Pembangunan Tol BRR IIA lamban, Aher tegur PT MSJ
Senin, 24 Maret 2014 - 18:14 WIB
Pembangunan Tol BRR IIA lamban, Aher tegur PT MSJ
A
A
A
Sindonews.com - Lambannya proses penyelesaian proyek pembangunan tol lingkar Bogor atau Bogor Ring Road (BRR) seksi IIA (Kedunghalang-Kedungbadak) sepanjang 1,95 kilometer (KM) dipertanyakan Pemprov Jawa Barat (Jabar).
Pasalnya, megaproyek senilai Rp500 miliar yang bertujuan untuk mengurai kemacetan di pusat Kota Bogor itu belum juga rampung dan tidak ada tanda-tanda dioperasikan.
"Saya inginnya tahun ini tol BRR seluruhnya (Seksi IIA, IIB dan III) selesai. Saat diresmikannya tol BRR seksi IIA (Desember 2012) saya tanyakan ke pengembangnya PT Marga Sarana Jabar (MSJ), bisa enggak selesai seluruhnya pada 2014, hanya menyahut siap pak, siap pak saja. Kenyataannya malah terlambat," kata Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher) saat ditemui di Bogor, Senin (24/3/2014).
Karena itu, pihaknya berjanji akan menegur dan mempertanyakan kembali kepada PT MSJ, sebagai pengelola tol BRR terkait molornya penyelesaian pembangunan. "Ya, kita akan tegur kenapa terjadi keterlambatan, karena yang bekerjanya PT MSJ. Meskipun kita memiliki saham di PT MSJ tapi itu hanya minoritas, mayoritasnya PT Jasa Marga, tetap saya akan tegur dan pertanyakan," ungkapnya.
Sebelumnya, tol BORR seksi IIA sepanjang 1,95 KM menghubungkan Kedung Halang dan Kedung Badak, Kota Bogor bagian Utara. Jalur ini bagian dari proyek pembangunan jalan tol sepanjang 11 KM yang menghubungkan tol dari Jakarta menuju Kota Bogor dan Kabupaten Bogor.
Pelaksanaan pembangunan BORR seksi IIA ditaksir membutuhkan waktu 510 hari ke depan. Proyek yang dikerjakan oleh PT MSJ perusahaan patungan antara PT Jasa Marga (BUMN) dan PT Jasa Sarana (BUMD Jabar) sudah banyak ditunggu-tunggu masyarakat, khususnya warga Bogor.
Sebab, menurut Aher selama ini, masyarakat Kota Bogor dan Kabupaten Bogor yang hendak menuju Jakarta atau Ciawi harus selalu melalui pusat Kota Bogor, sebelum memasuki Tol Jagorawi.
"Pada jam sibuk, untuk mencapai gerbang Tol Bogor, membutuhkan waktu antara 30 menit hingga satu jam. Maka dari itu, pengoperasian tol BRR seksi IIA sudah sangat mendesak," katanya.
Jalur tol BRR seksi I mulai dimanfaatkan masyarakat pada 2009. Seksi II yang harusnya mulai dibangun paska pengoperasi tol BRR seksi I, sempat molor hingga 2012. Itupun, tidak sesuai rencana semula yakni dari Kedunghalang hingga Simpang Yasmin (4 KM).
Karena, berbagai kendala akhirnya PT MSJ membagi dalam dua seksi A (Kedunghalang-Keduungbadak) dan B (Kedungbadak-Yasmin). Sementara BORR seksi III sepanjang 5 KM.
Sementara Direktur Utama PT MSJ, Zahir Siregar saat dikonfirmasi untuk pengoperasian tol BRR seksi IIA membutuhkan waktu satu bulan yang terhitung sejak selesainya proses pembangunan fisik. "Saat ini masih dalam proses finishing (penyelesaian) yang mencapai 98 persen. Diperkirakan awal April sudah selesai," katanya saat dihubungi Koran Sindo, hari ini.
Dia menjelaskan, setelah selesai pengerjaan fisik tol BRR seksi IIA ini, tidak langsung dapat dioperasikan dan dibuka untuk umum.
