Lorena tawarkan harga IPO Rp825-1.025/saham
Kamis, 20 Maret 2014 - 14:24 WIB
Lorena tawarkan harga IPO Rp825-1.025/saham
A
A
A
Sindonews.com - PT Eka Sari Lorena Transport memantapkan langkah untuk melepas sahamnya lewat mekanisme penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO).
Sebagai agenda pamungkas rangkaian aksi korporasi tersebut, Lorena telah menetapkan waktu pencatatan atau listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 14 April 2014.
Dalam prosesi ini, Lorena yang telah menjamin PT Valburi Indonesia sebagai penjamin pelaksana efeknya tersebut, berencana menawarkan sebanyak 150 juta lembar saham, setara dengan 42,86 persen dari total modal ditempatkan dan disetor.
"Harga penawarannya di kisaran Rp825-Rp1.025 per saham," terang Direktur Utama Lorena, GT Soerbakti di Hotel Manhattan, Jakarta, Kamis (20/3/2014).
Dari prosesi penawaran harga ini, raihan dana segar yang diharapkan perseroan, sebesar-besarnya dapat mencapai Rp153 miliar atau sekurang-kurangnya Rp123,75 miliar.
Sementara, untuk penggunaan dana hasil IPO ini rencananya akan digunakan Lorena sebesar 81 persen atau sekitar Rp100,23 miliar hingga Rp124,53 miliar dari perolehan dana IPO tersebut untuk pengembangan bus AKAP, APTB, BKTB, serta rekondisi bus lama.
Selain itu, ada sekitar 16 persen-nya atau senilai Rp19,8 miliar hingga Rp24,6 miliar akan dipakai untuk fasilitas atau infrastruktur depo dan workshop bus TransJakarta di Ceger, Jakarta Timur, dan 3 persen atau sekitar Rp3,7 miliar sampai Rp4,6 miliar sisanya akan ditempatkan sebagai modal kerja.
Bersamaan dengan IPO ini, perseroan juga menerbitkan 30 juta lembar waran seri I sebagai dividen per saham (DPS) dengan rasio 5:1. Lorena juga menerbitkan 1 persen atau 1,5 juta lembar untuk pegawainya atau yang biasa disebut dengan program ESA.
Adapun sebanyak 3,33 persen atau 11,65 juta lembar untuk Management and Employee Stock Option (MESOP). "Nilai nominal dari waran ini Rp500. Waran ini dapat dieksekusi pada periode pelaksanaan waran selama 54 bulan, yakni mulai tanggal 14 Oktober 2014 sampai 13 April 2019," pungkasnya.
Sebagai agenda pamungkas rangkaian aksi korporasi tersebut, Lorena telah menetapkan waktu pencatatan atau listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 14 April 2014.
Dalam prosesi ini, Lorena yang telah menjamin PT Valburi Indonesia sebagai penjamin pelaksana efeknya tersebut, berencana menawarkan sebanyak 150 juta lembar saham, setara dengan 42,86 persen dari total modal ditempatkan dan disetor.
"Harga penawarannya di kisaran Rp825-Rp1.025 per saham," terang Direktur Utama Lorena, GT Soerbakti di Hotel Manhattan, Jakarta, Kamis (20/3/2014).
Dari prosesi penawaran harga ini, raihan dana segar yang diharapkan perseroan, sebesar-besarnya dapat mencapai Rp153 miliar atau sekurang-kurangnya Rp123,75 miliar.
Sementara, untuk penggunaan dana hasil IPO ini rencananya akan digunakan Lorena sebesar 81 persen atau sekitar Rp100,23 miliar hingga Rp124,53 miliar dari perolehan dana IPO tersebut untuk pengembangan bus AKAP, APTB, BKTB, serta rekondisi bus lama.
Selain itu, ada sekitar 16 persen-nya atau senilai Rp19,8 miliar hingga Rp24,6 miliar akan dipakai untuk fasilitas atau infrastruktur depo dan workshop bus TransJakarta di Ceger, Jakarta Timur, dan 3 persen atau sekitar Rp3,7 miliar sampai Rp4,6 miliar sisanya akan ditempatkan sebagai modal kerja.
Bersamaan dengan IPO ini, perseroan juga menerbitkan 30 juta lembar waran seri I sebagai dividen per saham (DPS) dengan rasio 5:1. Lorena juga menerbitkan 1 persen atau 1,5 juta lembar untuk pegawainya atau yang biasa disebut dengan program ESA.
Adapun sebanyak 3,33 persen atau 11,65 juta lembar untuk Management and Employee Stock Option (MESOP). "Nilai nominal dari waran ini Rp500. Waran ini dapat dieksekusi pada periode pelaksanaan waran selama 54 bulan, yakni mulai tanggal 14 Oktober 2014 sampai 13 April 2019," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :