SMGR seleksi dua partner bangun pabrik di Myanmar
Jum'at, 21 Maret 2014 - 16:40 WIB
SMGR seleksi dua partner bangun pabrik di Myanmar
A
A
A
Sindonews.com - Sebagai tindak lanjut dilakukannya proses uji tuntas (due dilligence) terkait rencana ekspansi usaha ke pasar semen Myanmar, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) tengah menyeleksi dua calon partner untuk diajak kerja sama dalam pembangunan pabrik semen di negara tersebut.
Direktur Keuangan SMGR Ahyanizzaman menuturkan, rencana pembangunan pabrik semen di Myanmar sudah menemukan titik terang. Dari proses penjajakan yang dilakukan sebelumnya, terdapat tiga calon partner yang ingin bekerja sama dengan SMGR.
Dari tiga partner tersebut, manajemen lantas memilih dua partner lokal asal negara itu yang bakal diseleksi kembali atau dipilih untuk diajak kerja sama dalam pembangunan pabrik nanti.
"Proses due dilligence terkait pembangunan pabrik Myanmar sudah dan sekarang kita lagi evaluasi kembali. Dari tiga terpilih dua perusahaan asal Myanmar untuk dijadikan partner dalam pembangunan pabrik semen nanti," katanya di The East, Jakarta, Jumat (21/3/2014).
Sayangnya saat disinggung perihal kapan tenggat waktu yang ditetapkan perseroan dalam menyelesaikan proses tersebut, Ahyanizzaman memilih bungkam. "Belum bisa kami targetkan kapan proses finalisasi selesai. Tapi, kami berharap bisa kelar tahun ini juga," kilahnya.
Sebelumnya Direktur Utama SMGR Dwi Soetjipto menyampaikan bahwa proses finalisasi atas rencana perseroan untuk membangun pabrik di Myanmar itu bisa kelar pada kuartal II atau III tahun ini.
Menurut dia, selain pihaknya masih menyeleksi calon partner lokal, SMGR juga tengah membicarakan berbagai hal yang harus disetujui dalam pembentukan perusahaan patungan (joint venture/JV).
"Khususnya yang terkait dengan persentase kepemilikan saham. Kita juga sedang mempelajari situasi dan kondisi pasar di Myanmar terlebih dahulu," tutur Dwi Soetjipto belum lama ini.
Dwi menambahkan, Semen Indonesia telah menyiapkan dana investasi sekitar USD100–200 juta untuk membentuk perusahaan patungan dalam aksi pembangunan pabrik semen di Myanmar.
Direktur Keuangan SMGR Ahyanizzaman menuturkan, rencana pembangunan pabrik semen di Myanmar sudah menemukan titik terang. Dari proses penjajakan yang dilakukan sebelumnya, terdapat tiga calon partner yang ingin bekerja sama dengan SMGR.
Dari tiga partner tersebut, manajemen lantas memilih dua partner lokal asal negara itu yang bakal diseleksi kembali atau dipilih untuk diajak kerja sama dalam pembangunan pabrik nanti.
"Proses due dilligence terkait pembangunan pabrik Myanmar sudah dan sekarang kita lagi evaluasi kembali. Dari tiga terpilih dua perusahaan asal Myanmar untuk dijadikan partner dalam pembangunan pabrik semen nanti," katanya di The East, Jakarta, Jumat (21/3/2014).
Sayangnya saat disinggung perihal kapan tenggat waktu yang ditetapkan perseroan dalam menyelesaikan proses tersebut, Ahyanizzaman memilih bungkam. "Belum bisa kami targetkan kapan proses finalisasi selesai. Tapi, kami berharap bisa kelar tahun ini juga," kilahnya.
Sebelumnya Direktur Utama SMGR Dwi Soetjipto menyampaikan bahwa proses finalisasi atas rencana perseroan untuk membangun pabrik di Myanmar itu bisa kelar pada kuartal II atau III tahun ini.
Menurut dia, selain pihaknya masih menyeleksi calon partner lokal, SMGR juga tengah membicarakan berbagai hal yang harus disetujui dalam pembentukan perusahaan patungan (joint venture/JV).
"Khususnya yang terkait dengan persentase kepemilikan saham. Kita juga sedang mempelajari situasi dan kondisi pasar di Myanmar terlebih dahulu," tutur Dwi Soetjipto belum lama ini.
Dwi menambahkan, Semen Indonesia telah menyiapkan dana investasi sekitar USD100–200 juta untuk membentuk perusahaan patungan dalam aksi pembangunan pabrik semen di Myanmar.
(rna)