"Membutuhkan waktu satu bulan untuk dapat dioperasikan, karena tergantung dari Professional Hand Over (PHO), kemudian harus ada uji kelaikan, kalau misalkan sudah dinyatakan layak baru bisa dioperasikan. Jadi kemungkinan awal Mei baru bisa beroperasi, karena kita juga harus mengkaji soal tarif yang akan dikenakan," ujarnya.
Pasalnya, megaproyek senilai Rp500 miliar yang bertujuan untuk mengurai kemacetan di pusat Kota Bogor itu belum juga rampung dan tidak ada tanda-tanda dioperasikan.
"Saya inginnya tahun ini tol BRR seluruhnya (Seksi IIA, IIB dan III) selesai. Saat diresmikannya tol BRR seksi IIA (Desember 2012) saya tanyakan ke pengembangnya PT Marga Sarana Jabar (MSJ), bisa enggak selesai seluruhnya pada 2014, hanya menyahut siap pak, siap pak saja. Kenyataannya malah terlambat," kata Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher) saat ditemui di Bogor, Senin (24/3/2014).
Karena itu, pihaknya berjanji akan menegur dan mempertanyakan kembali kepada PT MSJ, sebagai pengelola tol BRR terkait molornya penyelesaian pembangunan. "Ya, kita akan tegur kenapa terjadi keterlambatan, karena yang bekerjanya PT MSJ. Meskipun kita memiliki saham di PT MSJ tapi itu hanya minoritas, mayoritasnya PT Jasa Marga, tetap saya akan tegur dan pertanyakan," ungkapnya.
Sebelumnya, tol BORR seksi IIA sepanjang 1,95 KM menghubungkan Kedung Halang dan Kedung Badak, Kota Bogor bagian Utara. Jalur ini bagian dari proyek pembangunan jalan tol sepanjang 11 KM yang menghubungkan tol dari Jakarta menuju Kota Bogor dan Kabupaten Bogor.
Pelaksanaan pembangunan BORR seksi IIA ditaksir membutuhkan waktu 510 hari ke depan. Proyek yang dikerjakan oleh PT MSJ perusahaan patungan antara PT Jasa Marga (BUMN) dan PT Jasa Sarana (BUMD Jabar) sudah banyak ditunggu-tunggu masyarakat, khususnya warga Bogor.
Sebab, menurut Aher selama ini, masyarakat Kota Bogor dan Kabupaten Bogor yang hendak menuju Jakarta atau Ciawi harus selalu melalui pusat Kota Bogor, sebelum memasuki Tol Jagorawi.
"Pada jam sibuk, untuk mencapai gerbang Tol Bogor, membutuhkan waktu antara 30 menit hingga satu jam. Maka dari itu, pengoperasian tol BRR seksi IIA sudah sangat mendesak," katanya.
Jalur tol BRR seksi I mulai dimanfaatkan masyarakat pada 2009. Seksi II yang harusnya mulai dibangun paska pengoperasi tol BRR seksi I, sempat molor hingga 2012. Itupun, tidak sesuai rencana semula yakni dari Kedunghalang hingga Simpang Yasmin (4 KM).
Karena, berbagai kendala akhirnya PT MSJ membagi dalam dua seksi A (Kedunghalang-Keduungbadak) dan B (Kedungbadak-Yasmin). Sementara BORR seksi III sepanjang 5 KM.
Sementara Direktur Utama PT MSJ, Zahir Siregar saat dikonfirmasi untuk pengoperasian tol BRR seksi IIA membutuhkan waktu satu bulan yang terhitung sejak selesainya proses pembangunan fisik. "Saat ini masih dalam proses finishing (penyelesaian) yang mencapai 98 persen. Diperkirakan awal April sudah selesai," katanya saat dihubungi Koran Sindo, hari ini.
Dia menjelaskan, setelah selesai pengerjaan fisik tol BRR seksi IIA ini, tidak langsung dapat dioperasikan dan dibuka untuk umum.
"Membutuhkan waktu satu bulan untuk dapat dioperasikan, karena tergantung dari Professional Hand Over (PHO), kemudian harus ada uji kelaikan, kalau misalkan sudah dinyatakan layak baru bisa dioperasikan. Jadi kemungkinan awal Mei baru bisa beroperasi, karena kita juga harus mengkaji soal tarif yang akan dikenakan," ujarnya.
(izz)
Lihat Juga :