Harga minyak di perdagangan Asia melonjak
Kamis, 20 Maret 2014 - 11:09 WIB
Harga minyak di perdagangan Asia melonjak
A
A
A
Sindonews.com - Harga minyak di perdagangan Asia hari ini naik, setelah stok mengalami penurunan pada perdagangan Amerika Serikat (AS) yang menunjukkan permintaan kuat.
Seperti dikutip dari AFP, Kamis (20/3/2014), kontrak utama New York, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April naik 13 sen menjadi USD100,50 dalam perdagangan pertengahan pagi ini dan minyak mentah Brent North Sea untuk Mei naik 29 sen menjadi USD106,14.
Departmen Energi AS melaporkan persediaan di Cushing, Oklahoma turun 200.000 barel menjadi 29,8 juta. Persediaan di Cushing diharapkan lebih memudahkan setelah ekspansi pipa kunci yang akan memudahkan distribusi dari depot ke dalam operasi dalam beberapa bulan ke depan.
Enterprise Products Partners (EPP) mengumumkan akan lebih dari dua kali lipat kapasitas Seaway Pipeline sekitar 850.000 barel per hari pada Mei atau Juni. EPP mengoperasikan pipa dengan perusahaan patungan 50-50 bersama Enbridge Inc.
"Pengumuman di Amerika Serikat pada potensi perluasan jaringan pipa Seaway yang akan menggandakan kapasitasnya untuk memindahkan minyak menyebabkan kenaikan harga WTI," kata Sanjeev Gupta, kepala praktik minyak dan gas Asia Pasifik di Ernst & Young.
Minyak mentah Brent masih dipengaruhi krisis di semenanjung Crimea, Ukraina yang diserap oleh Rusia meskipun protes keras dari Kiev dan dari negara-negara Barat yang dipimpin Amerika Serikat.
Perluasan pipa dan ketegangan di Crimea dibayangi oleh pernyataan Ketua Federal Reserve AS (The Fed) Janet Yellen yang mengisyaratkan bahwa bank sentral AS dapat menaikkan suku bunga lebih awal dari yang diharapkan.
Komentar Yellen membuat pasar terkejut, dan menyebabkan penurunan dalam ekuitas saham Asia hari ini. The Fed juga memutuskan pada akhir pertemuan kebijakan dua hari untuk lebih memangkas program stimulus yang sebesar USD10 miliar menjadi USD55 miliar per bulan, seperti yang diharapkan.
Seperti dikutip dari AFP, Kamis (20/3/2014), kontrak utama New York, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April naik 13 sen menjadi USD100,50 dalam perdagangan pertengahan pagi ini dan minyak mentah Brent North Sea untuk Mei naik 29 sen menjadi USD106,14.
Departmen Energi AS melaporkan persediaan di Cushing, Oklahoma turun 200.000 barel menjadi 29,8 juta. Persediaan di Cushing diharapkan lebih memudahkan setelah ekspansi pipa kunci yang akan memudahkan distribusi dari depot ke dalam operasi dalam beberapa bulan ke depan.
Enterprise Products Partners (EPP) mengumumkan akan lebih dari dua kali lipat kapasitas Seaway Pipeline sekitar 850.000 barel per hari pada Mei atau Juni. EPP mengoperasikan pipa dengan perusahaan patungan 50-50 bersama Enbridge Inc.
"Pengumuman di Amerika Serikat pada potensi perluasan jaringan pipa Seaway yang akan menggandakan kapasitasnya untuk memindahkan minyak menyebabkan kenaikan harga WTI," kata Sanjeev Gupta, kepala praktik minyak dan gas Asia Pasifik di Ernst & Young.
Minyak mentah Brent masih dipengaruhi krisis di semenanjung Crimea, Ukraina yang diserap oleh Rusia meskipun protes keras dari Kiev dan dari negara-negara Barat yang dipimpin Amerika Serikat.
Perluasan pipa dan ketegangan di Crimea dibayangi oleh pernyataan Ketua Federal Reserve AS (The Fed) Janet Yellen yang mengisyaratkan bahwa bank sentral AS dapat menaikkan suku bunga lebih awal dari yang diharapkan.
Komentar Yellen membuat pasar terkejut, dan menyebabkan penurunan dalam ekuitas saham Asia hari ini. The Fed juga memutuskan pada akhir pertemuan kebijakan dua hari untuk lebih memangkas program stimulus yang sebesar USD10 miliar menjadi USD55 miliar per bulan, seperti yang diharapkan.
(izz)
Lihat Juga :