First Media masih catat rugi Rp103,38 M
Kamis, 20 Maret 2014 - 12:52 WIB
First Media masih catat rugi Rp103,38 M
A
A
A
Sindonews.com - PT First Media Tbk (KBLV) sepanjang tahun lalu masih mencatat rugi bersih sebesar Rp103,38 miliar.
Kendati demikian, nilai rugi itu menurun dibanding rugi tahun sebelumnya sebesar Rp105,16 miliar. Ini menyebabkan rugi per saham dasar juga menurun menjadi Rp59 dibanding tahun sebelumnya Rp60 per saham.
Laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan pada Kamis (20/3/2014) memaparkan bahwa menurunnya rugi tersebut karena perseroan pada tahun lalu berhasil meningkatkannya pendapatan sekitar 32,58 persen menjadi Rp1,75 triliun dari tahun sebelumnya Rp1,32 triliun.
Namun naiknya pendapatan disertai dengan bertambahnya beban layanan menjadi Rp474,14 miliar dari Rp385,13 miliar, sehingga laba bruto tercatat sebesar Rp1,28 triliun. Angka ini masih lebih baik dibanding 2012, yang membukukan laba bruto senilai Rp937,31 miliar.
Perseroan pada tahun lalu mencatat kenaikan beban penjualan menjadi Rp158,07 miliar dari Rp125,38 miliar, beban umum dan administrasi melonjak menjadi Rp583,26 miliar dari Rp560,46 miliar, beban penyusutan aset tetap naik menjadi Rp338,68 miliar dari Rp244,16 miliar.
Sementara perubahan nilai wajar opsi valuta asing susut menjadi Rp12,83 miliar dari Rp21,58 miliar dan keuntungan atas aset tetap turun menjadi Rp257 juta dari Rp7,9 miliar. Sedangkan beban pajak meningkat dari Rp1,16 miiar menjadi Rp3,29 miliar dan beban lain-lain bertambah menjadi Rp22,45 miliar dari Rp10,08 miliar.
Akibatnya laba usaha pada akhir tahun lalu tercatat sebesar Rp187,33 miliar atau masih di atas tahun sebelumnya senilai Rp25,56 miliar. Adapun laba periode berjalan sebesar Rp19,94 miliar, naik 90,45 persen dibanding 2012 sebesar Rp10,47 miliar.
Total aset peseroan mencapai Rp5,24 triliun atau meningkat 21,58 persen dibanding 2012 senilai Rp4,31 triliun. Jumlah utang pada akhir tahun lalu juga tercatat melonjak menjadi Rp2,81 triliun dari Rp1,89 triliun.
Kendati demikian, nilai rugi itu menurun dibanding rugi tahun sebelumnya sebesar Rp105,16 miliar. Ini menyebabkan rugi per saham dasar juga menurun menjadi Rp59 dibanding tahun sebelumnya Rp60 per saham.
Laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan pada Kamis (20/3/2014) memaparkan bahwa menurunnya rugi tersebut karena perseroan pada tahun lalu berhasil meningkatkannya pendapatan sekitar 32,58 persen menjadi Rp1,75 triliun dari tahun sebelumnya Rp1,32 triliun.
Namun naiknya pendapatan disertai dengan bertambahnya beban layanan menjadi Rp474,14 miliar dari Rp385,13 miliar, sehingga laba bruto tercatat sebesar Rp1,28 triliun. Angka ini masih lebih baik dibanding 2012, yang membukukan laba bruto senilai Rp937,31 miliar.
Perseroan pada tahun lalu mencatat kenaikan beban penjualan menjadi Rp158,07 miliar dari Rp125,38 miliar, beban umum dan administrasi melonjak menjadi Rp583,26 miliar dari Rp560,46 miliar, beban penyusutan aset tetap naik menjadi Rp338,68 miliar dari Rp244,16 miliar.
Sementara perubahan nilai wajar opsi valuta asing susut menjadi Rp12,83 miliar dari Rp21,58 miliar dan keuntungan atas aset tetap turun menjadi Rp257 juta dari Rp7,9 miliar. Sedangkan beban pajak meningkat dari Rp1,16 miiar menjadi Rp3,29 miliar dan beban lain-lain bertambah menjadi Rp22,45 miliar dari Rp10,08 miliar.
Akibatnya laba usaha pada akhir tahun lalu tercatat sebesar Rp187,33 miliar atau masih di atas tahun sebelumnya senilai Rp25,56 miliar. Adapun laba periode berjalan sebesar Rp19,94 miliar, naik 90,45 persen dibanding 2012 sebesar Rp10,47 miliar.
Total aset peseroan mencapai Rp5,24 triliun atau meningkat 21,58 persen dibanding 2012 senilai Rp4,31 triliun. Jumlah utang pada akhir tahun lalu juga tercatat melonjak menjadi Rp2,81 triliun dari Rp1,89 triliun.
(rna)
Lihat Juga :