BTPN targetkan CAR tahun ini 23%
Kamis, 20 Maret 2014 - 14:39 WIB
BTPN targetkan CAR tahun ini 23%
A
A
A
Sindonews.com - PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) akan memperkuat permodalan dengan tidak membagikan dividen tahun buku 2013.
Direktur BTPN, Anika Faisal mengatakan, perseroan akan menjaga rasio kecukupan modal di kisaran 23-24 persen, naik dari 22 persen di tahun lalu. Nilai ini akan dijaga di atas rata-rata industri di level 20 persen.
Sementara itu pertumbuhan kredit akan dijaga 15-17 persen tahun ini dan dana pihak ketiga (DPK) juga akan mengikuti di level yang sama.
"Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) telah memutuskan untuk tidak akan membagikan dividen tahun ini. Kami ingin menjaga permodalan tetap kuat, walaupun likuiditas beberapa bulan terakhir lebih longgar dari akhir tahun lalu," ujar Anika usai RUPST, di Jakarta, Kamis (20/3/2014).
Walaupun mengaku tidak mendesak, namun perseroan tetap membuka kemungkinan untuk pendanaan baik dari AFC dan standby loan. Hal ini disebutnya karena kondisi likuiditas yang masih aman dengan level Loan to Deposit Ratio (LDR) akhir tahun lalu sebesar 88 persen dan akan dijaga di kisaran yang sama.
"Untuk likuiditas kami punya beberap pilihan selain DPK juga ada AFC dan standby loan. Kami akan melihat perkiraan cost of fund dan kondisi setelah Pemilu sebelum memutuskan pilihan," ujarnya.
Dia juga mengatakan, setelah SMBC menjadi pemegang saham mayoritas, perseroan masih akan fokus dengan segmen mass market seperti mikro dan pensiunan. Perseroan juga akan fokus untuk meningkatkan kinerja anak usaha BTPN Syariah sehingga naik kelas menjadi BUKU II.
"Segmen pasar kami masih sangat luas. Kami juga sedang menunggu aturan branchless banking dikeluarkan regulator sehingga bisa tumbuh lebih besar," ujarnya.
Direktur BTPN, Anika Faisal mengatakan, perseroan akan menjaga rasio kecukupan modal di kisaran 23-24 persen, naik dari 22 persen di tahun lalu. Nilai ini akan dijaga di atas rata-rata industri di level 20 persen.
Sementara itu pertumbuhan kredit akan dijaga 15-17 persen tahun ini dan dana pihak ketiga (DPK) juga akan mengikuti di level yang sama.
"Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) telah memutuskan untuk tidak akan membagikan dividen tahun ini. Kami ingin menjaga permodalan tetap kuat, walaupun likuiditas beberapa bulan terakhir lebih longgar dari akhir tahun lalu," ujar Anika usai RUPST, di Jakarta, Kamis (20/3/2014).
Walaupun mengaku tidak mendesak, namun perseroan tetap membuka kemungkinan untuk pendanaan baik dari AFC dan standby loan. Hal ini disebutnya karena kondisi likuiditas yang masih aman dengan level Loan to Deposit Ratio (LDR) akhir tahun lalu sebesar 88 persen dan akan dijaga di kisaran yang sama.
"Untuk likuiditas kami punya beberap pilihan selain DPK juga ada AFC dan standby loan. Kami akan melihat perkiraan cost of fund dan kondisi setelah Pemilu sebelum memutuskan pilihan," ujarnya.
Dia juga mengatakan, setelah SMBC menjadi pemegang saham mayoritas, perseroan masih akan fokus dengan segmen mass market seperti mikro dan pensiunan. Perseroan juga akan fokus untuk meningkatkan kinerja anak usaha BTPN Syariah sehingga naik kelas menjadi BUKU II.
"Segmen pasar kami masih sangat luas. Kami juga sedang menunggu aturan branchless banking dikeluarkan regulator sehingga bisa tumbuh lebih besar," ujarnya.
(gpr)
Lihat Juga :