BTPN tidak bagikan dividen sejak 2008
Kamis, 20 Maret 2014 - 14:38 WIB
BTPN tidak bagikan dividen sejak 2008
A
A
A
Sindonews.com - PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) akan memperkuat permodalan dengan tidak membagikan dividen tahun buku 2013. Perseroan akan menahan laba bersih mencapai Rp2,13 triliun untuk memperkuat permodalan.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) hari ini juga menyetujui untuk kembali tidak membagikan deviden tahun buku 2013 kepada para pemegang saham.
Direktur Utama BTPN, Jerry Ng mengatakan, sejak 2008, ini merupakan tahun keenam BTPN untuk tidak membagikan dividen kepada para pemegang saham. Hal tersebut merupakan keputusan pemegang saham untuk menggunakan 100 persen laba bersih BTPN sebesar Rp2,13 triliun sebagai cadangan perseroan dan retained earnings.
“Kami sangat mensyukuri keputusan pemegang saham. Ini mencerminkan komitmen kuat dari pemegang saham dalam mendukung pertumbuhan BTPN di masa mendatang,” ujar Jerry usai RUPST, di Jakarta, Kamis (20/3/2014).
Lebih lanjut dia menjelaskan, keputusan pemegang saham untuk tidak mengambil dividen merefleksikan komitmen jangka panjang agar BTPN dapat lebih tumbuh secara berkelanjutan. Dengan demikian, BTPN yang telah memberikan pelayanan perbankan lebih dari 56 tahun dapat terus meningkatkan pelayanan.
“Juga sekaligus memberdayakan segmen mass market yang terdiri dari pensiunan, usaha mikro dan kecil, serta komunitas pra sejahtera produktif,” ujarnya.
Di akhir tahun lalu aset BTPN tumbuh 18 persen atau mencapai Rp69,6 triliun dari Rp59 triliun di 2012. Sementara laba bersih sesudah pajak mencapai Rp2,13 triliun atau tumbuh 8 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp1,97 triliun. Pertumbuhan aset dan laba bersih sejalan dengan kredit yang mencapai Rp46 triliun atau tumbuh 19 persen.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) hari ini juga menyetujui untuk kembali tidak membagikan deviden tahun buku 2013 kepada para pemegang saham.
Direktur Utama BTPN, Jerry Ng mengatakan, sejak 2008, ini merupakan tahun keenam BTPN untuk tidak membagikan dividen kepada para pemegang saham. Hal tersebut merupakan keputusan pemegang saham untuk menggunakan 100 persen laba bersih BTPN sebesar Rp2,13 triliun sebagai cadangan perseroan dan retained earnings.
“Kami sangat mensyukuri keputusan pemegang saham. Ini mencerminkan komitmen kuat dari pemegang saham dalam mendukung pertumbuhan BTPN di masa mendatang,” ujar Jerry usai RUPST, di Jakarta, Kamis (20/3/2014).
Lebih lanjut dia menjelaskan, keputusan pemegang saham untuk tidak mengambil dividen merefleksikan komitmen jangka panjang agar BTPN dapat lebih tumbuh secara berkelanjutan. Dengan demikian, BTPN yang telah memberikan pelayanan perbankan lebih dari 56 tahun dapat terus meningkatkan pelayanan.
“Juga sekaligus memberdayakan segmen mass market yang terdiri dari pensiunan, usaha mikro dan kecil, serta komunitas pra sejahtera produktif,” ujarnya.
Di akhir tahun lalu aset BTPN tumbuh 18 persen atau mencapai Rp69,6 triliun dari Rp59 triliun di 2012. Sementara laba bersih sesudah pajak mencapai Rp2,13 triliun atau tumbuh 8 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp1,97 triliun. Pertumbuhan aset dan laba bersih sejalan dengan kredit yang mencapai Rp46 triliun atau tumbuh 19 persen.
(gpr)
Lihat Juga :