Laba bersih BWPT 2013 susut 30,67%
Senin, 24 Maret 2014 - 11:56 WIB
Laba bersih BWPT 2013 susut 30,67%
A
A
A
Sindonews.com - PT BW Plantation Tbk (BWPT) pada tahun lalu mencatat penurunan laba bersih sebesar 30,67 persen menjadi Rp181,78 miliar dari capaian tahun sebelumnya sebesar Rp262,18 miliar.
Dalam laporan keuangan perseroan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (24/3/2014) terungkap bahwa menurunnya laba bersih persreoan pada tahun lalu akibat meningkatnya sejumlah beban.
Pada tahun lalu, naiknya pendapatan usaha perseroan sebesar 20,72 persen menjadi Rp1,14 triliun dibanding tahun sebelumnya Rp944,27 miliar dibarengi melonjaknya beban pokok penjualan hampir dua kali lipat menjadi Rp603,04 miliar dari Rp373,11 miliar.
Akibatnya laba kotor perseroan tergerus menjadi Rp541,2 miliar dari Rp571,16 miliar. Di samping itu, beban usaha melonjak menjadi Rp215,6 miliar dari Rp153,87 miliar. Adapun, beban usaha tersebut terdiri atas beban penjualan yang naik menjadi Rp15,03 miliar dari Rp11,92 miliar serta beban umum dan administrasi bertambah menjadi Rp200,57 miliar dari Rp141,94 miliar.
Naiknya beban tersebut menyebabkan laba usaha menurun menjadi Rp325,6 miliar dari Rp417,29 miliar. Di sisi lain, pendapatan bunga menyusut dari Rp4,79 miliar menjadi Rp1,47 miliar. Kerugian selisih kurs juga meningkat menjadi Rp1,61 miliar dari Rp835,64 juta.
Adapun, laba bersih per saham dasar perseroan pada akhir tahun lalu turun menjadi Rp44,32 dari Rp64,83 miliar. Sedangkan, laba bersih per saham dilusian berkurang menjadi Rp42,25 dari Rp61,78 per saham.
Jumlah aset perseroan pada akhir tahun lalu mengalami kenaikan menjadi Rp6,2 triliun dengan utang Rp4,02 triliun dibanding tahun sebelumnya Rp4,91 triliun dengan total Rp3,25 triliun.
Dalam laporan keuangan perseroan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (24/3/2014) terungkap bahwa menurunnya laba bersih persreoan pada tahun lalu akibat meningkatnya sejumlah beban.
Pada tahun lalu, naiknya pendapatan usaha perseroan sebesar 20,72 persen menjadi Rp1,14 triliun dibanding tahun sebelumnya Rp944,27 miliar dibarengi melonjaknya beban pokok penjualan hampir dua kali lipat menjadi Rp603,04 miliar dari Rp373,11 miliar.
Akibatnya laba kotor perseroan tergerus menjadi Rp541,2 miliar dari Rp571,16 miliar. Di samping itu, beban usaha melonjak menjadi Rp215,6 miliar dari Rp153,87 miliar. Adapun, beban usaha tersebut terdiri atas beban penjualan yang naik menjadi Rp15,03 miliar dari Rp11,92 miliar serta beban umum dan administrasi bertambah menjadi Rp200,57 miliar dari Rp141,94 miliar.
Naiknya beban tersebut menyebabkan laba usaha menurun menjadi Rp325,6 miliar dari Rp417,29 miliar. Di sisi lain, pendapatan bunga menyusut dari Rp4,79 miliar menjadi Rp1,47 miliar. Kerugian selisih kurs juga meningkat menjadi Rp1,61 miliar dari Rp835,64 juta.
Adapun, laba bersih per saham dasar perseroan pada akhir tahun lalu turun menjadi Rp44,32 dari Rp64,83 miliar. Sedangkan, laba bersih per saham dilusian berkurang menjadi Rp42,25 dari Rp61,78 per saham.
Jumlah aset perseroan pada akhir tahun lalu mengalami kenaikan menjadi Rp6,2 triliun dengan utang Rp4,02 triliun dibanding tahun sebelumnya Rp4,91 triliun dengan total Rp3,25 triliun.
(rna)
Lihat Juga :