Target produksi GKG Cirebon 2013 meleset
Jum'at, 21 Maret 2014 - 16:36 WIB
Target produksi GKG Cirebon 2013 meleset
A
A
A
Sindonews.com - Kejenuhan lahan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat (Jabar) menyebabkan target produksi gabah kering giling (GKG) tahun lalu tidak tercapai.
Kepala Dinas Pertanian Peternakan Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunnakhut) Kabupaten Cirebon, Ali Efendi menyebutkan, tahun ini produksi gabah kering giling ditarget naik menjadi 6,9 ton per hektare (ha). Target itu naik dibanding target tahun sebelumnya sebesar 6,8 ton per ha.
"Tahun ini target GKG naik menjadi 6,9 ton per ha dari tahun sebelumnya 6,8 ton per hs," ujar dia, Jumat (21/3/2014).
Meski tahun ini ditarget naik, dia mengaku tahun lalu sebenarnya realisasi produksi tidak tercapai sesuai target. Rata-rata produksi GKG tahun lalu yang tercapai hanya 6,5 ton per ha, di atas target produksi gabah provinsi dan pusat.
Meniurutnya, tidak tercapainya target produksi tahun lalu disebabkan lahan yang ada saat ini sudah jenuh. Kondisi itu terutama akibat penggunaan pupuk kimia. "Sehingga lahan pun jenuh dan target produksi tidak tercapai," katanya.
Untuk mengembalikan kesuburan lahan, pihaknya tahun ini menganggarkan bantuan pupuk organik sekitar 7.000 ton dari APBD Kabupaten Cirebon senilai Rp5,2 miliar. Dia meyakinkan, penggunaan pupuk organik tersebut akan mengembalikan kesuburan lahan pertanian.
Dia mengakui, kesuburan lahan pertanian tidak akan kembali seketika. Untuk mengembalikan kesuburan tanah, terutama dengan pupuk organik, dibutuhkan waktu cukup lama. Namun dia menjamin, lama kelamaan kesuburan tanah perlahan akan kembali.
Ali mengatakan, saat ini baru 20 persen areal tanaman padi di Kabupaten Cirebon yang sudah panen, dengan total areal tanaman padi musim tanam rendeng (hujan) ini sekitar 45.000 ha.
Daerah yang panen diantaranya tersebar di Kecamatan Plumbon, Palimanan, Ciwaringin, Talun, Kedawung, dan Dukupuntang. "Panen raya dipediksi akan terjadi pada April hingga Mei," imbuhnya.
Sementara, staf Bidang Program Distanbunnakhut Kabupaten Cirebon Nasimin menyatakan, banjir yang melanda beberapa daerah di Kabupaten Cirebon beberapa waktu lalu tidak berdampak signifikan terhadap produksi tahun ini. Luas lahan yang terkena banjir beberapa waktu lalu hanya 8,6 persen dari total lahan 53.000 ha.
"Dengan kondisi curah hujan yang masih baik hingga Maret 2014 ini, produksi padi bisa berjalan lancar," tutur dia.
Meski demikian, Kabupaten Cirebon pernah mengalami kekurangan produksi padi. Setidaknya sejak lima tahun terakhir, kekurangan padi dialami saat kemarau panjang pada 2011 dan 2012.
Menurutnya, Kabupaten Cirebon lebih tahan terhadap musibah banjir dibanding kekeringan saat kemarau. Tahun ini, pihaknya berharap target produksi padi dapat tercapai dari luas lahan 53.000 ha karena luas tanamnya bisa berlipat hingga 93.000 ha.
"Ada petani yang bisa melakukan masa tanam tiga kali dalam setahun karena kondisi airnya terpenuhi," tandas dia.
Kepala Dinas Pertanian Peternakan Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunnakhut) Kabupaten Cirebon, Ali Efendi menyebutkan, tahun ini produksi gabah kering giling ditarget naik menjadi 6,9 ton per hektare (ha). Target itu naik dibanding target tahun sebelumnya sebesar 6,8 ton per ha.
"Tahun ini target GKG naik menjadi 6,9 ton per ha dari tahun sebelumnya 6,8 ton per hs," ujar dia, Jumat (21/3/2014).
Meski tahun ini ditarget naik, dia mengaku tahun lalu sebenarnya realisasi produksi tidak tercapai sesuai target. Rata-rata produksi GKG tahun lalu yang tercapai hanya 6,5 ton per ha, di atas target produksi gabah provinsi dan pusat.
Meniurutnya, tidak tercapainya target produksi tahun lalu disebabkan lahan yang ada saat ini sudah jenuh. Kondisi itu terutama akibat penggunaan pupuk kimia. "Sehingga lahan pun jenuh dan target produksi tidak tercapai," katanya.
Untuk mengembalikan kesuburan lahan, pihaknya tahun ini menganggarkan bantuan pupuk organik sekitar 7.000 ton dari APBD Kabupaten Cirebon senilai Rp5,2 miliar. Dia meyakinkan, penggunaan pupuk organik tersebut akan mengembalikan kesuburan lahan pertanian.
Dia mengakui, kesuburan lahan pertanian tidak akan kembali seketika. Untuk mengembalikan kesuburan tanah, terutama dengan pupuk organik, dibutuhkan waktu cukup lama. Namun dia menjamin, lama kelamaan kesuburan tanah perlahan akan kembali.
Ali mengatakan, saat ini baru 20 persen areal tanaman padi di Kabupaten Cirebon yang sudah panen, dengan total areal tanaman padi musim tanam rendeng (hujan) ini sekitar 45.000 ha.
Daerah yang panen diantaranya tersebar di Kecamatan Plumbon, Palimanan, Ciwaringin, Talun, Kedawung, dan Dukupuntang. "Panen raya dipediksi akan terjadi pada April hingga Mei," imbuhnya.
Sementara, staf Bidang Program Distanbunnakhut Kabupaten Cirebon Nasimin menyatakan, banjir yang melanda beberapa daerah di Kabupaten Cirebon beberapa waktu lalu tidak berdampak signifikan terhadap produksi tahun ini. Luas lahan yang terkena banjir beberapa waktu lalu hanya 8,6 persen dari total lahan 53.000 ha.
"Dengan kondisi curah hujan yang masih baik hingga Maret 2014 ini, produksi padi bisa berjalan lancar," tutur dia.
Meski demikian, Kabupaten Cirebon pernah mengalami kekurangan produksi padi. Setidaknya sejak lima tahun terakhir, kekurangan padi dialami saat kemarau panjang pada 2011 dan 2012.
Menurutnya, Kabupaten Cirebon lebih tahan terhadap musibah banjir dibanding kekeringan saat kemarau. Tahun ini, pihaknya berharap target produksi padi dapat tercapai dari luas lahan 53.000 ha karena luas tanamnya bisa berlipat hingga 93.000 ha.
"Ada petani yang bisa melakukan masa tanam tiga kali dalam setahun karena kondisi airnya terpenuhi," tandas dia.
(izz)
Lihat Juga :