL Axiata Tbk (EXCL) telah merampungkan akuisisi 95 persen saham PT Axis Telekom Indonesia (Axis), kemarin (Rabu, 19/3/2014).
Sekretaris Perusahaan XL Axiata Murni Nurdini dalam keterangan persreoan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) menjelaskan bahwa penyelesaian dan efektifnya akuisisi tersebut terjadi setelah dipenuhinya seluruh kondisi-kondisi yang dipersyaratkan dalam Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (Conditional Sale and Purchase Agreement/CSPA).
Adapun persyaratan yang tertuang dalam CSPA pada 26 September tahun lalu tersebut, antara lain diperolehnya persetujuan dari otortas terkait, yakni Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).
Sementara akuisisi Axis oleh persreoan tersebut merupakan transaksi material berdasarkan Peraturan IX.E.2, yang telah memperoleh persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) XL pada 5 Februari 2014.
Sekedar informasi, untuk mengakuisisi 95 persen saham Axis, perseroan harus mengelontorkan dana sebesar USD856 juta. Adapun senilai USD500 juta bersumber dari pinjaman induk perusahaan, Axiata Group Berhard.
Pinjaman itu memiliki bunga 2,41 persen, dengan tenor tiga tahun. Sementara sisanya akan dicari dari pinjaman lembaga keuangan sebesar USD365 juta.
Pada pekan lalu, perseroan mendapat fasilitas pinjaman dari United Overseas Bank Limited dan The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, Ltd cabang Jakarta, dengan masing-masing fasilitas pinjaman berjumlah sebesar USD100 juta.
Adapun jangka waktu pinjaman tersebut selama tiga tahun sejak tanggal penarikan pinjaman dan diberikan tanpa jaminan (unsecured). Kedua fasilitas pinjaman itu akan digunakan perseroan untuk membiayai akuisisi Axis oleh XL.
Sekretaris Perusahaan XL Axiata Murni Nurdini dalam keterangan persreoan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) menjelaskan bahwa penyelesaian dan efektifnya akuisisi tersebut terjadi setelah dipenuhinya seluruh kondisi-kondisi yang dipersyaratkan dalam Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (Conditional Sale and Purchase Agreement/CSPA).
Adapun persyaratan yang tertuang dalam CSPA pada 26 September tahun lalu tersebut, antara lain diperolehnya persetujuan dari otortas terkait, yakni Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).
Sementara akuisisi Axis oleh persreoan tersebut merupakan transaksi material berdasarkan Peraturan IX.E.2, yang telah memperoleh persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) XL pada 5 Februari 2014.
Sekedar informasi, untuk mengakuisisi 95 persen saham Axis, perseroan harus mengelontorkan dana sebesar USD856 juta. Adapun senilai USD500 juta bersumber dari pinjaman induk perusahaan, Axiata Group Berhard.
Pinjaman itu memiliki bunga 2,41 persen, dengan tenor tiga tahun. Sementara sisanya akan dicari dari pinjaman lembaga keuangan sebesar USD365 juta.
Pada pekan lalu, perseroan mendapat fasilitas pinjaman dari United Overseas Bank Limited dan The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, Ltd cabang Jakarta, dengan masing-masing fasilitas pinjaman berjumlah sebesar USD100 juta.
Adapun jangka waktu pinjaman tersebut selama tiga tahun sejak tanggal penarikan pinjaman dan diberikan tanpa jaminan (unsecured). Kedua fasilitas pinjaman itu akan digunakan perseroan untuk membiayai akuisisi Axis oleh XL.
(rna)
Lihat Juga :