Ditekan aksi jual, IHSG merosot hampir 2%
Kamis, 20 Maret 2014 - 12:05 WIB
Ditekan aksi jual, IHSG merosot hampir 2%
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini ditutup masih betah di zona merah karena ditekan aksi jual. IHSG merosot 93,88 poin atau 1,95 persen ke level 4.727,58.
IHSG pagi tadi dibuka meninggalkan level 4.800 dipicu tergelincirnya Wall Street pasca komentar Gubernur the Fed Janet Yellen yang akan mengakhiri program pelonggaran kuantitatif dan menaikkan suku bunga dalam enam bulan ke depan.
IHSG pagi tadi langsung terhempas 35,16 poin atau 0,73 persen ke level 4.786,30. Padahal, IHSG kemarin berhasil menguat 15,85 poin atau 0,33 persen ke level 4.821,46 didukung aksi beli asing yang mencapai lebih dari Rp1 triliun.
Penguatan IHSG tersebut di tengah melemahnya mayoritas bursa Asia. Sementara siang ini bursa Asia mayoritas istirahat di zona merah.
Indeks Straits Times turun 14,60 poin atau 0,48 persen ke 3.066,15, Shanghai menguat 7,12 poin atau 0,35 persen ke 2.028,85, Hang Seng melemah 240,44 poin atau 1,13 persen ke 21.328,25 dan Nikkei turun 211,06 poin atau 1,48 persen ke 14.251,46.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp3,75 triliun dengan 3,08 miliar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing mencapai Rp239 miliar. Tercatat 63 saham naik, 235 saham melemah dan 66 saham stagnan.
Sektor saham siang ini semuanya melemah. Sektor dengan pelemahan terbesar adalah aneka industri, anjlok 3,07 persen, diikuti properti turun 2,62 persen.
Adapun saham yang menguat, di antaranya PT Mayora Indah Tbk (MYOR) menguat Rp225 menjadi Rp29.825, PT Matahari Departemen Store Tbk (LPPF) naik Rp175 menjadi Rp13.775 dan PT Astra Graphia Tbk (ASGR) meningkat Rp10 menjadi Rp1.855.
Sementara saham yang anjlok, di antaranya PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) minus Rp20 menajdi Rp750, PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp150 menjadi Rp7.725 dan PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC) melemah Rp40 menjadi Rp3.130.
IHSG pagi tadi dibuka meninggalkan level 4.800 dipicu tergelincirnya Wall Street pasca komentar Gubernur the Fed Janet Yellen yang akan mengakhiri program pelonggaran kuantitatif dan menaikkan suku bunga dalam enam bulan ke depan.
IHSG pagi tadi langsung terhempas 35,16 poin atau 0,73 persen ke level 4.786,30. Padahal, IHSG kemarin berhasil menguat 15,85 poin atau 0,33 persen ke level 4.821,46 didukung aksi beli asing yang mencapai lebih dari Rp1 triliun.
Penguatan IHSG tersebut di tengah melemahnya mayoritas bursa Asia. Sementara siang ini bursa Asia mayoritas istirahat di zona merah.
Indeks Straits Times turun 14,60 poin atau 0,48 persen ke 3.066,15, Shanghai menguat 7,12 poin atau 0,35 persen ke 2.028,85, Hang Seng melemah 240,44 poin atau 1,13 persen ke 21.328,25 dan Nikkei turun 211,06 poin atau 1,48 persen ke 14.251,46.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp3,75 triliun dengan 3,08 miliar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing mencapai Rp239 miliar. Tercatat 63 saham naik, 235 saham melemah dan 66 saham stagnan.
Sektor saham siang ini semuanya melemah. Sektor dengan pelemahan terbesar adalah aneka industri, anjlok 3,07 persen, diikuti properti turun 2,62 persen.
Adapun saham yang menguat, di antaranya PT Mayora Indah Tbk (MYOR) menguat Rp225 menjadi Rp29.825, PT Matahari Departemen Store Tbk (LPPF) naik Rp175 menjadi Rp13.775 dan PT Astra Graphia Tbk (ASGR) meningkat Rp10 menjadi Rp1.855.
Sementara saham yang anjlok, di antaranya PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) minus Rp20 menajdi Rp750, PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp150 menjadi Rp7.725 dan PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC) melemah Rp40 menjadi Rp3.130.
(rna)
Lihat Juga :